Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Serat, Penting? Atau Tidak Perlu?

    /
    /
    /
    23 Views

    Serat, Penting? Atau Tidak Perlu?

    serat
    Makanan Tinggi Serat

    Sebuah kata, SERAT, membuat kita semua membayangkan usus kita yang bersih, dan pembuluh darah arteri yang bebas dari timbunan plak. Namun, serat tidaklah termasuk ke dalam nutrisi atau gizi sama sekali. Bahkan tubuh kita sama sekali TIDAK BISA menyerap serat, sedikit pun juga.

    Apa itu serat? Apa bedanya serat yang larut dan serat yang tak larut dalam air? Apakah serat memang menyehatkan kita? Dan kita memang HARUS memakannya?

    Kenyataan Dan Fakta Tentang Serat, Bukan Fiksi

    Apa itu Serat?

    Serat” adalah dinding sel pada tumbuhan. Serat memberikan bentuk dan struktur yang menegakkan tumbuhan. Hewan tidak memiliki serat, seperti manusia. Hewan dan manusia lebih memilih tulang dan tulang rawan untuk membuat kita tetap tegak. Serat tidak dapat dicerna manusia.

    Ada 2 jenis serat, yaitu:

    • Serat yang larut, dan
    • Serat yang tak larut

    Serat Yang Tak Larut

    Serat jenis ini tidak bisa dilarutkan dalam air. Jenis serat tak larut ini yang memberikan kulit pohon, kulit kacang, dan ranting tekstur seperti kayu. Jenis makanan yang tinggi serat yang tak larut contohnya adalah gandum, biji-bijian, kacang, sayur mayur, dan buah-buahan tertentu.

    Serat yang tak larut melewati sistem pencernaan kita praktis tak tersentuh sama sekali, karena bakteri di usus kita pun tak sanggup mencerna dan memecahnya.

    Kita sering diajarkan untuk banyak makan serat jenis ini, karena serat tak larut memberikan “isi” pada usus besar kita, dan membantu mendorong semua keluar. Lantas, mengapa kita harus meng-ekspos dinding usus halus kita yang lembut pada serat yang kasar yang seperti amplas ini? Kita diberi tahu bahwa teknik ini untuk menyapu seluruh usus kita dari aneka macam racun.

    Agak aneh, karena TIDAK ADA satu pun penelitian ilmiah yang menjelaskan racun apa sebenarnya yang bisa disapu oleh serat, dan BAGAIMANA CARANYA serat yang tak larut sanggup membersihkannya.

    Kalau begitu, ini kemungkinan besar hanyalah kepercayaan yang populer saja, sesuatu yang TAMPAK SEPERTI masuk akal, tapi sesungguhnya tak pernah ada dasar ilmiahnya sama sekali.

    Serat Yang Larut

    Perbedaan paling mendasar antara kedua jenis serat ini adalah…. seperti yang disebutkan pada namanya, serat jenis ini larut dalam air, sebagian. Banyak suplemen untuk memperlancar BAB terbuat dari jenis serat yang satu ini.

    Serat yang larut akan larut sebagian dalam air, membentuk suatu gel. Kamu bisa melihat gel ini saat mengaduknya Vegeta di dalam air. Kemampuan serat yang larut inilah yang menjaga kandungan air di dalam buah-buahan dan sayuran agar tidak tumpah keluar dan tetap dalam bentuknya.

    Keluarga serat yang larut termasuk banyak jenis senyawa dari tumbuhan seperti dextrin, inulin, wax, chitin, pectin, arabinoxylan, dan beta-glucan. Serat yang larut dalam air banyak ditemukan pada buah-buahan seperti apel, aneka jeruk, aneka beri, buah pir, dan banyak lagi.

    Sebagian jenis serat yang larut lebih “kental” dibanding yang lainnya, artinya tipe serat ini membentuk gel yang lebih lengket, lebih kencang. Kita diajarkan bahwa jenis serat yang seperti ini baik untuk kesehatan tubuh kita, karena 3 alasan berikut:

    1. Serat yang larut yang kental ini mengikat LDL, alias “kolesterol jahat” yang kita makan supaya tidak masuk ke dalam aliran darah
    2. Gel bergerak di dalam usus lebih lambat daripada cairan seperti air. Saat kita makan makanan yang manis bersamaan dengan serat tipe ini, gel ini akan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga kadar gula dalam darah pun akan turun
    3. Gel yang “membengkak” di dalam perut akan membantu kita tetap kenyang lebih lama, sehingga kita pun akan lebih sedikit makannya

    WOW! 3 alasan yang sangat baik sekali, bukan?

    Bukankah kita semua ingin selalu merasa kenyang sepanjang hari, dan juga ingin menurunkan kadar LDL serta kadar gula darah? YA! Tentu saja kita semua menginginkannya! Jadi, yuk mari kita kupas satu per satu klaim di atas.

    Apakah serat bisa menurunkan kadar kolesterol?

    Ya!

    Beberapa penelitian ilmiah memang menunjukkan bahwa diet yang berbasis makanan dari tumbuhan bisa menurunkan kadar kolesterol LDL, oleh sebab itu serat sering dipromosikan sebagai makanan yang sehat.

    Akan tetapi, jika kamu sudah membaca artikel mengenai Kolesterol, dan tentang Lemak, kamu akan paham bahwa:

    1. Kolesterol LDL tidak selalu jahat, dan
    2. Cara paling ampuh untuk memperbaiki kadar kolesterol adalah dengan mengonsumsi makanan yang rendah karbohidrat atau diet yang rendah kadar indeks glikemiknya

    Dapatkah serat menurunkan kadar gula darah?

    Ya!

    Konsumsi serat yang larut dalam air dapat menurunkan indeks glikemik dari makanan yang kamu makan, tapi hanya sekitar 10-20% saja. Alasannya adalah karena serat memperlambat pencernaan karbohidrat dengan menghalangi penyerapan yang normal.

    Indeks glikemik menunjukkan kemampuan makanan dalam menghasilkan lonjakan insulin.

    Tentu saja, ada cara yang jauh lebih ampuh dalam menurunkan kadar gula darah, yaitu dengan….. TIDAK makan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, tentu saja!

    Apakah diet yang tinggi serat membantu dalam menurunkan berat badan?

    TIDAK!

    Kebanyakan hasil penelitian tidak menunjukkan keuntungan apa pun dari konsumsi serat yang tinggi terhadap penurunan berat badan kita. Bahkan penelitian juga menunjukkan bahwa menambahkan suplemen serat malah menyebabkan sakit perut, diare, kram, dan perut kembung.

    Serat dan Kesehatan Usus Besar Kita

    Apakah serat melindungi kita dari konstipasi, kanker, dan penyakit lainnya?

    TIDAK!

    Sebuah penelitian di tahun 2007 sudah menunjukkan bahwa tidak ada pengaruhnya sama sekali antara konsumsi serat dengan penurunan kasus kanker. Juga tidak ada gunanya serat dalam melancarkan BAB atau pun perut kembung.

    Tampaknya kita lebih memilih untuk mempercayai sebuah kebohongan selama 45 tahun ini, sebuah kebohongan yang jika diulang terus menerus akan dipercayai banyak orang, dan jadi kebenaran baru.

    Ok, jadi jika kamu makan makanan yang tinggi karbohidrat dan tinggi indeks glikemiknya, tambahan konsumsi serat yang larut dalam air mungkin tidak akan membantumu menurunkan berat badan, tapi akan sedikit menahan lonjakan hormon insulin, dan mungkin sedikit menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

    Jadi, jika serat berguna dalam mengurangi risiko yang berkaitan dengan penyakit-penyakit yang sering diasosiasikan dengan diet yang tinggi karbohidrat, mengapa kita tidak mengonsumsinya? Apakah ada alasan khusus untuk TIDAK mengonsumsi serat?

    Bakteri MENCINTAI serat yang larut dalam air

    Kita memang tidak bisa mencerna karbohidrat yang menyusun serat yang larut dalam air, tapi bakteri di usus besar kita BISA. Serat yang tak tercerna akan tiba di usus besar dan menarik sejumlah besar bakteri yang memang makanannya adalah serat itu.

    Apakah ada yang salah? Mengapa kita tidak membiarkan saja mereka menikmati makan siang mereka?

    Ehm….

    Sebenarnya bakteri TIDAK mencerna serat. Bakteri memfermentasi serat, dan dalam prosesnya, mereka menghasilkan gas. Gas karbon dioksida, metan, dan hydrogen. Gas-gas ini selain akan membuatmu sering buang gas, juga membuat perut kembung, dan kram yang menyakitkan.

    Ini panduan mudahnya:

    PENCERNAAN YANG BAIK SEHARUSNYA TIDAKLAH MENYAKITKAN

    Ya, kamu mungkin saja makan lebih sedikit, tapi itu karena ada serat di dalam usus besarmu yang mengundang banyak bakteri. Hasil fermentasi oleh bakteri itu adalah gas, yang akan memenuhi isi perutmu sehingga akan menciptakan sensasi perut penuh.

    Sebagai perbandingannya, makan lemak dan protein hewani sangat nyaman, dan dapat dicerna seluruhnya tanpa efek samping gas yang tak perlu.

    Serat yang larut akan berkembang seperti spons yang haus air

    Sekali serat terperangkap di dalam tubuhmu, ia membutuhkan sangat banyak air untuk dapat membentuk lendir yang dianggap berguna bagi kita.

    Jadi, jika kamu tidak minum banyak air saat konsumsi serat seperti ini, suatu saat kamu akan membutuhkan pertolongan dokter untuk mengeluarkan serat yang sudah menjadi gel ini. Tubuh manusia tidak dirancang untuk makan serat yang seperti ini. Seharusnya tubuh kita menerima makanan yang utuh, itulah sebabnya secara alami buah yang kaya serat selalu diiringi dengan kandungan air yang banyak.

    Mengapa banyak ahli percaya bahwa serat baik untuk kesehatan kita?

    Kira-kira jawabannya seperti ini:

    Sekitar 150 tahun yang lalu, ada 2 jenis populasi manusia: yang makan diet “tradisional” yang makan berbagai macam makanan, dan yang makan diet “modern”.

    Orang yang melakukan diet tradisional memakan apa saja, tergantung di mana mereka hidup. Oleh karena itu makanan mereka bervariasi sekali. Ada yang hanya makan daging saja, ada yang makan daging dan sedikit produk susu, ada yang makan kelapa, sayuran, buah. Semua orang ini sangat sehat, jauh lebih sehat dibanding dengan kita di jaman sekarang ini. Kita hampir tidak bisa menemukan orang yang terkena kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, dan berbagai penyakit lainnya.

    Orang yang melakukan diet modern juga mengonsumsi apa pun, juga tergantung pada lokasi di mana mereka hidup. Hanya saja yang membedakan adalah adanya tambahan tepung olahan dan gula dalam jumlah yang sangat besar. Teknologi penggilingan dengan batu digantikan dengan penggiling dari baja pada tahun 1870, mampu menghasilkan tepung yang 100% bebas dari serat pembungkus alaminya. Masyarakat pada saat itu juga sudah menemukan cara untuk menanam dan mendistribusikan gula kepada sejumlah besar orang yang sebelumnya tidak sanggup mendapatkannya.

    Seiring dengan berjalannya waktu, saat kualitas kesehatan orang yang melakukan diet tradisional dibandingkan dengan orang yang melakukan diet modern pada saat itu, ditemukanlah bahwa kualitas kesehatan orang yang melakukan diet modern ternyata lebih buruk. Masalahnya adalah para ahli pada saat itu langsung mengambil kesimpulan bahwa diet modern lebih buruk akibat kurangnya asupan serat, bukannya karena makanan mereka dipenuhi dengan tepung olahan dan gula, yang penuh dengan karbohidrat.

    Sebenarnya jika diukur, memang orang yang melakukan diet modern mengonsumsi serat jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang melakukan diet tradisional. Orang yang diet tradisional selalu memakan biji-bijian dan gandum dengan utuh, tanpa digiling terlebih dahulu sehingga asupan seratnya masih banyak.

    Tapi berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa menambahkan serat ke dalam makanan kita TIDAK bisa mengembalikan kualitas kesehatan seperti leluhur kita, jadi mengonsumsi serat seperti itu bukan solusinya.

    Serat bahkan akan menyebabkan perut kembung, mengiritasi dinding usus halus, mengakibatkan sembelit, mual, dan sakit perut parah. Yang paling positif konsumsi serat hanya akan menurunkan kadar kolesterol LDL 1/3 saja, mengurangi lonjakan gula darah 10-20% saja, dan memberi kesan kenyang yang semu.

    Jadi walau kamu makan serat satu truk penuh pun tidak akan sanggup membuat gula darah dan kadar kolesterolmu jadi normal DAN tetap normal.

    Dan yang jauh lebih menariknya lagi, TIDAK ADA studi yang membandingkan tingkat kesehatan antara diet yang mengandung serat dan diet yang tanpa serat sama sekali. Logikanya, jika kita ingin mengetahui apakah suatu makanan baik atau buruk bagi manusia, tentunya kita akan melakukan penelitian yang membandingkan diet dengan makanan itu DAN diet TANPA makanan itu, bukan?

    KESIMPULAN Tentang Serat

    Serat TIDAK PENTING bagi manusia.

    Menambahkan serat tambahan ke dalam menu di piringmu TIDAK AKAN menyembuhkan penyakit apa pun, karena itu bukanlah akar dari segala masalah kesehatanmu.

    Jika kamu memang banyak mengonsumsi makanan berindeks glikemik tinggi dan banyak tepung karbohidrat, menambahkan serat MUNGKIN sedikit meredakan lonjakan insulin dan sedikit kadar kolesterol LDL.

    Jika kamu tetap ingin mengonsumsi serat yang larut, pastikan untuk meminum air putih, yang banyak sekali.

    Jika konsumsi serat malah menimbulkan berbagai masalah pencernaan di tubuhmu, atau jika kamu memang tidak suka, kamu dapat dengan mudah menyingkirkannya dari menu makanmu, karena memang serat itu tidak penting bagi kesehatan kita.

     

    BACA JUGA: Sayuran dan Sisi Kelamnya

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar