Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Bersama Menuju Sehat, Yakin Kalahkan Penyakit Degeneratif!

    Penurun Kolesterol

    /
    /
    /
    15 Views

    Penurun Kolesterol

    penurun kolesterol
    Serangan Jantung Akibat Kolesterol Tinggi

    Kadar kolesterol dalam darah telah menjadi rujukan kesehatan setiap manusia di muka bumi ini. Dan kadar kolesterol yang terlalu tinggi telah disinyalir menjadi penyebab berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung koroner. Oleh sebab itu, makanan penurun kolesterol merupakan makanan yang paling banyak dicari di belahan dunia mana pun juga saat ini.

    Penurun kolesterol ada 2 (dua) macam, yaitu penurun kolesterol dengan mengonsumsi obat-obatan khusus, contohnya obat jenis statin seperti simvastatin, dan penurun kolesterol secara alami, yakni dengan hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu.

    Yang termasuk ke dalam penurun kolesterol secara alami juga adalah dengan mengganti pola makan kita, bukan hanya dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan yang konon “dipercaya” bisa menurunkan kadar kolesterol saja. Karena sebenarnya yang patut kita perhatikan adalah apa yang menyebabkan naiknya kadar kolesterol, sehingga diperlukan sesuatu seperti penurun kolesterol.

    Sekilas Mengenai Penyebab Naiknya Kolesterol Dalam Darah

    Kolesterol merupakan lemak yang berada dalam darah yang dibungkus dengan protein, oleh sebab itu disebut dengan nama Lipo-Protein. Lipo adalah lipid, alias lemak. Ada 2 jenis lipoprotein yang kita kenal secara luas, yakni LDL, atau kolesterol “jahat”, dan HDL, atau kolesterol “baik”. Tapi benarkan LDL se”jahat” itu dan HDL se-“baik” itu?

    Mari kita kupas lebih lanjut.

    LDL, singkatan dari Low Density Lipoprotein, merupakan jenis kolesterol yang di dalamnya terkandung berbagai jenis LDL juga, tidak hanya melulu satu jenis LDL saja. Dalam suatu tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol yang umum, hanya ditampilkan nilai LDL secara total saja, tanpa mengetahui lebih rinci lagi masing-masing komponennya.

    Tapi itu dulu, dulu sekali. Sekarang jaman semakin maju, dan kita pun sudah bisa memerinci LDL yang ada di dalam darah kita. Dalam penelitian lebih lanjut, LDL terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu:

    1. LDL tipe A, yaitu LDL yang berukuran partikel besar dan ringan, sehingga mudah mengapung dan mengalir dalam darah manusia
    2. LDL tipe B, yaitu LDL yang berukuran kecil dan lebih padat, sehingga lebih mudah tenggelam dan sulit untuk mengalir dalam darah manusia.
    3. LDL tipe A/B, yaitu jenis LDL yang berada di antara keduanya.

    Penurun Kolesterol “Jahat” dan Penaik Kolesterol “Baik”

    Nah, dari ketiga jenis LDL tersebut di atas, kira-kira yang mana yang jahat dan bersifat menyumbat aliran darah?

    Yup, betul sekali! Jawabannya adalah LDL tipe B yang berukuran kecil dan padat. Karena ukurannya, ia bisa dengan mudah menyusup ke sela-sela dinding pembuluh darah. Dan karena tidak mudah mengapung, ia juga lebih bersifat mengendap, sehingga apabila menumpuk dalam jangka waktu lama, ia bisa menjadi plak yang berbahaya.

    Malah dalam penelitian terkini, LDL tipe A, yang berukuran besar dan bersifat ringan tersebut, mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Sangat berbeda 180 derajat dengan LDL tipe B ya, padahal sama-sama LDL lho.

    Jadi, apakah LDL sungguh-sungguh kolesterol “jahat”?

    Sekarang kamu tahu jawabannya bila ada orang yang bertanya.

    Tentu kita ingin tahu juga bagaimana cara menurunkan kadar LDL tipe B, dan meningkatkan kadar LDL tipe A. Karena itu adalah kondisi yang ingin kita tuju.

    Berdasarkan penelitian, semua makanan yang mengandung karbohidrat akan segera menaikkan kadar LDL tipe B. Bukan lemak ya.

    Dan untuk menaikkan kadar LDL tipa A kita harus mengonsumsi segala makanan yang mengandung lemak, khususnya lemak jenuh, atau saturated fat, atau dalam hal ini untuk lebih mudahnya saya sebutkan adalah lemak hewani, yaitu lemak yang berasal dari hewan, bukan tumbuh-tumbuhan.

    Jadi lain untuk lebih mudahnya, makanan yang mengandung karbohidrat berpotensi besar menaikkan LDL tipe B, dan makanan yang berasal dari hewan akan menaikkan LDL tipe A.

    ARTINYA: mengonsumsi makanan karbohidrat akan menaikkan risiko terkena serangan jantung koroner, TAPI mengonsumsi makanan hewani akan menurunkan risiko terkena serangan jantung koroner.

    Jadi, apabila dokter Anda menyuruh Anda untuk menurunkan kadar kolesterol LDL, itu sebenarnya artinya ia menyuruh Anda untuk menurunkan kolesterol LDL tipe B ini. Bukan kolesterol LDL tipe A.

    Kebalikan dari apa yang selama ini diajarkan kepada kita semua kan?

    Selama ini kita telah di-doktrin untuk menjauhi segala daging-dagingan dan telur, serta memperbanyak konsumsi produk nabati. Lemak pun harus lemak nabati seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung dan lain sebagainya.

    Justru pola makan yang seperti itu malah berpotensi meningkatkan risiko terkena serangan jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah. Padahal sebenarnya untuk menurunkan risikonya hanyalah dengan mengonsumsi daging-dagingan dan telur saja, dan mengurangi atau bahkan menghilangkan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

    Dan berita buruknya, semua jenis obat-obatan penurun kolesterol yang ada di pasaran TIDAK ADA yang bisa menurunkan LDL tipe B ini. LDL tipe B hanya bisa diturunkan dengan menghilangkan dan menghapus segala makanan yang mengandung karbohidrat dari piring dan mangkuk Anda.

    Itu tadi baru kita bahas mengenai LDL. Sekarang kita akan membahas sang kolesterol “baik”, yaitu HDL.

    HDL, Sang Kolesterol “Baik”

    Benarkah HDL 100% adalah kolesterol yang baik? Mari kita dalami.

    HDL, seperti LDL, juga memiliki 2 jenis, yakni HDL-2 dan HDL-3.

    Apabila dokter Anda menyuruh Anda untuk meningkatkan kadar HDL, itu artinya ia sebenarnya menyuruh Anda untuk meningkatkan kadar HDL-2 Anda. Karena yang benar-benar berfungsi melindungi Anda, dan kita semua, dari risiko serangan jantung koroner adalah HDL-2. Bukan HDL-3.

    Hanya HDL-2 saja yang berfungsi mengurangi risiko terkena serangan jantung koroner. HDL-3 tidak memiliki fungsi seperti itu. Jadi jangan merasa tenang dulu apabila kamu mendapati nilai HDL kamu tinggi, karena kamu harus mengetahui dulu yang tinggi itu HDL-2 atau HDL-3.

    Nah bagaimana caranya kita bisa meningkatkan kadar HDL-2 kita secara alami?

    Lagi-lagi jawabannya dengan mengonsumsi lemak hewani, alias saturated fat, atau lemak jenuh. Yang selama ini telah dijadikan “kambing hitam” dari segala penyakit di jaman modern ini.

    Padahal dengan rutin mengonsumsinya, kita justru meningkatkan kadar HDL-2 yang berfungsi melindungi jantung kita. Dalam bahasa umumnya, meningkatkan kadar kolesterol baik kita.

    Sekali tepuk, dua tiga lalat didapat.

    Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

    Hanya dengan mengonsumsi daging dan telur, kamu akan meningkatkan kadar LDL tipe A dan kadar HDL-2, yang sama-sama berfungsi untuk melindungi jantungmu dari potensi serangan jantung koroner. Mudah sekali bukan?

    Dan untuk penurun kolesterol jahat, yang sungguh-sungguh dan benar-benar jahat, yakni LDL tipe B, cukup dengan menghilangkan segala karbohidrat dari seluruh menu makan kamu.

    Kesimpulan dari Penurun Kolesterol

    Penurun kolesterol JAHAT yang paling alami dan paling aman adalah dengan menghilangkan makanan yang mengandung karbohidrat, dan/atau gula. Bukan dengan mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol. Karena obat tersebut terbukti TIDAK BISA sungguh-sungguh menurunkan LDL tipe B.

    Sedangkan untuk menaikkan kolesterol BAIK yang sungguh-sungguh baik, yaitu LDL tipe A dan HDL-2, adalah dengan mengonsumsi semua daging dan telur yang mengandung kadar lemak tinggi, karena lemak yang terdapat di daging merupakan jenis lemak jenuh yang terbukti efektif meningkatkan kadar kolesterol baik manusia.

    Jangan terkecoh dengan angka total kolesterol saja, atau total LDL atau total HDL saja, karena angka-angka itu tidak menunjukkan seberapa aman tingkat kesehatan Anda. Anda harus melakukan tes yang lebih spesifik lagi untuk bisa memahaminya.

    Baca Juga: Jenis Makanan yang Jadi Pantangan Kolesterol

    Salam sehat bebas obat selalu dari saya!

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar