Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Tanda Tanda Diabetes, Gejala dan Ciri-Ciri

    /
    /
    /
    107 Views

    Diabetes Melitus telah menjelma menjadi sebuah penyakit epidemik di muka bumi ini. Semua orang memiliki risiko terkena penyakit yang satu ini. Tapi, penyakit gula tinggi ini sering diabaikan karena tanda-tanda diabetes hampir selalu dianggap sepele saja, angin lalu istilahnya.

     

    Jika seseorang sudah sampai divonis terkena diabetes melitus, maka biasanya dia itu sudah sampai pada tahap yang parah. Karena gejala diabetes melitus ini sudah tampak bertahun-tahun sebelum vonis itu muncul.

     

    Gejala penyakit gula yang akan saya sampaikan di bawah ini merupakan suatu petunjuk penting dalam memahami kapan seseorang sudah mulai harus ke dokter untuk mengecek apakah dia sudah masuk tahap pre-diabetes atau diabetes.

     

    Tanda Tanda Diabetes Yang Paling Sering Muncul

    tanda tanda diabetes
    Tanda-tanda Diabetes. Gula Pemicu Diabetes.

    Berikut merupakan tanda dan gejala penyakit gula yang paling umum:

     

    1. Sering Buang Air Kecil Disertai Rasa Haus

    Biasanya kejadian ini terjadi pada malam hari, pada saat penderita diabetes sedang tertidur. Hal ini tentu saja mengakibatkan penurunan kualitas tidur. Bayangkan saja, dalam semalam bisa 5 sampai 6 kali harus bangun untuk ke kamar kecil.

     

    Sangat mengganggu sekali kan.

     

    Tingginya kadar gula dalam darah membuat tubuh bereaksi untuk membuang kelebihan itu melalui air seni melalui ginjal.

     

    Karena tubuh penderita penyakit gula ini mengeluarkan banyak cairan, maka akan sangat wajarlah jika ia merasa sangat haus. Hal ini karena tubuh harus menghindari dehidrasi, alias kekurangan cairan.

     

    Kadar gula yang tinggi membuat tubuh ingin membuang kelebihan gula. Akibat kebanyakan membuang cairan, maka tubuh harus memiliki cairan penggantinya, yaitu dengan minum.

     

    1. Peningkatan Nafsu Makan

    Jika kita makan karbohidrat, yang akan diubah menjadi gula oleh enzim amilase di air liur dan pankreas, maka otak kita akan terpicu untuk menghasilkan hormon yang disebut Ghrelin.

     

    Hormon ini membuat tubuh kita ingin makan terus. Membuat kita lapar terus. Oleh karena itu, walau kita sudah kenyang makan, tapi 3 sampai 4 jam kemudian kita akan merasa lapar lagi.

     

    Hal ini yang membuat penderita diabetes melitus akan terus merasa lapar.

     

    Karbohidrat (dan gula) juga memicu otak untuk mengeluarkan hormon yang disebut Endorfin. Hormon Endorfin ini berfungsi untuk membuat seseorang merasa senang.

     

    Hormon endorfin ini biasanya muncul pada saat kita berolahraga, atau seperti saat seseorang mengonsumsi narkoba. Inilah sebabnya sekali kita memakai narkoba, maka kita akan ketagihan.

     

    Kita sebenarnya ketagihan pada cara kita membuat otak menghasilkan hormon endorfin ini. Kalau awalnya kita mendapatkannya dengan cara olahraga, tentu ini membuat kita ketagihan olahraga. Hal ini sangat positif bagi badan kita tentunya.

     

    Tapi kalau kita pada awalnya mendapatkan hormon endorfin ini dengan cara mengonsumsi narkoba, maka kita akan ketagihan pada narkoba. Demikian halnya juga dengan mengonsumsi karbohidrat (dan gula).

     

    Tak heran jika seseorang yang memiliki kadar gula tinggi dalam darahnya akan terus berupaya untuk terus-terusan merasa senang, dalam hal ini dengan makan lagi yang akan memicu hormon endorfin di otaknya.

     

    Adapun gejala-gejala tubuh menagih gula adalah gejala-gejala seperti tubuh lemas, badan gemetaran, kepala pusing, sakit maag, asam lampung naik, keringat dingin mengalir. Hal ini akan segera hilang sesaat setelah penderita kencing manis mengonsumsi makanan yang mengandung gula.

     

    Padahal kadar gulanya sudah tinggi, tapi tetap ketagihan untuk terus memasukkan gula ke dalam tubuh. Hal ini sangat berbahaya sekali, bukan?

     

    1. Penglihatan Jadi Buram

    Tanda dan gejala diabetes berikutnya adalah buramnya penglihatan seseorang. Orang umum lebih mengenalnya dengan sebutan Katarak.

     

    Katarak muncul karena adanya endapan gula yang membentuk satu lapisan yang menutupi lensa mata. Endapan dan lapisan gula ini dari mana datangnya? Tentu saja dari gula darah.

     

    Karena itu, gula darah yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan katarak. Katarak akan menghalangi masuknya cahaya ke retina mata yang harus melewati lensa mata terlebih dahulu.

     

    Lama kelamaan, lapisan ini akan secara total menutupi seluruh lensa mata, sehingga menyebabkan kebutaan.

     

    Kamu tak perlu khawatir, selain karena hal ini terjadi tidak dalam waktu semalam atau dua malam saja, butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mencapai ke tingkat buta, katarak juga sekarang sudah bisa diatasi dengan operasi katarak.

     

    Operasi katarak dilakukan dengan mengganti seluruh lensa mata yang sudah terkena katarak dengan lensa baru buatan manusia.

     

    Tapi tentu harus dijaga kadar gula darahnya ya.

     

    1. Luka Sulit Kering

    Ini merupakan gejala diabetes yang paling mudah diamati. Jika kamu tanpa sengaja terluka, kemudian luka tersebut lama sekali untuk bisa jadi kering, maka sudah wajib secepatnya kamu memeriksa gula darahmu.

     

    Luka yang terlalu lama terbuka dan basah akan menyebabkan infeksi. Dan infeksi ini akan menyebabkan luka tersebut malah jadi melebar.

     

    Karena itu, sering kita jumpai di para penderita diabetes melitus, hanya karena luka setitik, misalnya karena digigit nyamuk kemudian gatalnya digaruk sampai jadi lecet, kan cuma sedikit luka itu, luka tersebut tidak mau menutup.

     

    Berbulan-bulan malah luka yang kecil itu jadi melebar, sampai jadi borok, sangat dalam sampai tulangnya pun terlihat. Kalau sudah sampai ke tahap ini, maka bagian tubuh yang luka itu harus diamputasi oleh tim dokter.

     

    Karena jika tidak, boroknya bisa menyebar lho ke seluruh tubuh, dan menyebabkan kematian.

     

    Mengapa sih luka tersebut tidak mau kering dan menutup? Karena dengan tingginya kadar gula dalam darah, maka kandungan oksigen yang bisa dibawa oleh sel darah menjadi sedikit. Tanpa suplai oksigen yang cukup, sel-sel yang terluka itu tidak bisa bekerja dan regenerasi secara sempurna.

     

    Hal ini masih ditambah dengan besarnya kemungkinan masuknya kuman dari luar yang memperparah tingkat lukanya. Luka jadi menganga lebar, membusuk (Necrotic), dan mengundang lebih banyak kuman lagi untuk masuk.

     

    Tidak ada jalan lain selain harus diamputasi sebelum seluruh tubuh jadi membusuk. Karena itu, jika terjadi luka dan sulit menutup, kamu harus segera memeriksa kadar gula darah, dan segera menurunkan tingkat gula dalam darah.

     

    1. (KHUSUS PADA PRIA) Disfungsi Ereksi

    Disfungsi Ereksi (DE) adalah tidak mampuan alat kelamin pria untuk ereksi dengan optimal. DE sekarang sudah banyak menjangkiti kaum pria.

     

    Jika tidak segera diobati, atau dinormalkan gula darahnya, pada akhirnya pria tersebut akan menderita impotensi, alias alat kelaminnya tidak mampu ereksi lagi.

     

    Tentu saja hal demikian sangat mengganggu bagi pria manapun.

     

    Salah satu penyebab DE ini adalah diabetes melitus. Gula darah yang tinggi akan merusak jaringan syaraf, termasuk jaringan syaraf di sekitar alat kelamin pria.

     

    Diabetes bukan satu-satunya penyebab DE, masih ada faktor lain seperti faktor pikiran dan mood. Tapi salah satu penyebab paling umum diabetes adalah DE.

     

    1. Rusaknya Syaraf

    Gula darah yang tinggi akan menyebabkan sel-sel syaraf menerima lebih sedikit suplai oksigen. Hal ini akan membuat sel syaraf terganggu fungsi dan regenerasinya.

     

    Oleh karena itu, sering penderita diabetes merasa panas sekali di bagian kepala atau punggung, di mana terdapat banyak sekali sel syaraf manusia. Sangat tidak nyaman, sangat menyakitkan.

     

    Neuropati adalah nama untuk gejala kerusakan sel syaraf akibat penyakit kencing manis. Sel-sel syaraf yang biasanya dirusak oleh gula darah adalah sel syaraf motorik, sel syaraf sensorik, dan sel syaraf otonom.

     

    Yang biasa dirasakan oleh si penderita adalah sering merasa kesemutan, mati rasa di bagian syaraf yang rusak itu. Segeralah memeriksa gula darah jika kamu sering merasa kesemutan.

     

    1. Turunnya Berat Badan

    Naik turun berat badan itu biasa. Tapi jika turunnya berat sudah dirasa tidak wajar, seperti turun terus tanpa bisa dihentikan, maka kamu wajib memeriksakan diri ke dokter.

     

    Penurunan berat badan ini adalah salah satu ciri-ciri diabetes yang paling awal. Turunnya berat badan ini diakibatkan tidak optimalnya tingkat penyerapan gula dari dalam darah.

     

    1. Cepat Lelah dan Mengantuk, Walaupun Baru Makan

    Cepat lelah dan mengantuk ternyata bisa jadi tanda-tanda kamu sudah masuk tahap diabetes awal lho. Bisa jadi kamu baru saja makan 1 jam yang lalu, tapi koq sekarang sudah merasa lelah dan ngantuk ya? Nah, ini sudah alarm.

     

    Apalagi jika rasa mengantuk dan cepat lelah ini juga dibarengi dengan rasa haus yang berlebih, walaupun kamu sudah minum air putih yang banyak.

     

    Mengapa sih penderita diabetes mudah merasa lelah? Begini, diabetes itu kan terjadi akibat tubuh sudah kebal terhadap insulin yang diproduksi oleh pankreas. Seperti yang kita ketahui bersama, insulin bertugas untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

     

    Makanan jaman sekarang ini didominasi oleh karbohidrat. Karbohidrat ini tentu saja pasti menaikkan kadar gula dalam darah. Tentu ini berbahaya, karena itu pankreas buru-buru memproduksi insulin.

     

    Karena tubuh sudah kebal, alias resis terhadap insulin (Insulin Resistant), maka jumlah insulin yang diproduksi pankreas tidak cukup untuk menurunkan kadar gula.

     

    Harus diproduksi lebih banyak lagi insulin. Nah untuk kamu ketahui, setiap kali insulin diproduksi, ini sangat menyerap energi dalam tubuh lho. Tentu saja jika gula yang dimasukkan sangat banyak, akan dibutuhkan sangat banyak pula insulin untuk menangkalnya.

     

    Nah sekarang jelas kan mengapa sih cepat merasa lelah dan mengantuk bisa menjadi tanda dan gejala diabetes. Karena itu, jangan anggap enteng masalah cepat capai ini ya.

     

    1. Kulit Menghitam dan/atau Gatal-gatal

    Penderita diabetes juga sering menjumpai adanya lingkaran hitam di kulit mereka. Lingkaran hitam ini bisa sangat gatal, bisa juga tidak.

     

    Kulit yang menghitam ini juga merupakan salah satu pertanda kamu sudah terjangkit kencing manis lho. Jangan diremehkan.

     

    Tingginya kadar gula dalam darah membuat sel-sel kulit tumbuh secara tidak normal dan intens. Tidak cocok dengan bagian kulit di sekitarnya.

     

    Tidak selalu kulit yang menghitam itu gejala diabetes ya. Bisa juga karena faktor keturunan atau genetis.

     

    Biasanya, kalau kulit yang hitam ini muncul di area belakang leher, di daerah siku, atau di pangkal jari, nah itulah tempat-tempat yang paling umum membuat kita waspada akan diabetes.

     

    Gatal-gatalnya juga sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Jika obat salep atau pelembab tidak bisa menghilangkan gatal-gatal ini, sudah saatnya kamu memeriksa gula darah ya.

     

    1. Sering Sakit Kepala

    Seringnya sakit kepala mendera juga bisa membuat kita harus mewaspadai gejala diabetes. Gula yang terlalu banyak masuk ke sel otak menyebabkan sel otak rusak.

     

    Tentu hal ini membuat penderita diabetes sakit kepalanya. Selain hal ini jadi pertanda bagi kamu untuk segera menormalkan kadar gula dalam darah.

     

    1. Gangguan Pendengaran

    Jika kamu harus menaikkan volume TV dari biasanya untuk bisa mendengar siarannya, atau banyak orang yang sampai harus lebih dari 1 kali berbicara kepada kamu hanya supaya kamu dapat mendengarnya, maka sudah saatnya alarm waspada berbunyi.

     

    Memang tak selalu kerusakan sel syaraf di telinga akibat kencing manis. Tapi besar juga kemungkinan sel syaraf di telinga rusak akibat tingginya gula darah.

     

    1. Mendengkur

    Penelitian di Kanada membuktikan bahwa jika kamu mendengkur parah, sampai harus di katerisasi atau diterapi, dalam kurun waktu 5,5 tahun ke depan ada 23% kemungkinan kamu divonis diabetes.

     

    Walau sampai saat ini belum bisa dibuktikan apa penyebab pastinya, tapi dengan tidur mendengkur, hormon stress dilepaskan saat tidur. Hormon stress ini akan menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah.

     

    Dan statistik menunjukkan kurang lebih setengah penderita diabetes juga mengalami gangguan pernafasan saat sedang tidur.

     

    Jadi jangan remehkan gangguan tidur dan mendengkur saat sedang tidur ya.

     

    1. Mulut Sering Terasa Kering Selalu

    Gejala ini juga merupakan gejala yang mudah dideteksi bagi penderita diabetes tahap awal. Gejala mulut kering ini sebenarnya akibat lanjutan dari seringnya penderita kencing manis buang air kecil.

     

    Akibatnya tubuh kekurangan cairan. Kurangnya cairan berimbas kepada keringnya mulut, dan bahkan sampai produksi air liur pun terganggu.

     

    Jangan sampai terjadi dehidrasi ya, karena sakit diabetes ataupun tidak, kita semua tidak boleh sampai dehidrasi.

     

    1. Infeksi di Kulit

    Gejala penyakit gula berikutnya adalah mudah terjadi infeksi pada kulit. Bagian-bagian kulit yang paling sering terkena infeksi adalah di jari kaki dan tangan, di bawah payudara, dan di bagian organ intim manusia.

     

    Mengapa bisa sampai mudah terserang infeksi?

     

    Ada jenis jamur yang sangat tertarik pada gula di dalam darah. Karena kadar gula di dalam darah penderita diabetes sangat tinggi, maka jamur jenis ini sangat mudah hinggap untuk memakan gula darah.

     

    Bagi wanita, apalagi yang memiliki berat badan berlebih, adanya lipatan lemak di bawah payudara juga sering menimbulkan rasa gatal yang berlebih. Rasa gatal ini juga mudah mengundang jamur yang memicu infeksi parah.

     

    Infeksi di bagian organ intim penderita diabetes terjadinya hampir sama seperti infeksi di bawah payudara wanita. Selain itu, kulit juga lebih terasa kering seperti bersisik, sehingga akan sangat terasa gatal.

     

    1. Nyeri Sendi

    Kamu akhir-akhir ini sering merasa sakit di bagian sendi, terutama sendi kaki? Waspada akan gejala awal diabetes!

     

    Tingginya kadar gula darah menyebabkan gangguan pada syaraf manusia. Jika kamu tidak segera mengatasinya, bisa berakibat yang jauh lebih parah dari sekedar nyeri sendi.

     

    1. Sering Merasa Mual

    Sering mual juga menjadi salah satu ciri-ciri diabetes melitus. Bahkan kamu juga tidak bisa mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti rasa mual tersebut, dan terjadi mualnya juga sepanjang hari.

     

    1. Muntah

    Muntah merupakan akibat lanjutan dari rasa mual tersebut. Muntah merupakan mekanisme lanjutan untuk mengatasi rasa mual.

     

    Jika ingin muntah, jangan ditahan-tahan, karena ini sebenarnya merupakan reaksi tubuh supaya kamu bisa merasa nyaman.

     

    1. Tidak Fokus dan Emosi Labil

    Tingginya kadar gula darah juga bisa menyebabkan seseorang uring-uringan sepanjang hari tanpa sebab yang jelas. Penderita diabetes juga mengalami sulitnya untuk konsentrasi pada pekerjaannya.

     

    Apalagi karena penderita diabetes dilarang makan makanan-makanan yang manis-manis. Biasanya mereka malah semakin marah karena dilarang makan.

     

    Tingginya kadar gula darah merusak susunan syaraf manusia. Rusaknya syaraf menyebabkan emosi yang labil, mudah marah, mudah tersinggung, tidak dapat fokus, dan sering sakit kepala.

     

    1. Gusi Bengkak

    Gusi yang bengkak juga menjadi gejala diabetes. Gejala ini seringnya terjadi pada penderita diabetes yang sudah lanjut usia, namun juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada penderita diabetes yang masih muda.

     

    Syaraf di bagian gusi dirusak oleh gula darah yang tinggi. Gusi yang bengkak mengakibatkan penderita sulit untuk mengunyah makanannya.

     

    1. Gigi yang Goyang

    Gigi yang goyang, bahkan akhirnya bisa copot sendiri, merupakan efek lanjutan dari gusi bengkak di atas.

     

    Gigi yang goyang sampai copot terjadi karena lemanya sel syaraf di sekitar gusi akibat tingginya kadar gula darah. Akar gigi juga menjadi lemah sebagai akibat lanjutannya.

     

    Biasanya hal ini terjadi pada penderita diabetes yang sudah bertahun-tahun dan tidak bisa mengendalikan tingginya kadar gula darah.

    Baca juga : Cara Paling Efektif untuk Menurunkan Gula Darah Secara Alami

    Demikianlah 20 tanda-tanda diabetes melitus yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber ini. Apakah kamu mengalami satu atau beberapa gejala sekaligus? Sebaiknya segeralah untuk memeriksakan diri kamu ke dokter. Atau setidaknya mengecek kadar gula darah puasamu.

     

    Diabetes memang akan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Tapi bukan juga artinya dunia sudah berakhir. Masih banyak yang bisa kamu lakukan untuk meringankan, bahkan membuat kualitas hidupmu meningkat kembali ke kondisi sehat koq.

    Website ini TIDAK memberikan diagnosis dan saran medis terkait penyakit. Para pembaca diharapkan konsultasi ke dokter masing-masing untuk penjelasan lebih detail mengenai penyakitnya masing-masing.

     

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar