Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Kolesterol: Apa Itu Kolesterol dan Cara Menurunkannya

    /
    /
    /
    118 Views

    Kolesterol, Kenali Lebih Akrab Senyawa yang Satu Ini

    Jaman sekarang sering sekali nama kolesterol ini disebutkan, terutama apabila sudah menyangkut kesehatan tubuh manusia. Ya, kadar kolesterol merupakan salah satu tolok ukur di dalam menentukan apakah seorang manusia itu sehat atau tidak. Tapi, apa sih sebenarnya kolesterol itu? Mungkin banyak di antara para pembaca yang belum tahu, termasuk kamu tentunya.

    Yuk kita akrabi lemak yang satu ini!

    Kolesterol (Cholesterol) adalah sebuah senyawa yang sejenis atau menyerupai lipid, merupakan molekul lemak sehingga bisa dikatakan bahwa kolesterol adalah salah satu jenis lemak, yang bisa diedarkan di dalam aliran darah, yang biasa ditemukan pada membran sel.

    Fiuh! Lumayan panjang juga ya, dan agak membingungkan.

    Kolesterol merupakan senyawa yang sangat penting, tidak hanya bagi manusia saja, tapi bagi SELURUH makhluk hidup di bumi ini.

    Tanpa kolesterol, makhluk hidup apa pun bisa mati.

    Update Ilmu Tentang Kolesterol Sekarang Juga!

    Apa sebenarnya fungsi dan tugas utama kolesterol?

    kolesterol normal
    Makanan Penaik Kolesterol

    Salah satu fungsi utama dan yang paling penting dari kolesterol adalah untuk mengalirkan dan menyalurkan lemak dari dan ke seluruh tubuh manusia.

    Karena unsur utama darah kita adalah air, dan seperti yang kita tahu bahwa air dan lemak tidak bisa menyatu, maka mustahil lemak bisa diedarkan ke seluruh tubuh, jika tidak ada kolesterol.

    Jadi kolesterol itu seperti sebuah kendaraan, yang muatannya adalah lemak, lemak apa pun. Tanpa ada kendaraan, muatannya tidak bisa didistribusikan ke bagian tubuh yang membutuhkan.

    Dan seperti yang kita tahu, bahwa sel-sel tubuh kita butuh lemak untuk hidup. Tanpa adanya lemak, sel-sel kita akan menua dan mati.

    Saat ini kolesterol sudah bisa dibuat secara sintetik. Jenis sintetik dari kolesterol sudah digunakan bahkan untuk bidang-bidang yang tidak berhubungan dengan kesehatan, seperti layar LCD TV.

    Kolesterol juga berfungsi untuk pembuatan hormon estrogen, testosteron, dan kortisol, juga untuk pembuatan Vitamin D, dan asam empedu.

    Nah, sekarang coba kamu bayangkan bila tubuhmu tidak ada kolesterol. Sangat berbahaya bukan?

    Kolesterol yang ada di tubuh manusia sebagian besar diproduksi oleh hati kita. Hanya sebagian kecil saja yang merupakan hasil asupan makanan yang kita makan.

    Hati hanya akan memproduksi kolesterol sesuai dengan kebutuhan tubuh kita masing-masing. Bahkan jika asupan kolesterol dari makanan dirasa kurang oleh hati, maka hati akan membuat lebih banyak lagi.

    Untuk bisa bergerak dengan bebas di dalam aliran darah, kolesterol harus berbentuk non-lemak, padahal dia sendiri adalah lemak. Jadi kolesterol berbentuk senyawa yang disebut lipo-protein jika berada dalam darah. Lipo adalah lipid, alias lemak, dan digabungkan dengan protein jadi disebut LipoProtein.

    Lipo-protein merupakan lemak yang dibungkus dengan protein di lapisan luarnya. Ingat! Lemak tidak bisa menyatu dan mengalir bersama air (darah), tapi protein bisa.

    Di dalam setiap lembar pemeriksaan darah, biasanya selalu ada 2 jenis kolesterol (lipo-protein), yaitu LDL dan HDL. Apa bedanya kedua jenis kolesterol itu? Mari kita kenali mereka.

    Low Density Lipoprotein (LDL)

    Low Density Lipoprotein merupakan zat yang paling dihindari di dalam setiap pemeriksaan darah, bersama dengan asam urat. LDL dianggap sebagai pembawa penyakit, dan kadar LDL yang tinggi dianggap sebagai pemicu timbulnya penyakit penyumbatan jantung dan pembuluh darah.

    Apa sebenarnya LDL itu, dan mengapa di dalam darah kita bisa sampai ada LDL?

    Untuk memahaminya, kita harus tahu dulu apa fungsi utama LDL.

    LDL berfungsi untuk mengalirkan lemak kolesterol, trigliserida, dan lipid (lemak) lainnya dari dalam darah ke seluruh bagian tubuh manusia.

    Tanpa adanya LDL, tentu lemak akan berhenti di dalam darah saja tanpa bisa diangkut ke mana-mana.

    Lebih jelas lagi, LDL bertugas untuk mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh sel tubuh manusia untuk digabungkan ke dalam membran sel kita.

    LDL selalu disebut sebagai kolesterol jahat, sehingga memunculkan anggapan yang negatif bila angka LDL terlalu tinggi. Kolesterol jahat ini dituding menjadi penyebab penumpukan plak di dalam pembuluh darah, sehingga bisa mengakibatkan aliran darah jadi terhambat.

    Berapa nilai pengukuran LDL yang dianggap optimal?

    Nilai yang saya berikan di bawah ini adalah nilai secara rata-rata, karena tempat kamu melakukan tes darah bisa saja memberikan standar yang berbeda-beda, tapi tidak akan terlalu jauh bedanya:

    • Optimal: di bawah 100 mg/dL, jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung, maka harus di bawah 70 mg/dL
    • Mendekati optimal: antara 101 mg/dL sampai 129 mg/dL
    • Batas atas aman: 130 mg/dL sampai 159 mg/dL
    • Tinggi: 160 mg/dL sampai 189 mg/dL
    • Sangat tinggi: lebih dari 190 mg/dL

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan patokan amannya berapa. Sudahkah kamu melakukan uji lab terhadap nilai kolesterol LDL kamu? Biasanya semakin tinggi angka LDL berarti semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Oh ya, sebelum kamu melakukan pemeriksaan kadar LDL, kamu harus berpuasa dulu minimal 10 jam dan tidak boleh dalam pemakaian obat apa pun, terutama obat penurun kolesterol. Biasanya darah yang diambil berasal dari pembuluh vena di bagian siku.

    LDL juga terdiri dari 3 tipe, yaitu:

    1. LDL tipe A, berukuran besar, ringan, dan bersifat mudah mengambang. LDL ini berfungsi untuk melindungi jantung dari berbagai penyakit jantung. Cara untuk meningkatkan LDL tipe A adalah dengan mengonsumsi makanan hewani yang banyak akan kandungan lemak jenuh atau saturated fat. Ini merupakan LDL yang bersifat baik.
    2. LDL tipe B, berukuran partikel sangat kecil, bersifat padat, dan mudah mengendap, terutama pada sela-sela dinding pembuluh darah manusia. LDL tipe B ini yang membentuk plak yang di kemudian hari akan menyumbat aliran darha manusia. Cara meningkatkan LDL tipe B yang berbahaya ini adalah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan karbohidratnya. LDL tipe B inilah kolesterol jahat yang sebenarnya.
    3. LDL tipe A/B. Berada di antara kedua tipe LDL di atas.

    Kamu bisa mengetahui kadar LDL ketiga tipe itu dengan melakukan tes yang disebut VAP, atau Vertical Auto Profile.

    High Density Lipoprotein (HDL)

    Berkebalikan dari “saudara”nya, HDL justru malah disebut sebagai “kolesterol baik”.

    HDL adalah suatu senyawa lipoprotein (gabungan lipo=lemak, lipid, dan protein) yang fungsi utamanya adalah kebalikan dari fungsi LDL. Jika LDL berfungsi mengantarkan lemak dan trigliserida DARI darah KE seluruh tubuh, maka HDL berfungsi mengambil, melepaskan lemak dan trigliserida DARI sel-sel dan jaringan tubuh KE hati melalui aliran darah.

    Peningkatan konsentrasi HDL menunjukkan peningkatan aktivitas pelepasan lemak untuk dibuang di hati. Oleh sebab itu, HDL mendapat nama “kolesterol baik”.

    Hal ini berkaitan erat dengan menurunnya risiko penyakit Atherosclerosis, yaitu suatu penyakit peradangan di pembuluh darah akibat tebalnya plak yang menyempitkan aliran darah. Penurunan risiko ini penting karena berarti juga penurunan risiko penyakit kardiovaskuler, stroke, serangan jantung dan berbagai penyakit lainnya.

    Oleh karena itu, HDL yang tinggi juga dianggap sebagai menipisnya lapisan plak lemak di dalam pembuluh darah. Tentu semua orang juga menginginkan hal yang positif seperti ini.

    HDL pun ternyata juga terdiri dari 2 jenis, yaitu:

    1. HDL-2, yang berfungsi melindungi jantung dari penyakit jantung. HDL ini yang merupakan kolesterol baik yang sesungguhnya. Cara meningkatkan kadar HDL-2 adalah dengan mengonsumsi makanan hewani yang tinggi akan kandungan lemak jenuh atau saturated fat-nya.
    2. HDL-3, yang tidak berfungsi apa-apa.

    Setelah kita memahami fungsi LDL dan HDL, maka pertanyaan berikutnya adalah:

    Berapa Kadar Kolesterol Yang Normal Bagi Tubuh Manusia?

    Dalam sebuah tes darah, kita tidak hanya mengecek kadar LDL dan HDL saja. Perlu kita cek juga kadar lemak yang lain, seperti Trigliserida dan kolesterol total. Biasa disebut Tes Profil Lipid.

    Berikut adalah batasan kadar lemak yang masih dikategorikan normal:

    • Kadar Kolesterol Total yang dianggap normal adalah kurang dari 200 mg/dL. Apabila angkanya sudah di atas 240 mg/dL, maka sudah tergolong tinggi, kamu wajib waspada.
    • Kadar HDL yang normal adalah bila nilainya lebih dari 40 mg/dL. Ada juga lab yang menentukan angka batasan bawah 35 mg/dL. Apabila lebih RENDAH dari nilai tersebut, maka dapat dikatakan kurang baik. Tidak ada batasan atas, makin tinggi makin baik.
    • Kadar LDL yang normal adalah bila nilainya kurang dari 100 mg/dL. Apabila kamu mendapati angka di atas 160 mg/dL, maka sudah wajib konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi lebih lanjut.
    • Kadar Trigliserida yang normal adalah di bawah 150 mg/dL. Bila kamu mendapatkan angka sudah di atas 200 mg/dL, maka trigliserida kamu sudah terlalu tinggi, wajib waspada dan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi lebih lanjut.

    Paling umum, dokter akan meresepkan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, khususnya kadar LDL.

    Obat Penurun Kolesterol Dalam Darah

    Obat kolesterol yang paling populer dan banyak diresepkan dokter adalah jenis obat statin. Nama-nama obat jenis statin yang mungkin terdengar familiar di telinga kamu adalah simvastatin, lovastatin, atorvastatin, rosuvastatin, dan pravastatin.

    Obat-obatan penurun kolesterol ini bekerja dengan cara menghalang-halangi tubuh dalam memproduksi kolesterol. Seperti yang kita ketahui bersama, kekurangan kolesterol akan diproduksi oleh hati manusia.

    Obat kolesterol juga menyerap dan membuang kolesterol LDL dari dalam tubuh, serta mengurangi tingkat trigliserida dalam darah.

    Obat-obatan ini bekerja sangat efektif dan cepat, karena itu menjadi sangat favorit dan orang-orang jadi lebih memilih jalan singkat seperti ini ketimbang mengubah gaya hidup mereka untuk menurunkan kadar LDL dan trigliserida.

    PERHATIAN! Obat jenis statin TIDAK BISA mengurangi LDL tipe B si kolesterol jahat yang sesungguhnya! Penelitian akan hal ini dapat kamu pelajari di sini: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2929871/

    Saya pribadi TIDAK menyarankan penggunaan obat-obatan seperti ini untuk menurunkan tingkat kolesterol dalam jangka panjang. Untuk mendapatkan solusi jangka pendek masih memungkinkan, tapi kamu tetap harus mengubah gaya hidup dan gaya makanmu.

    Mengapa?

    Karena, seperti obat-obatan lainnya, mengonsumsi obat dalam jangka panjang dan terus-terusan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Efek samping yang negatif dari obat penurun kolesterol adalah dari yang paling ringan adalah pusing, mual-mual, dan nyeri otot. Efek negatif itu akan terasa setiap kali kamu mengonsumsi obat itu.

    Efek negatif yang lebih buruk lagi dari penggunaan obat tipe statin dalam jangka panjang adalah kerusakan hati serta ginjal, serta terjangkit diabetes melitus. Dan kamu akan jadi semakin tergantung terhadap obat statin.

    Mengapa bisa sampai terjadi efek negatif separah itu?

    Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, fungsi LDL adalah untuk MENGANTARKAN lemak DARI DARAH KE JARINGAN TUBUH.

    Apa jadinya bila pada saat tubuh perlu LDL untuk menyalurkan lemak ke seluruh tubuh, tapi produksi LDL oleh hati malah dihambat dengan obat tipe statin?

    Tentu saja lemak dalam darah jadi tidak bisa ke mana-mana. Plus jaringan tubuh yang memang membutuhkan lemak tersebut jadi tidak bisa mendapatkan lemak yang penting itu.

    Sistem dalam tubuh kita jadi kacau. Lemak menumpuk, sel-sel tidak bisa mendapat lemak. Tubuh pun merespons dengan memberikan sinyal-sinyal tidak nyaman.

    Lagipula, dengan mengonsumsi obat penurun kolesterol BUKAN BERARTI lantas kamu bisa dengan bebas makan apa saja.

    Sama seperti penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi, bukan artinya dengan obat, kamu jadi bisa makan apa saja bukan?

    Tentu kamu juga harus tetap memperhatikan apa yang kamu makan dan minum untuk menjaga kadar LDL, HDL, dan Trigliserida tetap dalam rentang yang normal.

    Caranya bagaimana? Saya akan jelaskan di bawah.

    Harap diperhatikan bahwa, seperti obat penurun gula darah dan obat tekanan darah tinggi, sekali kamu makan obat tersebut biasanya seumur hidup kamu harus terus mengonsumsinya. Karena walau kadar kolesterol kamu sudah normal, tapi bisa terjadi kenaikan kadar LDL secara mendadak.

    Tetap perubahan gaya hidup dan gaya makan adalah solusi terbaiknya.

    Apa Solusi Terbaik Untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi?

    Solusi terbaik untuk menormalkan kolesterol adalah sebagai berikut:

    1. Menghindari Gula dan/atau Karbohidrat

    Kenapa malah gula? Bukannya kolesterol itu lemak ya?

    Betul! Kolesterol adalah lemak. Bukan gula. Tapi harus diingat lagi apa fungsi utama LDL.

    Harus selalu kamu ingat bahwa FUNGSI UTAMA LDL ADALAH untuk mengantarkan LEMAK DARI DARAH KE SELURUH JARINGAN TUBUH.

    Saya ulangi:

    Menyalurkan lemak DARI DARAH KE SELURUH TUBUH MANUSIA.

    Jadi, kalau tidak ada lemak (kelebihan lemak) yang harus disalurkan ke sel-sel dan otot manusia, tentu hati juga tidak melihat perlunya LDL diproduksi. Ingat! Kolesterol seperti LDL dan HDL itu sifatnya fungsional, bukan tergantung input makanan.

    Maksudnya adalah jika hati merasa perlu untuk dibuat, maka hati akan memproduksinya. Jika asupan kolesterol dari makanan kurang kolesterolnya, maka hati bisa memproduksi kolesterol sendiri untuk menutupinya, bahkan bisa jauh lebih banyak daripada jika kita mengonsumsinya.

    Yang menjadi fokus kita selanjutnya adalah KELEBIHAN LEMAK DALAM DARAH.

    Apa yang menyebabkan terjadinya kelebihan lemak darah? Seperti yang sudah saya ulas dalam artikel tentang gula, jika gula darah kita melebihi kadar gula yang normal, dalam hal ini 100 mg/dL, maka pankreas akan segera memproduksi hormon insulin untuk secepat mungkin menormalkannya.

    Sampai di sini kamu sudah paham?

    Nah lantas bagaimana caranya insulin sampai bisa membuat kadar gula darah kita tetap normal di kisaran angka 100 mg/dL sampai kurang lebih 120 mg/dL?

    Dengan mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak, untuk disimpan di berbagai organ tubuh manusia, seperti hati, jaringan otot, organ-organ dalam, dan pembuluh darah.

    Saya ulangi lagi ya:

    DENGAN MENGUBAH KELEBIHAN GULA DALAM DARAH MENJADI LEMAK, LEMAK YANG HARUS SEGERA DISALURKAN DAN DIDISTRIBUSIKAN KE SELURUH JARINGAN DAN SEL-SEL KITA.

    Dan untuk mendistribusikan lemak tersebutlah, hati HARUS memproduksi LDL dalam jumlah yang cukup. Jika kelebihan lemaknya sangat banyak, maka akan sangat wajar jika LDL yang diproduksi hati juga sangat banyak. Maka terdeteksilah kadar LDL yang tinggi pula.

    Demikian pula jika kelebihan lemak sangat rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali, maka produksi LDL dalam hati pun sangat rendah. Jika dilakukan pengecekan, maka akan terdeteksilah rendahnya kadar LDL kita.

    Di atas sudah saya sebutkan bahwa LDL harus rendah, sementara HDL harus tinggi. Nah di sinilah kelebihannya jika kamu menghindari karbohidrat.

    Dengan istirahatnya pankreas dari keharusan memproduksi insulin akibat kenaikan gula darah, maka pankreas akan memproduksi hormon anti-insulin, yang lebih dikenal dengan nama GLUCAGON (Glukagon).

    Apa fungsi hormon Glukagon?

    Jika hormon insulin berfungsi untuk mengubah kelebihan gula darah menjadi lemak untuk disimpan dalam tubuh, maka glukagon berfungsi sebaliknya. Glukagon akan mengubah balik kelebihan lemak yang telah tersimpan tersebut untuk dibawa ke hati, kemudian dibuang keluar dari tubuh.

    Seperti yang sudah pula saya jelaskan di atas, fungsi HDL adalah untuk mengangkut lemak dari seluruh jaringan dan sel-sel tubuh manusia ke hati untuk dibuang, maka demikianlah jika hormon glukagon bekerja, maka hati melihat perlunya produksi HDL yang banyak untuk mengangkutnya.

    Dengan demikian kadar HDL pun akan tinggi.

    Jadi dengan kamu mengurangi, atau bahkan menghindari gula dan karbohidrat, maka kadar LDL akan turun dan kadar HDL akan naik. Sesuai dengan standar kesehatan untuk tes profil lemak di atas.

    Sementara angka Trigliserida menunjukkan sebanyak apa lemak yang ada di daerah hati. Dengan hormon glukagon, lemak yang di dekat hati juga akan ikut “dibongkar” sehingga otomatis angka trigliserida juga turun.

    Jadi dengan menghentikan asupan gula dan karbohidrat kamu akan mendapati turunnya LDL, naiknya HDL, dan turunnya Trigliserida. Cocok dengan profil lemak yang sehat.

    Apalagi jika ditambah dengan langkah ke 2 berikut ini.

    1. Berpuasa

    Teknik berpuasa sudah dikenal lama jauh sebelum kita memasuki peradaban seperti sekarang ini. Orang jaman dulu sering berpuasa, walau bukan karena keinginan, tapi lebih kepada keterbatasan sumber makanan yang tersedia di alam.

    Berbagai agama juga menganjurkan umatnya untuk rutin berpuasa, karena puasa memang memberikan dampak yang positif bagi kesehatan manusia.

    Puasa memberikan kesempatan bagi hati untuk beristirahat dari kegiatan memproses gizi yang masuk, dan memulai proses meregenerasi hati itu sendiri dan sel-sel tubuh manusia yang rusak. Termasuk di dalamnya untuk membongkar stok lemak jahat yang menempel di dinding-dinding pembuluh darah dan organ dalam manusia.

    Proses regenerasi sel-sel tubuh ini disebut dengan Autophagy, yaitu kegiatan kanibalisasi sel-sel. Jadi sel-sel yang sehat akan memakan sel-sel yang tua dan rusak, untuk kemudian dihasilkanlah sel-sel yang baru dan segar.

    Jika setiap hari kamu berpuasa, artinya setiap hari kamu juga mengurangi jumlah asupan kalori harian. Dalam jangka panjang tentu akan mengurangi berat badan dan lingkar pinggangmu. Hal ini akan turut membantu menurunkan kadar LDL serta menaikkan HDL.

    Asal yang penting pada saatnya kamu berbuka puasa, jangan makan banyak-banyak. Tetap 1 porsi makanan seperti biasa, bukan dikali 2 atau bahkan lebih.

    1. Olahraga

    Jenis kegiatan fisik yang satu ini juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan gaya hidupmu menjadi lebih sehat. Olahraga merupakan kunci kesehatan manusia, khususnya dalam memperbaiki tes profil lemak.

    Sangat disarankan kamu melakukan olahraga setiap hari selama minimal 30 menit per hari. Walau kadar kolesterol sudah normal, jangan dihentikan kebiasaan yang baik ini karena jika di stop maka bisa naik lagi kadar kolesterolmu.

    1. Mengecilkan lingkar pinggang

    Biasanya orang lebih cenderung untuk menyarankan supaya kamu menurunkan berat badan. Tapi saya JAUH LEBIH MEREKOMENDASIKAN untuk mengecilkan lingkar pinggang.

    Mengapa?

    Karena jika yang dilihat adalah berat badan, maka kita tidak bisa tahu yang berkurang itu air, lemak, atau otot. Semua campur aduk jadi satu yaitu total berat badanmu.

    Tapi jika yang diukur adalah lingkar pinggangmu, nah sudah pasti yang berkurang adalah hanya lemak saja, jika kamu mendapati bahwa lingkar pinggangmu sudah mengecil.

    Bahkan ada saatnya nanti berat badanmu tidak berkurang sama sekali, tapi ukuran lingkar pinggangmu terus mengecil. Jika yang kamu lihat hanya berat badan saja, tentu kamu pasti stress dan berpikir bahwa kamu gagal. Padahal tidak.

    Bahkan stress bisa membuatmu malah jadi makan banyak, dan pada akhirnya merusak diet sehatmu.

    Oleh karena itu, saya sangat melarangmu untuk mengukur berat badan, melainkan mengukur lingkar pinggang.

    Ukuran lingkar pinggang yang ideal adalah jika perbandingan lingkar pinggang dan lingkar pinggul di bawah 1 (satu). Atau dengan kata lain, lingkar pinggang (atau perut) lebih kecil dari lingkar pinggul.

    Menghindari karbohidrat, berpuasa dan berolahraga setiap hari merupakan 3 kegiatan yang akan membuat lingkar pinggangmu mengecil dengan pasti.

    1. Manajemen mood

    Maksudnya adalah hindari stress, karena stress bisa membuat LDL kamu malah meningkat, bersamaan dengan naiknya gula darah dan tekanan darah. Gawat sekali ya.

    Berpuasa dan bermeditasi turut membantumu memelihara mood, sehingga kamu akan mendapati dirimu sulit untuk marah. Hal-hal kecil yang biasanya memicu kenaikan emosi tidak akan mengganggu mood kamu.

    Gejala Kolesterol Tinggi

    Biasanya penderita kolesterol tinggi tidak merasakan apa-apa, sampai tiba-tiba terjadi suatu serangan. Sulitnya mendeteksi ini membuat banyak orang meremehkan, atau sekedar tidak tahu, bahwa profil lemak mereka sudah di ambang batas aman.

    Ke-Tidak-tahuan dan acuhnya mereka terhadap kesehatan mereka sendiri biasanya membuat mereka harus menanggung penyakit jantung koroner, serangan jantung mendadak, stroke, dan lain-lain. Barulah pada saat itu, mereka dites profil lemaknya, dan mereka baru tahu bahwa lemak mereka sudah melewati ambang batas dari dulu.

    Oleh karena itu, saya sangat merekomendasikan untuk rutin mengecek Hematologi Lengkap di laboratorium kesehatan di daerah kamu, setidaknya setahun sekali. Hal ini penting untuk tindakan pencegahan, sebelum serangan penyakit yang jauh lebih parah merusak kualitas hidup kamu di masa depan.

    Sebagai gambaran, saya akan jelaskan alur-alurnya, dari sejak tingginya kadar lemak sampai terjadinya penyakit kronis.

    Pada awalnya, profil LDL kamu tinggi. tingginya kolesterol LDL ini membuat terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah, yang biasa disebut sebagai aterosklerosis. Jika diameter pembuluh darah berkurang akibat aterosklerosis, tentunya aliran darah juga terhambat.

    Apabila aterosklerosis terjadinya di daerah jantung, maka kamu akan merasakan nyeri di daerah dada. Lama-kelamaan plak tersebut makin tebal, dan pada akhirnya bisa pecah.

    Jika ini terjadi, maka kita kenal dengan istilah serangan jantung, yang bila telat ditangani akan menyebabkan kematian, karena aliran darah ke jantung berhenti, jantung pun kekurangan oksigen.

    Jika aterosklerosis itu terjadi di daerah otak, tentu akan menghambat aliran darah ke otak. Kamu akan merasa pusing dan sakit kepala.

    Lama kelamaan plak itu pun pecah, sehingga menyumbat aliran darah ke otak, dan otak tidak dapat menerima oksigen sama sekali. Kejadian ini biasa kita kenal dengan sebutan Stroke. Orangnya akan lumpuh, bisa sebagian, bisa separuh, bisa seluruh badan, dan bisa juga meninggal dunia.

    Jadi lokasi kejadian aterosklerosis ini sangat acak, kita tidak bisa memprediksi bakal ada di mana penyumbatan akibat plak ini. Organ-organ yang terganggu aliran darahnya karena penyumbatan plak ini tentunya yang akan merasakan penderitaan akibat kekurangan oksigen.

    Makanan Penurun Kolesterol Yang Teruji Efektif

    Selain dengan obat, kamu juga bisa menormalkan profil kolesterolmu dengan mengonsumsi makanan-makanan berikut ini:

    • Ikan laut, seperti ikan tuna, ikan salmon, ikan laut dalam
    • Minyak zaitun (VOO) dan minyak kelapa murni (VCO)
    • Buah alpukat
    • Mentega (Butter)

    Ikan laut, terutama yang berasal dari laut dalam, banyak mengandung asam lemak Omega-3. Omega-3 ini sangat dibutuhkan badan manusia dan badan kita tidak bisa memproduksinya sendiri.

    Jika kesulitan untuk memperolehnya, bisa diganti dengan ikan laut yang umum ada di laut Indonesia, seperti ikan kembung, ikan teri, ikan patin. Ikan air tawar juga bisa menjadi alternatif yang menyehatkan, seperti ikan gurame, ikan mujair, dan lain sebagainya.

    Minyak zaitun dan minyak kelapa VCO mengandung lemak yang juga esensial, alias tidak bisa diproduksi badan manusia. Kandungan asam laurat (lauric acid) dalam Virgin Coconut Oil sangat menyehatkan, serta bisa menurunkan kadar LDL dalam darah.

    Alpukat banyak mengandung lemak yang baik dan menyehatkan. Selain itu mengonsumsi satu biji buah alpukat akan membuat rasa kenyang yang tahan lama, sehingga juga mengurangi total asupan makananmu.

    Mentega (Butter), jangan keliru dengan margarin. Mentega terbuat dari lemak hewani, sementara margarin terbuat dari minyak nabati (minyak kelapa sawit). Mentega akan mencari di suhu kamar.

    Mentega mengandung banyak lemak yang baik. Semua lemak hewani itu tergolong lemak baik dan sangat dibutuhkan tubuh manusia. Sementara margarin itulah sumber utama lemak trans (trans-fat).

    Trans-Fat ini yang disebut sebagai lemak jahat, karena jenis lemak yang ini adalah lemak buatan manusia, bukan lemak yang alami.

    Memakan sayur-sayuran dan buah-buahan juga ikut membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida. Hanya saja harap perhatikan indeks glikemik, terutama indeks glikemik buah-buahan. Dan porsi buahnya juga jangan terlalu banyak.

    Selalu makan buah yang memiliki indeks glikemik rendah, dan hindari buah dengan indeks glikemik yang tinggi, karena IG tinggi berarti tinggi pula kandungan gulanya.

    Kesimpulan Tentang Kolesterol

    Setelah kita pelajari bersama, ternyata kamu tidak perlu terlalu takut dengan zat yang bernama kolesterol ini. Karena ternyata kolesterol adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Tanpa kolesterol, semua makhluk hidup akan mati.

    Setelah kita memahami apa fungsi LDL dan HDL, maka kita juga tahu penyebab kolesterol tinggi, serta cara mengatasi dan menurunkan tingkat kolesterol, dengan dan tanpa obat.

    Saya sungguh berharap artikel ini bisa berguna untuk menjaga kesehatan kamu, serta bisa membuatmu terbebas dari keharusan untuk mengonsumsi obat seumur hidup.

    Jika ada pertanyaan, silakan langsung saja beri komentar di bawah artikel tentang kolesterol ini.

    BACA: Kolesterol Paling Update

    AloSehat.com tidak memberikan saran dan diagnosa medis apapun. Selalu konsultasikan kondisi kamu dengan dokter, karena kondisi tiap orang berbeda-beda.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar