Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Kolesterol, Lebih Dalam, Lebih Up-to-Date, Lebih Akurat

    /
    /
    /
    53 Views

    Kolesterol, Lebih Dalam, Lebih Up-to-Date, Lebih Akurat

    Lanjutan dari: Kolesterol Tahap Awal

    Kolesterol! Ahhh… kolesterol yang malang, begitu salah dimengerti. Semua sel hewan membutuhkan kolesterol untuk menjalankan fungsi dan membentuk strukturnya masing-masing. Mayoritas kolesterol di dalam tubuh kita TIDAK berasal secara langsung dari makanan yang kita makan, seperti telur dan daging, tapi dari LIVER, yang SANGGUP untuk membuat kolesterol dari APAPUN makanan yang kita konsumsi. Jadi, jika makanan yang mengandung kolesterol tinggi TIDAK menyebabkan kolesterol tinggi, apa penyebab sebenarnya?

    APA ITU KOLESTEROL?

    Kebanyakan orang, terutama di Indonesia, sama sekali tidak mengerti apa itu kolesterol.

    Tidak akan ada kehidupan manusia tanpa kolesterol. Membran sel, yang membungkus dan melindungi bagian dalam sel, HARUS mengandung kolesterol untuk bisa berfungsi dengan sempurna. Kolesterol berkontribusi pada kelembutan membran sel dan menjaga mereka agar tidak rontok. Tunggu dulu, masih ada banyaaaak lagi!

    Seluruh komponen tubuh kita berikut ini terbuat dari kolesterol:

    • Estrogen
    • Progesteron
    • Testosteron
    • Kortisol
    • Vitamin D
    • Aldosteron
    • Empedu (untuk penyerapan lemak dan vitamin)
    • Otak
    • Myelin

    APA BEDANYA LEMAK DAN KOLESTEROL?

    Kolesterol terbuat dari unsur karbon, oksigen, dan hidrogen, sama seperti lemak, tapi bukan lemak. Kolesterol lebih padat, sebuah substansi seperti lilin yang tanpa lemak.

    Beginilah gambaran molekul lemak:

    Dan beginilah gambaran molekul kolesterol:

    kolesterol

    Kita sebagai orang awam saja dari hanya melihat kedua gambar tersebut bisa mengatakan dengan pasti bahwa keduanya berbeda sama sekali.

    Lemak hanyalah sebuah rantai panjang yang mudah. Sedangkan kolesterol adalah kombinasi cincin yang lebih rumit, tepatnya 3 buah segi enam ditambah sebuah segi lima.

    Tubuh lebih mudah dalam membuat lemak, hanya butuh 11 langkah saja dari acetyl-CoA sampai menjadi triacylglycerol. Sementara untuk membuat kolesterol, tubuh kita harus melakukan lebih dari 30 langkah.

    Tubuh kita ini pintar, ia tidak akan melakukan hal yang sia-sia, seperti membentuk kolesterol yang sedemikian rumit dan sulitnya, tanpa sebuah alasan yang bagus. Dan terutama juga, sekali sebuah kolesterol telah dibuat, maka tidak ada lagi jalan untuk kembali. Tubuh kita tidak memiliki mekanisme dan cara untuk membuka ikatan kimia kolesterol yang rumit tersebut.

     

    KOLESTEROL DI DALAM MAKANAN

    Berapa jumlah kolesterol yang wajib kita makan?

    NOL.

    Kolesterol adalah substansi yang begitu pentingnya bagi tubuh kita, sehingga tubuh kita bisa dan sanggup untuk membuatnya sendiri dari APAPUN YANG KITA MAKAN, sebut saja lemak, protein, dan karbohidrat.

    Kamu tidak perlu makan kolesterol untuk membuat kolesterol di dalam darah. Bahkan, jika kamu melakukan diet yang sama sekali tidak ada unsur kolesterol di menu makanmu, sebut saja diet vegetarian, tubuh kamu tetap saja bisa membuat kolesterolnya sendiri. Banyak sekali kaum vegetarian yang memiliki “masalah” kolesterol tinggi.

    Makanan apa yang mengandung kolesterol?

    Karena semua sel hewan memiliki kandungan kolesterol, maka seluruh makanan hewani pasti mengandung kolesterol.

    Beberapa bagian dari hewan memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi, seperti hati, kuning telur, otak, lemak susu, dan jeroan. Mengapa demikian?

    Hati adalah bagian tubuh yang membentuk kolesterol.

    Kuning telur mengandung kolesterol karena anak ayam memerlukannya untuk membentuk sel-sel baru.

    Otak mengandung kolesterol tinggi untuk meng-insulasi jaringan atau kabel syaraf di otak.

    Lemak susu mengandung kolesterol karena anak sapi membutuhkan banyak kolesterol untuk membentuk sel-sel baru untuk menumbuhkan badannya.

    Sementara jeroan memerlukan kolesterol untuk membuat hormon, dan hormon itu dibuat dari kolesterol.

    Seluruh makanan nabati dikatakan “bebas dari kolesterol”. Sebenarnya, yang tepat adalah, seluruh makanan nabati tidak mengandung kolesterol hewani. Tumbuhan memiliki kolesterol versi mereka sendiri, yang disebut dengan nama “PHYTOSTEROL”. Phytosterol ini sangat beracun bagi tubuh kita, sehingga tubuh kita secara bijaksana memilih untuk tidak menyerapnya, dan membuangnya saja.

    Jadi, secara mudahnya, hewan memiliki kandungan kolesterol yang dapat diserap dan digunakan tubuh kita, sedangkan tumbuhan memiliki kolesterol yang tidak dapat kita gunakan. Pengecualian hanya pada hewan jenis kerang.

    Hewan Crustacea yang memburu mangsanya, seperti udang, memiliki kandungan kolesterol yang bisa digunakan tubuh kita. Tapi hewan jenis Moluska, yang menyaring air dan mendapatkan makanannya dari situ, kandungan kolesterolnya tidak dapat kita gunakan.

    Dan lebih jauh lagi, “kolesterol tumbuhan” dan kolesterol Moluska, bukan hanya ditolak tubuh kita, tapi juga menghalangi penyerapan kolesterol hewani.

     

    APAKAH MENGONSUMSI KOLESTEROL AKAN MENINGKATKAN KADAR KOLESTEROL?

    Ya, JIKA DAN HANYA JIKA tubuhmu memang membutuhkan kolesterol lebih.

    Usus halus kita memiliki molekul transporter, namanya NPC1L1, yang bisa menyerap kolesterol. Tapi jika tubuh sudah tidak membutuhkan kolesterol lebih lagi, ada ABCG5/8 transporter yang akan memompa kolesterol kembali lagi ke usus halus untuk dibuang.

    Inilah alasan kuatnya bahwa HAMPIR TAK MUNGKIN kandungan kolesterol dari makanan bisa menyebabkan penyakit “kolesterol tinggi”.

    Sel pada usus kita tahu dan mengerti secara presisi berapa kolesterol yang dibutuhkan, dan tidak akan memperbolehkan menyerap lebih banyak.

    Mengapa demikian?

    Tubuh kita ini sangat pintar, jika kamu pikirkan. Tidak mungkin tubuh kita sanggup memecah molekul kolesterol, jadi sangat tidak masuk akal untuk menyerap lebih banyak. Sekali kolesterol sudah diserap ke dalam tubuh kita, hanya ada 1 jalan untuk membuangnya, yaitu membuangnya ke empedu. Mengapa harus menyerap lebih, jika ujung-ujungnya juga harus dibuang?

    Akan tetapi, jika level kolesterol di dalam tubuh kamu sedemikian rendah, maka usus halusmu akan menyerapnya, dan memasukkannya ke dalam aliran darah, karena tubuhmu membutuhkannya.

    Kolesterol juga akan didaur ulang dengan sedemikian efektifnya, karena sangat sulit untuk membuatnya. Mengapa tubuh harus membuatnya dari NOL, jika tubuh kita bisa memakai yang sudah ada?

    Ingat, tubuh kita tidak bisa memecah kolesterol, sehingga cara satu-satunya untuk mengeluarkannya hanya dengan cara dibuang ke dalam usus dan empedu. Kolesterol yang dibuang ini dalam bentuk bebas, karena kolesterol dalam bentuk yang bebas adalah satu-satunya bentuk kolesterol yang dapat diserap oleh sel usus halus.

    Sementara mayoritas kolesterol dalam makanan, sampai 90%, dalam bentuk yang disebut “kolesterol ester”. Kolesterol ester adalah molekul kolesterol yang terikat pada asam lemak.

    Sel usus halus TIDAK DAPAT menyerap kolesterol ester, yang merupakan 90% bentuk kolesterol dalam makanan. Sehingga jika sel usus halus merasakan kekurangan kolesterol, maka yang diserap dan digunakan adalah kolesterol yang tersimpan pada empedu, bukan dari makanan yang kita makan.

    Bagaimana tubuh kita membuat kolesterol?

    Semua sel tubuh manusia sebenarnya sanggup untuk membuat kolesterolnya sendiri. Tapi sel hati kita adalah yang paling ahli. Hanya hati/liver yang sanggup membuat kolesterol melebihi yang mereka butuhkan sendiri, dan mengirimkannya ke seluruh bagian tubuh kita.

    Ingat bahwa di atas saya sudah sebutkan ada lebih dari 30 langkah kimiawi untuk membuat kolesterol? Nah langkah yang paling penting ada di langkah #3, yaitu enzim HMG-CoA reductase yang mengubah molekul HMG-CoA menjadi molekul mevalonate. Sekali langkah #3 ini diambil, maka sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali. Karena itu dibutuhkan komitmen yang sangat kuat untuk membuatnya.

    Enzim HMG-CoA reductase ini sangat penting sekali, karena enzim itulah yang menentukan apakah sebuah molekul kolesterol akan dibuat atau tidak. Enzim ini yang harus dikendalikan dengan baik, karena kita tentu tidak ingin sel-sel tubuh membuang-buang waktu dan energi sia-sia untuk membuat kolesterol tanpa tujuan yang jelas.

    Aktivitas enzim HMG-CoA reductase yang penting ini dikendalikan oleh 2 hal, yakni:

    1. Tingkat kolesterol dalam sel
    2. Tingkat insulin dalam darah

    Nah, di sinilah menariknya cara kerja tubuh kita. Untuk hal yang pertama, yaitu tingkat kolesterol, memang sangat masuk akal. Jika tingkat kolesterol terlalu rendah, tentu kita ingin menyalakan enzim tersebut, dan jika tingkat kolesterol sudah mencukupi, tentu kita ingin mematikan enzim penting itu. Tapi, apa hubungannya dengan hormon insulin ya?

    Mayoritas orang akan berpikir jika hormon insulin bertugas untuk mengatur kadar gula dalam darah ya. Tapi sebenarnya fungsi utama insulin adalah sebagai HORMON PERTUMBUHAN (GROWTH HORMONE).

    Hormon insulin seharusnya menyala saat kita memang harus tumbuh dan berkembang. Apa yang kita butuhkan saat kita berkembang? Lebih banyak sel-sel baru.

    Apa yang kita perlukan saat kita butuh sel-sel baru? Kolesterol jawabannya.

    Jadi, pada saat-saat kita memang harus dan perlu untuk tumbuh dan berkembang, seperti pada anak bayi, balita, remaja, atau ibu hamil, insulin membuat enzim HMG-CoA reductase menyala, yang memberi tahu sel-sel untuk membuat kolesterol, sehingga tubuh kita bisa menghasilkan sel-sel yang baru.

     

    APA YANG MENYEBABKAN KOLESTEROL TINGGI?

    Mengapa tubuh kita menghasilkan kolesterol melebihi yang dibutuhkannya?

    Nah, inilah masalahnya: jika kamu mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi, level insulin dalam darah akan melonjak drastis. Saat insulin melonjak, enzim HMG-CoA reductase akan menyala. Yang kemudian menyuruh sel untuk membuat kolesterol baru, bahkan walau sebenarnya tubuh tidak memerlukan. Ini merupakan alasan utama mengapa banyak orang memiliki kadar kolesterol yang sedemikian tingginya dalam darah.

    Karbohidrat dan gula membuat kadar insulin melonjak, yang kemudian menipu tubuh sehingga tubuh kita berpikir bahwa sudah saatnya untuk bertumbuh dan berkembang, padahal sebenarnya tidak.

    Inilah bagaimana diet-sangat-rendah-karbohidrat menormalkan kadar kolesterol, diet tipe seperti itu menjaga kadar insulin tetap rendah, sehingga mengurangi aktivitas enzim HMG-CoA reductase.

    Obat penurun kolesterol tipe Statin, seperti Simvastatin, bekerja dengan cara menghalangi dan memblok aktivitas enzim HMG-CoA reductase ini. Jika memang tubuh kita sedang memerlukan kolesterol lebih, dalam situasi tertentu, tapi obat Statin ini memblok kerja enzim tersebut, maka tubuh kita tidak bisa mendapatkan kolesterol yang memang sedang dibutuhkan.

    Dan yang lebih parahnya lagi adalah ternyata jalur yang dipakai dalam pembuatan kolesterol tidak hanya dipakai untuk membuat kolesterol saja, melainkan juga untuk men-sintesis (mempersatukan) berbagai macam molekul penting lainnya, sebut saja vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan ko-enzim Q. Jadi pikirkan lebih dari 10 kali SEBELUM kamu memutuskan untuk minum obat tipe Statin ini.

    Jika kamu stop makan karbohidrat, maka kamu TIDAK menghalangi jalur penting ini. Kamu hanya membuat enzim HMG-CoA reductase untuk lebih mendengar sinyal yang alami, dan memutuskan sendiri kapan harus menyala dan kapan harus berhenti menyala.

    Jadi, jika dokter memvonismu “kolesterol tinggi”, maka sebenarnya kamu tidak memiliki masalah kolesterol, tapi yang kamu miliki adalah masalah KARBOHIDRAT.

    Kolesterol Baik DAN Kolesterol Jahat

    Semakin menarik jika kita membahas mengenai hubungan antara tes darah kolesterol dan risiko serangan jantung.

    Saat kita melakukan tes profil lipid, maka kamu akan mendapatkan angka HDL, LDL, dan trigliserida. Trigliserida adalah lemak, jadi mari kita abaikan dulu dan berfokus saja hanya pada HDL dan LDL.

    Partikel HDL mengumpulkan kolesterol lebih dari seluruh tubuh kita, dan mengantarkannya kembali ke hati untuk dibuang keluar jika tidak dibutuhkan lagi. Umumnya HDL disebut sebagai “KOLESTEROL BAIK”, sehingga kamu menginginkan angka HDL yang tinggi.

    Partikel LDL mengantarkan kolesterol yang dibuat di hati menuju ke berbagai sel di tubuh kita. Umumnya LDL disebut sebagai “KOLESTEROL JAHAT”, sehingga kamu menginginkan angka LD yang rendah.

    Kolesterol di dalam partikel HDL dan LDL adalah sama persis, hanya saja yang membedakan adalah HDL mengarah ke satu arah, dan LDL mengarah ke arah sebaliknya.

    Orang pada umumnya berpikir HDL adalah baik, karena berfungsi seperti truk sampah, yang mengumpulkan kolesterol jahat keluar dari tubuh manusia. Dan orang pada umumnya juga berpikir LDL adalah jahat, karena ia membenamkan dan mengubur kolesterol jahat di pembuluh darah manusia, membentuk plak dan menyebabkan serangan jantung.

     

    Kolesterol, Karbohidrat, dan Penyakit Jantung

    Akan tetapi, cara berpikir yang terlalu mudah seperti itu sudah ketinggalan jaman sekarang, saat ilmu pengetahuan sudah sedemikian majunya. Jauh lebih rumit daripada sekedar pelabelan seperti di atas.

    Contohnya, sekarang diketahui bahwa LDL ternyata memiliki banyak bentuk. LDL bisa berbentuk besar, ringan, dan mengambang dalam darah. LDL juga bisa berbentuk kecil, padat, dan teroksidasi (rusak). Pemikiran modern adalah: hanya LDL yang kecil, padat, dan rusak yang berpotensi meningkatkan dan menyebabkan serangan jantung. Oleh karena itu, alih-alih berpikir semua LDL adalah jahat, akan lebih akurat bila kita mengatakan bahwa hanya LDL yang kecil, padat, dan rusak itu adalah kolesterol jahat.

    Sayangnya, standar tes darah tidak sanggup untuk memberitahu kita mengenai LDL tipe mana yang kita miliki secara rinci. Tes darah hanya dapat mengatakan jumlah total LDL saja. Kamu harus melakukan tes darah yang lebih tepat lagi, untuk mengetahui secara pasti mengenai angka setiap bentuk LDL dalam darahmu.

    Yang kita dapatkan dari hasil penelitian ilmiah adalah orang-orang yang cenderung mengonsumsi karbohidrat memiliki kandungan LDL “jahat” yang jauh lebih banyak. Hal ini sangat masuk akal, karena karbohidrat itu bersifat “pro-oxidant”, alias karbohidrat menyebabkan oksidasi. Lawan katanya adalah anti-oxidant. Mungkin kamu lebih familier dengan kata anti-oksidan ini ya.

    Juga ada banyak bukti ilmiah bahwa karbohidrat menyebabkan inflamasi, atau peradangan. Hanya karena dokter menemukan kolesterol pada plak yang menyumbat arteri bukan berarti kolesterol penyebab plak. Sekarang diketahui bahwa penyakit jantung adalah penyakit peradangan.

    Tahap awal pembentukan plak yang menyumbat arteri adalah diawali dengan peradangan pada arteri itu sendiri. Saat dokter membongkar plak itu, ditemukan tidak hanya kolesterol saja, melainkan juga banyak tanda-tanda telah terjadi peradangan, seperti macrophages, T Cell, dan kalsium.

    Jadi sebenarnya jika terjadi peradangan, maka kolesterol akan segera dipompa menuju daerah yang meradang itu, untuk memperbaiki area yang rusak, karena tubuh kita membutuhkan kolesterol. Untuk apa? Untuk membentuk sel-sel baru. Jadi jika kamu mengatakan bahwa kolesterol adalah penyebab plak, itu sama saja artinya dengan mengatakan mobil pemadam kebakaran adalah penyebab semua kebakaran, karena di setiap tempat kejadian kebakaran selalu ditemukan mobil pemadam kebakaran.

    Bahkan hasil riset juga menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet yang tinggi karbohidrat, alias yang masih konsumsi karbohidrat sebagai makanan utamanya, juga meningkatkan risiko inflamasi atau peradangan DI SELURUH BAGIAN TUBUHNYA. Diabetes melitus, penyakit tinggi gula darah, sangat terkenal akan kemampuan komplikasinya, seperti merusak mata, ginjal, dan berbagai sudut saraf manusia.

    Penderita diabetes juga sangat terkenal akan tingginya risiko terkena serangan jantung koroner.

    Sudah banyak yang menyadari bahwa sebenarnya bukan lemak jenuh dan kolesterol yang menyebabkan plak.

     

    Kesimpulan

    Jadi beginilah langkah-langkah secara bio-kimia bagaimana karbohidrat meningkatkan risiko penyakit jantung:

    1. Diet tinggi karbohidrat menurunkan kadar HDL, meningkatkan level insulin, oksidasi, dan peradangan di seluruh bagian tubuh kamu, termasuk di pembuluh darah.
    1. Gula darah yang tinggi dan insulin mengubah LDL yang ringan, mengambang, berukuran besar, dan baik menjadi LDL kecil, padat, dan teroksidasi.
    1. Level insulin yang tinggi menyalakan enzim pembuat kolesterol HMG-CoA reductase, sehingga tubuh membuat kolesterol melebihi yang dibutuhkan.

    Sudah jelas sekali bahwa KOLESTEROL TIDAK BERSALAH, SAMPAI KARBOHIDRAT DATANG DAN MERUSAKNYA MENJADI TEROKSIDASI.

    Semua berubah saat KARBOHIDRAT datang menyerang!

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar