Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Sayur-sayuran, Kenali Sisi Gelapnya Yang Dirahasiakan

    /
    /
    /
    16 Views

    Sayur-sayuran, Kenali Sisi Gelapnya Yang Dirahasiakan

    sayur sayuran
    Orang Berjualan Sayur Mayur

    Sepanjang hidup kita, kita selalu diajarkan bahwa sayur-sayuran itu sangat penting, sangat baik bagi tubuh kita, mereka bisa memerangi sel kanker, mereka bisa membersihkan sistem pencernaan manusia, bahkan memperkuat sistem imunitas kita, sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui.

    Akan tetapi, sayur mayur juga memiliki sisi gelapnya. Mereka tidak ingin dimakan, sama seperti hewan juga tidak ingin dimakan oleh siapa pun juga, dan sayuran menggunakan senjata kimia yang sangat canggih untuk mempertahankan diri mereka.

    Psikologi Sayur Mayur

    Kita selama ini selalu berpikir kalau sayuran adalah makanan yang sangat baik, komponen penting dalam diet manusia yang baik, tapi sayuran sangat licik dan manipulatif.

    Jauh di dalam lubuk hatinya, mereka sama sekali tidak peduli pada kita.

    Kesehatan kita bukanlah prioritas tertinggi sayuran, prioritas tertinggi mereka adalah bagaimana mereka bertahan hidup.

    Tumbuhan telah ada di bumi selama ratusan juta tahun, kira-kira 490 juta tahun lamanya, dan selama jangka waktu itu, tentu mereka sudah belajar satu atau dua atau lebih cara-cara untuk bertahan hidup.

    Mari berpura-pura kamu adalah sebagai tumbuhan…

    • Kamu tidak bisa lari dari hewan yang ingin memakan dirimu.
    • Kamu tidak bisa menggeram untuk menggertak dan mengusir calon pemangsamu.
    • Kamu tidak bisa berkeliling dan berjalan-jalan untuk bertemu tumbuhan lain dan ber-reproduksi.
    • Kamu tidak bisa mengibaskan cacing yang sedang memakan daunmu.
    • Kamu tak bisa memukul serangga yang menggigit tubuhmu.

    Bagaimana Kamu Akan Melindungi Dirimu???

    Mungkin kamu akan berpikir bahwa duri atau beberapa instrumen khusus akan sangat membantu mengusir calon predatormu, tapi paling banyak kamu akan menggunakan senjata kimia. Dan sangat amat canggih. Tumbuhan telah ada di muka bumi jauh sebelum manusia pertama hadir, dan mereka sangat ahli bertahan hidup dibandingkan manusia.

    Mereka tahu apa yang kita suka dan apa yang kita tidak suka. Mereka paham bagaimana sel tubuh kita bekerja. Mereka paham kekurangan dan kelebihan kita.

    Mereka bisa membuat beberapa bagian tubuhnya sangat pahit sehingga kecil kemungkinan kita mau memakannya. Faktanya, industri makanan bahkan sampai-sampai harus bekerja ekstra keras hanya untuk mengurangi rasa pahit dari sayuran hanya supaya kita sebagai konsumen mau membelinya, dan memakannya.

    Substansi yang memberi rasa pahit ini tidak hanya tidak enak di lidah, mereka juga sebenarnya memiliki fungsi sebagai pestisida alami yang dirancang untuk membunuh serangga, cacing, larva, bakteri, dan jamur. Cara bekerja mereka termasuk seperti:

    • Molekul sistem kekebalan khusus yang mengenali penyerang, menempel dan menandai targetnya untuk dibunuh
    • Racun yang membunuh sel dan mitokondria dengan meledakkan membrannya sampai terbuka
    • Penghambat enzim yang mengganggu reaksi metabolisme vital
    • Racun oksidatif yang menghancurkan rantai DNA

    Karena kita percaya bahwa sayuran itu penting bagi kita, maka kita menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga hanya untuk mencoba membuktikan bahwa pestisida alami tumbuhan ini mungkin bermanfaat bagi kesehatan kita. Karena beberapa zat kimia ini berlaku sebagai anti-oksidan di dalam laboratiroum, maka banyak ahli yang mempelajarinya bagaimana cara menggunakannya untuk melawan sel kanker.

    Cukup adil, tapi tidakkah itu juga masuk akal bila kita berpikir bahwa zat kimia tersebut juga bisa sangat berbahaya bagi tubuh kita?

    Apa Itu Sayuran?

    Sayuran adalah bagian tumbuhan mana pun yang BUKAN buah, biji-bijian, dan bunga. Yang termasuk sayuran adalah akar, umbi akar, umbi, batang, dan daun.

    Contoh akar: wortel dan buah bit.

    Contoh umbi akar: kentang dan ubi.

    Akar dan umbi akar adalah organ penyimpan karbohidrat, jadi mayoritas adalah terdiri dari zat pati (tepung). Zat pati adalah media tumbuhan dalam menyimpan cadangan energinya (hewan lebih memilih lemak). Zat pati itu sangat berat, sehingga cara termudah bagi tumbuhan itu sendiri adalah dengan menyimpannya di tanah atau di bawah tanah, ketimbang di daun atau batangnya.

    Contoh umbi: bawang merah dan bawang putih.

    Umbi adalah bagian tumbuhan yang belum dewasa dan mengandung banyak zat pati untuk memberi nutrisi pada bayi sampai menjadi dewasa.

    Contoh batang: brokoli, asparagus, dan seledri.

    Tugas utama batang adalah untuk membuat tumbuhan tetap tegak dan mengalirkan nutrisi dari akar ke ujungnya, sehingga batang haruslah kuat. Karena hal inilah maka batang memiliki kandungan serat yang tak larut dalam air yang sangat tinggi, biasa disebut sebagai selulosa. Selulosa sangat kuat, sangat berserabut, dan tipe karbohidrat yang tak bisa dicerna sistem pencernaan manusia.

    Contoh daun: bayam, selada, bok choy.

    Daun adalah panel tenaga surya tumbuhan. Tugas utamanya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi melalu proses yang kita kenal dengan nama fotosintesis. Fotosintesis adalah proses ajaib untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi oksigen dan gula dengan memakai sinar matahari.

    Apakah Kita Perlu Makan Sayuran?

    Mengejutkannya, tidak ada bukti penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa makan sayuran itu WAJIB, dan sayuran itu penting sebagai bagian dari diet manusia. Karena tidak pernah ada penelitian yang membandingkan diet tanpa sayuran dan diet dengan sayuran.

    Tapi untungnya, laboratorium bukanlah satu-satunya sumber informasi yang berharga di seluruh dunia ini. Ada banyak bukti nyata yang bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan di atas.

    Kita kebetulan tahu ada beberapa populasi di dalam sejarah manusia yang menu makannya hanya sedikit mengandung sayuran, atau bahkan TIDAK ADA sayuran sama sekali. Dan laporan sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di dalam populasi tersebut sangat amat sehat.

    Orang Eskimo pada awal abad ke 20 (sebelum masuknya menu makanan ala Barat dan Eropa yang penuh junk food dan karbohidrat) adalah contoh paling jelas dari fenomena diet tanpa sayuran ini. Tidak ada tumbuhan yang dapat tumbuh di lapisan es, setidaknya tumbuhan yang bisa dimakan manusia. Penjelajah dan ilmuwan pada masa itu tidak pernah menemukan satu pun orang Eskimo yang sakit kanker. Walau pun penelitian tidak menunjukkan bahwa sayuran itu penting dalam melawan sel kanker, tapi setidaknya bisa menunjukkan bahwa sayuran tidak diperlukan dalam menu makan manusia untuk memastikan seluruh fungsi badannya bisa berjalan dengan optimal.

    Entah bagaimana orang-orang ini bisa mendapatkan seluruh vitamin dan mineral esensialnya 100% HANYA dari sumber hewani, dan ini sangat menarik. Dan ini bukanlah penelitian jangka pendek, jangka panjang, atau setahun dua tahun.

    Orang-orang Eskimo ini telah menjalankan diet 100% hewan seluruh hidupnya, dari sejak lahir, dewasa, ber-reproduksi, sampai meninggal dunia, 100% tanpa tumbuhan apa pun juga. Artinya mereka tidak pernah makan karbohidrat sama sekali.

    Tidak ada bias. Tidak ada unsur subjektifitas. Tidak ada tebak-tebakan. Tidak ada cheat day dalam diet mereka. Murni 100% hewan. Dari generasi ke generasi. Selama bergenerasi-generasi, ratusan tahun lamanya.

    Kalau begitu, pertanyaannya kita ganti menjadi….

    Apakah Sayuran Bagus Bagi Kesehatan Manusia?

    Jadi, tampaknya makan sayuran itu TIDAK DIPERLUKAN dalam menu makan kita. Tapi bagaimana jika orang Eskimo itu akan jadi lebih sehat JIKA mereka juga makan sayuran? Kita tidak akan pernah bisa tahu. Jadi mari kita beralih pada penelitian ilmiah.

    Alasan mengapa kita percaya MAKAN SAYURAN ITU BAIK bagi tubuh kita adalah karena banyaknya studi epidemiologis yang membandingkan diet tinggi sayuran dan diet rendah sayuran, dan seringnya (tapi tidak selalu), orang dalam diet tinggi sayuran tampak lebih sehat. Mengapa ini tidak meyakinkan? Karena studi epidemiologis membandingkan 2 diet yang berbeda, bukan hanya jumlah sayuran saja.

    Sebagai contohnya, karena orang percaya bahwa makan sayuran itu sehat, maka mereka juga cenderung untuk menjalani hidup yang sehat. Seperti tidak minum alkohol, rajin berolah raga, tidak merokok, dan sebagainya. Ada begitu banyak faktor.

    Jadi satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan membandingkan diet dengan sayuran dan diet tanpa sayuran sama sekali. Dan sayangnya, tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan hal seperti itu.

    Jadi, kita tidak punya bukti ilmiah yang jelas yang menunjukkan bahwa makan sayuran itu sehat. Akan tetapi, hanya karena ilmuwan tidak bisa menunjukkan bahwa makan sayuran itu baik bagi kesehatan kita, juga tidak berarti bahwa makan sayuran itu buruk bagi kesehatan kita. Topik ini masih menjadi hipotesis yang belum dibuktikan.

    Apakah kita perlu makan sayuran untuk mendapatkan serat pangan ?

    Topik mengenai serat ini bisa kamu baca pada artikel SERAT.

    Bukankah sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat penting?

    Mari kita bahas mengenai seluruh vitamin dan mineral esensial bagi manusia:

    • Vitamin A: 12 sampai 24 kali lebih mudah diserap yang dari hewan. Jika dari tumbuhan dalam bentuk beta-karoten, maka hanya 1/12 yang bisa diserap. Jika dalam bentuk alfa-karoten, maka hanya 1/24 saja yang bisa diserap.
    • Vitamin B1, B2, B3, B6: sumber hewani merupakan sumber terbaik.
    • Vitamin B12: TIDAK ADA di tumbuhan mana pun.
    • Vitamin C: tumbuhan merupakan sumber yang lebih baik.
    • Vitamin D: TIDAK DITEMUKAN pada tumbuhan.
    • Vitamin E: Sangat rendah di sumber hewani.
    • Vitamin K1: terdapat pada sumber hewan dan tumbuhan.
    • Vitamin K2: TIDAK TERDAPAT pada sumber tumbuhan, kecuali pada makanan fermentasi, terutama pada natto.
    • Folat: sumber yang tak larut pada tumbuhan menghalangi penyerapan oleh tubuh manusia.
    • Zat Besi: Heme Iron (zat besi pada hewan) 3 kali lipat lebih mudah diserap tubuh manusia, dibandingkan non-heme iron (zat besi dari tumbuhan). Masih ditambah banyak tumbuhan yang memiliki zat anti-nutrisi yang menghalangi tubuh kita dalam menyerap non-heme iron itu.
    • Kalsium: ada zat anti nutrisi pada tumbuhan yang menghalangi penyerapan kalsium.
    • Yodium: banyak tumbuhan yang mengandung goitrogen yang menghalangi penggunaan yodium oleh tubuh.
    • Zinc: sumber hewani adalah yang terbaik. Tumbuhan bahkan memiliki anti nutrisi yang menghalangi penyerapan zinc oleh tubuh.
    • ALA: terdapat pada tumbuhan dan hewan. Kira-kira hanya 5% saja dari ALA yang bisa diubah menjadi EPA, bahkan jauh lebih sedikit yang bisa diubah menjadi DHA.
    • EPA/DHA: TIDAK TERDAPAT pada tumbuhan (kecuali pada ganggang mikro dan rumput, yang tidak akan bisa dan mau kamu makan).

    Bukankah Sayuran Adalah Anti-Oksidan Yang Penting Bagi Kesehatan Manusia?

    Ini topik yang agak rumit. Banyak anti-oksidan dari tumbuhan yang tampak seperti anti kanker dan anti imflamasi, seperti yang ditunjukkan pada penelitian di laboratorium (in vitro). Karena itu tampak masuk akal jika berlaku pula pada tubuh manusia hidup (in vivo).

    Tapi seperti kemoterapi, anti-oksidan tumbuhan terkuat adalah pedang bermata dua. Mereka tidak hanya membunuh sel kanker saja, tapi juga membunuh sel yang sehat.

    Sebagai contohnya, kamu bisa baca artikel yang membahas khusus mengenai Brokoli dan Keluarga Crucifers pada umumnya.

    KESIMPULAN Mengenai Sayuran

    TIDAK ADA bukti ilmiah yang membuktikan kalau makan sayuran itu penting, apalagi yang menunjukkan baik bagi kesehatan kita. Akan tetapi, mayoritas sayuran memiliki kandungan karbohidrat, dan kalori, yang sedikit, sehingga alih-alih kita ngemil junk food, lebih baik ngemil sayuran saja.

    Karena kandungan seratnya yang tinggi, sayuran akan sangat sulit dicerna, hampir tidak mungkin, terutama bila dimakan mentah-mentah. Oleh karena itu pula, nutrisi yang terdapat pada sayuran juga sulit diserap oleh tubuh kita.

    Sayuran mengandung zat kimia yang berfungsi sebagai sistem pertahanan alami mereka, yang tetap ada walau sayuran itu telah lama mati. Zat kimia ini sangat beracun bagi sel tubuh kita, tapi dengan memakannya dalam porsi yang sedikit saja mungkin relatif aman bagi manusia modern.

    Ekstrak sayuran dan konsentrat sayuran mungkin tidak seaman yang diiklankan, karena itu artinya dosis kandungan kimia berbahaya sayuran jadi berlipat ganda.

    Ada sayuran yang sebenarnya adalah tergolong buah, yang menyamar menjadi sayuran, karena mereka memiliki biji.

    Ada pula sayuran yang sebenarnya tergolong tumbuhan polong. Contohnya adalah kacang hijau. Kacang yang terdapat di dalamnya memiliki risiko yang sangat spesial.

     

    BACA: Gandum, Kacang-kacangan, dan Biji-bijian

    Kecambah dari tumbuhan/sayuran juga memiliki kadar senjata kimia berbahaya yang jauh lebih tinggi, karena kecambah merupakan “bayi” bagi tumbuhan induk. Oleh karena itu lebih memerlukan perlindungan ekstra dari predatornya.

    Untuk lebih mempermudahnya, racun lebih terkonsentrasi pada kulit tumbuhan, untuk melindungi tumbuhan tersebut pada permukaannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengupas kulit sayuran terlebih dahulu. Memasak juga dapat mengurangi tingkat risiko senjata kimia alami sayuran.

    BACA Juga Anti Nutrisi: Serangan Balik Tumbuh-tumbuhan.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar