Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Bersama Menuju Sehat, Yakin Kalahkan Penyakit Degeneratif!

    Normal Kolesterol

    /
    /
    /
    15 Views

    Normal Kolesterol

    normal kolesterol

    Berapa batas normal kolesterol bagi manusia yang masih dianggap sehat dan aman? Pertanyaan ini tentunya mengemuka seiring dengan berkembangnya berbagai macam penyakit yang bisa saja mengiringinya bila kita tidak memperhatikan tingkat dan batasan aman kolesterol darah kita.

    Kolesterol sendiri merupakan suatu senyawa lemak yang terbungkus oleh protein yang beredar di dalam aliran darah kita. Semakin tinggi melewati ambang batas aman dan sehat kolesterol kita, semakin tinggi pula risiko kita akan terkena serangan jantung koroner, penyumbatan pembuluh darah, dan stroke.

    Oleh karena itu, mengetahui serta memahami berapa batas normal kolesterol membuat kita bisa mengurangi risiko akan bahaya tersebut.

    Pengetahuan Umum Tentang Batas Normal Kolesterol Manusia

    Ambang batas aman maksimal kolesterol total manusia harus di bawah angka 200 mg/dL. Bila sudah lebih dari itu, maka kamu sudah wajib waspada. Apalagi bila kolesterol total kamu sudah melewati angka 240 mg/dL.

    Kolesterol sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

    1. LDL (Low Density Lipoprotein). Biasa dikenal dengan sebutan “kolesterol jahat”.
    2. HDL (High Density Lipoprotein). Biasa dikenal dengan sebutan “kolesterol baik”.

    Untuk LDL, batasan aman dan sehat kolesterol adalah 100 mg/dL. Lebih dari itu, kamu sudah harus waspada akan berbagai gangguan kesehatan.

    Untuk HDL, batasan aman dan sehat kolesterol adalah minimal 60 mg/dL. Lebih rendah dari itu tidak baik, kamu justru harus menambahnya. Semakin tinggi angkanya, semakin baik bagi jantung.

    Untuk Trigliserida, batasan aman dan sehat kolesterol adalah di bawah 150 mg/dL. Lebih dari itu maka risiko terkena serangan jantung semakin besar.

    Selain 3 angka itu, juga ada angka kolesterol total yang dituliskan dalam lembar tes profil lipid kita. Angka ini merupakan jumlah total LDL, HDL, dan Trigliserida.

    Dalam ilmu pengetahuan medis yang lama, kita cukup melihat total kolesterol saja, sudah bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan kita. Tapi di jaman sekarang ini, di saat ilmu sudah lebih maju lagi, melihat total kolesterol saja tidak cukup.

    Bahkan hanya melihat total LDL dan HDL dan Trigliserida saja pun tidak bisa menggambarkan bagaimana kondisi badan kita. Karena tingkat kolesterol yang tinggi ternyata tidak berarti risiko serangan jantung yang meninggi juga. Sementara total kolesterol yang rendah pun sama saja, tidak berarti risiko serangan jantung yang rendah pula.

    Lalu bagaimana kita harus menyikapi tentang hasil tes kolesterol darah kita?

    Ilmu Pengetahuan Baru Mengenai Batas Normal Kolesterol Manusia

    Dalam pengetahuan yang umum, dikatakan bahwa LDL merupakan kolesterol yang jahat, sementara HDL merupakan kolesterol yang baik. Tapi ternyata tidak semua LDL adalah kolesterol yang jahat, karena ternyata ada jenis LDL yang justru melindungi jantung manusia dari risiko akan serangan jantung lho.

    Dan tidak semua HDL adalah kolesterol yang baik, karena ada juga jenis HDL yang tidak membantu sama sekali dalam perlindungan jantung akan bahaya jantung koroner dan penyakit jantung lainnya.

    Apakah kamu sudah tahu akan hal ini?

    LDL, atau “kolesterol jahat”, bisa terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

    1. LDL tipe A. Merupakan LDL yang bersifat ringan, berukuran partikel besar, dan mudah mengapung serta mengalir di dalam aliran darah manusia.
    2. LDL tipa B. Merupakan LDL yang bersifat padat, berukuran partikel kecil, serta lebih mudah untuk tenggelam dan mengendap pada dinding pembuluh darah alih-alih ikut mengalir dalam darah.
    3. LDL tipe A/B. Merupakan kondisi di antara tipe A dan tipe B.

    Dari penjelasan singkat tersebut, bisakah kamu menebak, kira-kira LDL tipe yang mana yang berbahaya bagi jantung kita?

    Ya! Tepat sekali. Jawabannya adalah LDL tipe B. Mengapa?

    Karena LDL tipe B lebih cenderung untuk mengendap di dinding pembuluh darah, maka ia juga sangat berpotensi untuk menumpuk menjadi plak, yang pada akhirnya akan penyumbat pembuluh darah kita.

    Sementara LDL tipe A akan selalu mengalir dengan bebas sesuai aliran darah kita. Ia juga tidak bisa menyelip pada dinding pembuluh darah, karena ukurannya yang cenderung besar, tidak seperti LDL tipe B yang berukuran kecil sehingga mudah sekali untuk menyelip pada sela-sela dinding pembuluh darah.

    Jadi kalau kita hanya melihat kolesterol LDL total saja, mana mungkin kita bisa tahu LDL tipe mana yang lebih banyak. Apalagi bila yang kita lihat hanya angka kolesterol total saja. Sama sekali tidak bisa menjadi gambaran akan kondisi kesehatan kita.

    Dan dalam penelitian terkini, diketahui bahwa LDL tipe A justru bersifat melindungi jantung dan pembuluh darah akan bahaya serangan jantung dan berbagai penyakit jantung lainnya. Sementara LDL tipe B, seperti tebakanmu, inilah yang selama ini menjadi “kolesterol” jahat yang sesungguhnya.

    LDL tipe B bersifat merusak jantung, serta meningkatkan risiko penyakit jantung lainnya.

    Dan untuk HDL sendiri, juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

    1. HDL-2. HDL jenis ini yang melindungi jantung kita akan bahaya serangan jantung koroner.
    2. HDL-3. HDL jenis ini sama sekali tidak memiliki fungsi yang seperti HDL-2.

    Jadi ternyata tidak semua HDL merupakan “kolesterol baik”. Hanya HDL-2 saja yang bisa disebut baik, sementara HDL-3 sama sekali tidak bisa melindungi jantung kita.

    Jadi bila kita hanya melihat angka total kolesterol HDL saja, mana mungkin kita bisa tahu jenis HDL mana yang lebih dominan. Apalagi bila yang kita lihat hanya angka total kolesterolnya saja. Sama sekali tidak bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya kondisi kesehatan kita.

    Bila angka HDL-3 kita tinggi dan HDL-2 rendah, maka sebenarnya kita tidak terlindung dari bahaya serangan jantung. Padahal pada angka kolesterol HDL terbaca nilai yang tinggi.

    Sama sekali tidak akurat.

    Oleh karena itu, banyak sekali orang yang dengan melihat angka kolesterol saja sudah merasa aman. Tapi ternyata mereka tetap saja terkena serangan jantung, stroke, dan lain-lain. Padahal kenyataannya kita harus melihat lebih rinci lagi masing-masing komponen setiap kolesterolnya.

    Bagaimana Cara Mendapatkan Nilai Normal Kolesterol Kita?

    Yang menjadi fokus kita sekarang adalah LDL tipe B yang berbahaya tersebut. Fokuskan pada upaya untuk menurunkan kadarnya sampai di bawah batas sehat dan aman.

     

    Dari penelitian, kita bisa tahu bahwa untuk meningkatkan LDL tipe B, yang berbahaya, adalah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Dan mengurangi atau menghilangkan karbohidrat akan mengurangi angka LDL tipe B tersebut.

    Obat penurun kolesterol yang dijual di apotek-apotek TIDAK BISA menurunkan LDL tipe B ini.

    Sementara untuk meningkatkan nilai LDL tipe A, yang berfungsi melindungi jantung kita, kita harus mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, lebih spesifiknya adalah lemak jenuh atau saturated fat.

    Dari mana sumber terbaik lemak jenuh? Dari lemak hewani. Daging dan telur menyediakan sumber lemak jenuh yang terbaik dan terbanyak. Sementara lemak yang disediakan oleh produk nabati merupakan lemak tak jenuh atau unsaturated fat, yang tidak bisa meningkatkan LDL tipe B.

    Dan untuk meningkatkan HDL-2, yang berfungsi melindungi jantung kita, juga dengan cara mengonsumsi lemak jenuh, yang asalnya dari daging dan telur tersebut juga. Dalam arti semua makanan hewani merupakan sumber lemak terbaik tersebut.

    Kesimpulan Dari Batas Aman Kolesterol

    Untuk mendapatkan kolesterol kita sampai ke tingkat yang normal, maka yang harus kita lakukan hanyalah memperbanyak konsumsi daging yang berlemak DAN menghentikan segala asupan makanan yang mengandung karbohidrat. BUKAN dengan mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol, seperti Simvastatin. Karena obat jenis itu justru TIDAK menurunkan LDL tipe B. Jadi sama sekali tidak berefek yang positif.

    PERHATIAN! Lakukan keduanya sekaligus. Jangan lakukan satu saja. Tingginya konsumsi lemak hewani HARUS diikuti dengan hilangnya konsumsi karbohidrat.

    Angka kolesterol yang tinggi bukanlah suatu momok yang menakutkan lagi. Yang kita harus lakukan adalah melakukan tes darah untuk mendapatkan hasil yang lebih rinci lagi dari setiap komponen.

    Dari situ kita baru bisa menilai bagaimana sesungguhnya kondisi kesehatan kita. Tapi sebagai panduan umumnya, bila kita mengurangi atau menghapus karbohidrat dari menu makan kita, maka sudah bisa dipastikan kolesterol kita sebenarnya berada pada tingkat kolesterol yang normal dan sehat.

    Baca juga Rahasia Penurun Kolesterol ini!

    Salam sehat dan bebas obat selamanya.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar