Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Protein

    /
    /
    /
    62 Views

    Apa itu protein? Dan apa fungsinya?

    protein sumber
    Sumber Protein Hewani

     

    Protein, sebagai salah satu anggota makro-nutrisi bersama lemak dan karbohidrat, merupakan suatu unsur yang sangat penting, yang berperan sangat kritis dalam tubuh manusia. Tapi bedanya adalah, tubuh manusia tidak memiliki sistem penyimpanan protein, hanya lemak dan karbohidrat yang bisa disimpan kelebihannya.

    Protein, merupakan bahan utama pembangun dan untuk memperbaiki sel badan kita. Protein juga diperlukan mengatur kerja jaringan dan organ dalam kita. Rambut dan kuku manusia juga terbuat dari protein.

    Protein terdiri dari ratusan ribu satuan unit yang lebih kecil, yang biasa disebut sebagai asam amino, atau Amino Acids, yang tersambung satu dengan yang lainnya sehingga membentuk rantai yang panjang.

    Ada 20 asam amino yang bisa membentuk macam-macam kombinasi protein. Urutan dari kombinasi asam amino itu yang menentukan struktur 3 dimensi dari masing-masing protein yang unik, beserta fungsinya masing-masing.

    9 Fungsi Utama Protein

    Ada begitu banyak fungsi protein dalam tubuh manusia. Inilah 9 fungsi yang paling penting dari protein:

    1. Untuk pertumbuhan dan pemeliharaan

    Tubuh kita membutuhkan protein untuk menumbuhkan dan memelihara jaringan tubuh.

    Tapi kadar protein di dalam tubuh kita juga selalu dalam kondisi tak stabil.

    Dalam keadaan yang normal, badan kita memecah protein dalam jumlah yang sama seperti yang digunakan untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Dalam kasus khusus, jumlah protein yang dipecah lebih banyak daripada yang dapat dibuat, sehingga meningkatkan kebutuhan protein dalam tubuh kita.

    Kasus khusus ini misalnya seperti dalam keadaan sedang sakit, selama masa kehamilan, menyusui, orang yang dalam masa pemulihan setelah operasi atau kecelakaan, orang yang berusia lanjut, dan atlit olahraga.

    1. Reaksi biokimia

    Enzim adalah protein yang membantu ribuan reaksi biokimia yang mengambil tempat di dalam dan di luar sel tubuh manusia.

    Struktur enzim memungkinkan mereka untuk mengombinasikan berbagai molekul di dalam sel yang disebut substrat, yang menjadi katalis yang penting bagi metabolisme manusia.

    Enzim juga berperan di luar sel tubuh, seperti enzim pencernaan seperti laktase dan sukrase, yang berperan untuk mencerna gula.

    Beberapa enzim juga membutuhkan molekul lainnya, seperti vitamin dan mineral, untuk bisa bereaksi dengan baik.

    Kekurangan enzim bisa berakibat pada berbagai masalah kesehatan.

    1. Berperan sebagai penyampai pesan

    Beberapa protein disebut sebagai hormon, yang berperan sebagai penyampai pesan kimiawi yang membantu sel-sel, jaringan, dan organ tubuh manusia berkomunikasi.

    Hormon dihasilkan oleh kelenjar dan kemudian ditransportasikan melalui aliran darah menuju jaringan dan organ di mana mereka akan mengikat penerima protein pada permukaan sel.

    Secara umum, hormon terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

    • Protein dan peptid
    • Steroid, terbuat dari kolesterol, seperti hormon seksual, testosteron, dan estrogen
    • Amine

    Protein dan peptid membangun sebagian besar hormon dalam tubuh manusia, seperti hormon-hormon:

    • Insulin: berperan untuk menurunkan gula darah dan menyimpannya sebagai cadangan lemak dalam sel dan jaringan tubuh manusia
    • Glukagon: merupakan hormon anti-insulin, alias kebalikannya. Berfungsi untuk membongkar kelebihan cadangan lemak dari tubuh, yang berasal dari kelebihan asupan gula
    • Human Growth Hormone (HGH): bertugas untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan berbagai jaringan tubuh, seperti tulang dan kulit
    • Anti-Diuretic Hormone (ADH): memberi sinyal kepada ginjal untuk menyerap air
    • Adreno-Cortico-Tropic Hormone (ACTH): bertugas untuk merangsang pelepasan hormon kortisol

    1. Sebagai bahan pembangun

    Bayangkan protein sebagai batu bata. Tanpa batu bata, sebuah bangunan jadi kosong karena hanya akan terbuat dari tiang-tiangnya saja.

    Demikian pula dengan protein. Beberapa jenis protein sangat keras dan kuat, sehingga bisa memberikan kekuatan dan kekokohan seperti bangunan pada sel dan jaringan tubuh.

    Contoh protein yang berfungsi sebagai ‘batu bata’ adalah:

    • Keratin: merupakan protein struktural yang bisa ditemukan pada kuku, rambut, dan kulit manusia
    • Kolagen: merupakan bahan baku utama tulang, sendi, ligamen, dan kulit manusia
    • Elastin: ratusan kali lipat lebih elastis dari kolagen. Sedemikian elastisnya sehingga memungkinkan suatu jaringan dan organ tubuh kita untuk bisa kembali lagi seperti semula setelah direnggangkan dan berkontraksi. Contohnya bisa ditemukan pada paru-paru, pembuluh darah, dan kandung kemih kita.

    1. Menjaga tingkat keasaman (pH)

    Protein memainkan peran yang vital dalam mengatur konsentrasi asam dan basa di dalam darah dan semua cairan dalam tubuh kita.

    Keseimbangan asam dan basa diukur menggunakan skala yang disebut pH, di mana pH 0 merupakan kadar yang paling asam, dan pH 14 merupakan kadar yang paling basa.

    Contoh-contoh nilai pH dalam kehidupan sehari-hari:

    • pH 2: asam lambung
    • pH 4: jus tomat
    • pH 5: kopi hitam
    • pH 7,4: darah manusia
    • pH 12: air sabun

    Variasi sistem buffering, atau penetralan, dalam badan manusia memungkinkan cairan dalam tubuh menjaga tingkat keasaman dalam kadar yang normal. Angka pH yang konstan sangat diperlukan, karena perubahan tingkat keasaman, walau hanya sedikit saja, dapat berpengaruh buruk bagi manusia, bahkan kematian.

    Salah satu cara untuk menjaga angka pH adalah dengan memakai protein. Sebagai contoh, kita ambil hemoglobin, atau sel darah merah.

    Hemoglobin mengikat sejumlah kecil asam, yang bertugas untuk menjaga angka normal pH di dalam darah.

    Contoh sistem untuk menetralkan kadar pH lainnya adalah fosfat dan bikarbonat.

    1. Menyeimbangkan cairan tubuh

    Protein mengatur berbagai proses di dalam badan manusia untuk menjaga keseimbangan cairan.

    Albumin dan globulin adalah jenis protein di dalam darah yang bertugas mengatur keseimbangan cairan tubuh, dengan cara menarik dan mengikat air. Apabila kamu kekurangan asupan protein, maka kadar albumin dan globulin dalam darahmu akan menurun drastis.

    Sebagai konsekuensinya, protein tidak dapat menjaga darah di dalam pembuluh darah, sehingga air akan mengisi jarak di antara sel-sel. Karena air terus mengisi celah antara sel, maka pembengkakan atau busung akan terjadi, utamanya pada daerah lambung.

    Ini adalah salah satu bentuk penyakit akibat kekurangan protein, biasa disebut dengan nama Kwashiorkor, yang biasa berkembang karena seseorang mengonsumsi kalori yang cukup, tapi tidak mengonsumsi protein yang cukup.

    Kwashiorkor (Kwasiorkor) jarang terjadi pada negara yang sudah maju, kebanyakan terjadinya di daerah di mana bencana kelaparan melanda.

    1. Mendukung imunitas badan manusia

    Protein membantu dalam pembentukan immunoglobulin, atau biasa disebut dengan antibodi, untuk melawan infeksi yang mungkin terjadi dalam tubuh manusia.

    Antibodi merupakan sejenis protein dalam darah yang membantu melindungi badan manusia dari penyerang asing, seperti virus dan bakteri. Pada saat penyerang asing ini memasuki sel-sel kita, maka badan kita akan segera memproduksi antibodi yang akan membasmi penyerang asing ini.

    Tanpa keberadaan antibodi ini, virus dan bakteri dapat dengan bebas berkembang biak dan menguasai badan kita dengan berbagai penyakit yang mereka bawa.

    Tapi untungnya, cukup sekali saja badan kita memproduksi antibodi yang spesifik terhadap satu jenis virus atau bakteri, maka untuk selamanya sel-sel tubuh kita tidak akan pernah lupa bagaimana cara memproduksi antibodi tersebut.

    Hal ini memungkinkan tubuh kita untuk sesegera mungkin mengenali apabila selanjutnya virus atau bakteri tersebut datang lagi, dan bisa langsung memproduksi antibodi yang sesuai untuk segera mengeliminasinya. Sebagai hasil akhirnya, badan kita jadi kebal terhadap penyakit yang sudah pernah diderita dan disembuhkannya.

    Inilah cara kerja vaksin.

    1. Mengantarkan dan menyimpan nutrisi

    Protein mengantarkan dan mentransportasikan gizi melalui aliran darah, ke dalam sel, keluar dari sel, dan antar sel. Substansi yang bisa diantarkan oleh protein terdiri dari vitamin, mineral, gula darah, kolesterol, serta oksigen.

    Sebagai contoh, hemoglobin adalah protein yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru menuju ke berbagai jaringan tubuh. Glucose transporters (GLUT) membawa gula ke dalam sel. Sementara lipoprotein membawa kolesterol dan lemak-lemak lainnya ke dalam sel tubuh.

    Protein tipe transporter adalah sangat spesifik, dalam artian protein tersebut hanya bisa membawa satu jenis substansi saja. Misalnya, protein yang khusus membawa glukosa tidak akan bisa ikut membawa lemak.

    Protein juga bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Contohnya adalah ferritin yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat besi dalam tubuh.

    Protein penyimpanan lainnya adalah casein, yang menjadi protein utama dalam susu yang membantu bayi tumbuh kembang dengan baik.

    1. Sebagai sumber energi

    Ya betul! Protein BISA dan DAPAT menjadi sumber energi manusia.

    Potensi energi yang tersimpan di dalam protein sama dengan potensi energi dalam karbohidrat, sekitar 4 kCal untuk setiap gramnya, sementara lemak bisa menyediakan sekitar 9 kCal per gramnya.

    AKAN TETAPI, substansi terakhir yang akan dipilih oleh badan kita sebagai sumber energi adalah protein, karena protein merupakan sebuah nutrisi yang sangat berharga.

    Ingat! Protein tidak dapat disimpan dalam tubuh, sehingga kelebihan asupan protein tidak akan membuat tubuh jadi memiliki cadangan.

    Lemak dan karbohidrat jauh lebih cocok untuk digunakan sebagai sumber energi, oleh sebab itu tubuh kita bisa menyimpan kelebihan asupannya dalam bentuk cadangan makanan. Selain itu, sangat tidak efisien untuk memperoleh energi dari protein dibandingkan dengan dari lemak atau karbohidrat. (Sumber)

    Energi yang didapatkan dari memproses protein kurang lebih sama dengan energi yang diperlukan dalam proses pengambilannya itu sendiri. Jadi sangat tidak efektif dan tidak efisien.

    Oleh sebab itu, dalam kondisi normal, protein hanya menyediakan sangat sedikit, atau bahkan nol, energi untuk kebutuhan harian kamu. Barulah apabila dalam kondisi berpuasa atau tiada asupan makanan dalam waktu lebih dari 18 jam, badan kita akan mulai menggunakan protein, dari jaringan otot kita, sebagai sumber energi.

    Badan kita juga akan segera menggunakan jaringan otot sebagai sumber energi apabila asupan karbohidrat terlalu rendah, atau tidak ada sama sekali. Hal ini biasa terjadi di awal-awal diet rendah karbo.

    Hal ini bisa diatasi segera dengan memasukkan MCT, atau Medium Chained Triglyceride, agar bisa sesegera mungkin digunakan sebagai sumber energi cepat, untuk mencegah terjadinya penggunaan dan pemecahan jaringan otot untuk dipakai sebagai sumber energi.

    Biasanya hal ini terjadi dalam waktu 3 sampai 7 hari pertama, setelahnya badan kita akan terbiasa dan bisa menggunakan lemak sebagai sumber energi pengganti karbohidrat.

    Garis Besar Fungsi Protein

    Protein memiliki berbagai fungsi yang penting dalam tubuh.

    Protein bertugas untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, mengizinkan berbagai reaksi metabolik untuk bisa terjadi dan mengkoordinir fungsi-fungsi dalam badan.

    Sebagai fungsi tambahan, protein juga menjaga kadar keasaman (pH), dan menjaga kestabilan cairan tubuh. Juga protein berfungsi membuat sistem imunitas tubuh manusia tetap kuat, mengantarkan dan menyimpan zat gizi, dan apabila dibutuhkan bisa sebagai sumber energi cadangan terakhir.

    Oleh karena itu, protein bisa dikatakan sebagai nutrisi terpenting dalam hidup manusia.

    Whey Protein

    Apa itu whey protein?

    Apabila kita berbicara mengenai whey protein, pada umumnya orang akan langsung menunjuk kepada susu untuk orang yang fitness. Memang tidak salah pendapat umum ini, karena penggunaan whey protein paling banyak memang untuk keperluan fitness ini.

    Tapi sesungguhnya penggunaan whey protein tidak terbatas hanya pada susu untuk fitness saja. Susu formula untuk bayi dan balita pun sebenarnya juga memakai whey protein ini. Coba saja kamu ambil dan baca komposisi susu formula anak. Di situ tertulis whey protein sebagai bahan baku utamanya.

    Sesungguhnya terbuat dari apa whey protein ini?

    Whey protein sebenarnya merupakan produk sampingan dari proses pembuatan keju. Seperti yang kita ketahui, keju dibuat dengan bahan baku utama adalah susu sapi. Keju mengambil bagian yang padatnya, sedangkan bagian yang cair itulah yang disebut whey.

    Komposisi susu sapi itu 20% adalah whey protein, dan 80% merupakan protein casein. Sementara komposisi susu ASI adalah 60% whey protein dan 40% casein.

    Rasa asli whey protein tidaklah sedap, bahkan hampir tidak bisa dimakan manusia. Oleh karena itu, semua susu whey protein sudah pasti ditambahkan dengan perasa. Paling favorit adalah rasa vanilla, rasa coklat, dan rasa stroberi.

    Kandungan asam amino dalam whey protein sangat lengkap, mengandung 9 (sembilan) asam amino yang esensial, dan sangat mudah diserap tubuh manusia.

    Dalam proses pembuatannya, kandungan gula dan lemak dalam susu akan dihilangkan, sehingga yang tersisa hanyalah proteinnya saja. Sehingga kandungan gula dan lemaknya jadi sangat sedikit, bahkan dalam beberapa produk hampir nol.

    Ada 3 jenis whey protein yang umum dijual di pasaran, yakni:

    1. Whey protein konsentrat (Whey Protein Concentrate)

    Merupakan jenis whey yang paling awal dihasilkan. Mengandung sekitar 70%-80% kandungan whey, sisanya berupa laktosa (gula susu) dan lemak.

    Memiliki rasa yang paling bisa diterima oleh lidah manusia.

    1. Whey protein isolat (Whey Protein Isolate)

    Merupakan tahap lanjutan dari proses pemurnia whey, mengandung protein dengan kadar di atas 90%, dengan hampir tidak ada lagi laktosa (gula susu) dan lemak.

    Rasanya sudah pahit, karena itu selalu ditambahkan dengan perasa buatan.

    1. Whey protein hidrolisat (Hydrolyzed Whey Protein)

    Merupakan tingkatan paling murni dari whey protein, paling cepat diserap tubuh manusia, tapi juga paling tinggi menyebabkan lonjakan insulin dalam darah.

    Soal harga, whey protein konsentrat adalah jenis protein yang paling murah, karena paling mudah untuk didapatkan. Serta jangan lupa kandungan gizi lainnya yang belum hilang, seperti 2 jenis protein lainnya yang juga turut menghilangkan beberapa gizi dalam proses pembuatannya.

    Tapi jangan lupa, kandungan gulanya juga yang paling tinggi, sehingga bagi kamu yang ingin melakukan diet rendah karbo, jangan memilih jenis protein ini. Dianjurkan mengonsumsi protein dalam bentuk daging atau telur saja. Jika tetap memilih whey protein, pilihlah yang jenis isolat.

    Harap diperhatikan bahwa jauh lebih baik apabila kamu memenuhi asupan protein harianmu dari makanan padat, seperti daging, ikan, telur. Selalu letakkan whey protein di urutan terakhir, hanya sebagai pelengkap saja apabila kamu merasa kesulitan dalam pemenuhan harian proteinmu.

    Bahkan jika kamu sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan harian akan protein dari makanan saja, sangat tidak dianjurkan untuk menambah asupan susu whey protein ini. Karena justru akan membebani kerja ginjal, tapi tidak memberi efek positif ke badan kamu.

    KESIMPULAN Tentang Protein

    Protein merupakan raja dari semua nutrisi, King of the Nutrients, terutama makro-nutrisi. Tanpa protein, ada begitu banyak proses dalam tubuh yang bisa terganggu.

    Protein tidak bisa disimpan, sehingga tubuh kita membutuhkan asupan dari luar. Ada 9 jenis protein yang tergolong esensial, sehingga harus dimasukkan dalam bentuk makanan. Mereka adalah  phenylalanine, valine, threonine, tryptophan, methionine, leucine, isoleucine, lysine, dan histidine.

    Ada juga protein yang conditionally-esensial, yang bisa dibuat oleh badan manusia secara terbatas dalam kondisi tertentu tanpa perlu dimasukkan lagi dari makanan dan minuman. Mereka adalah arginine, cysteine, glycine, glutamine, proline, dan tyrosine.

    Ada juga jenis protein yang non-esensial, yang ini benar-benar dapat dicukupi oleh sintesis tubuh manusia. Mereka adalah alanine, aspartic acid, asparagine, glutamic acid dan serine.

    Jadi, jangan sampai kamu kekurangan asupan protein harianmu ya, teman-teman.

    Semoga kamu sehat selalu.

    AloSehat.com tidak menyediakan diagnosis dan saran medis. Untuk mendapatkannya, kamu dianjurkan untuk menghubungi dokter terdekat.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar