Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Kolesterol Normal

    /
    /
    /
    69 Views

    Kolesterol Normal

    kolesterol normal
    Jaga Kadar Kolesterol Darah Anda

    Kolesterol normal merupakan impian bagi seluruh manusia di dunia ini umumnya, dan juga di Indonesia tentunya. Karena dengan memiliki kadar kolesterol yang normal, seseorang bisa menikmati hidup tanpa perlu takut dalam mengonsumsi makanan dan minuman kesukaannya masing-masing.

    Memiliki kadar kolesterol normal berarti juga menjauhkan seseorang dari berbagai macam penyakit yang biasanya akan menyerang di kemudian hari, seperti penyumbatan pembuluh darah, stroke, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kanker.

    Mempunyai kadar kolesterol normal juga berarti seseorang bebas dari rasa sakit dan berbagai ciri-ciri kolesterol tinggi yang sangat mengganggu seseorang dalam beraktivitas sehari-harinya. Dan yang terpenting juga adalah adanya ketenangan batin dan pikiran, karena sudah yakin bahwa risiko terkena penyakit serangan jantung mendadak juga telah dikecilkan probabilitasnya.

    Lantas, berapa sesungguhnya angka kadar kolesterol normal tersebut?

    Dalam sebuah tes untuk mengukur kadar kolesterol seseorang, yang biasa disebut dengan nama tes profil lipid, ada 3 komponen utama yang diukur, yakni:

    1. LDL (Low Density Lipoprotein)
    2. HDL (High Density Lipoprotein), dan
    3. Trigliserida (Lemak Darah)

    Masing-masing komponen memiliki nilai aman, yaitu:

    1. Untuk LDL, harus di bawah angka 150 mg/dL
    2. Untuk HDL, harus di atas angka 50 mg/dL. Semakin tinggi nilainya semakin baik.
    3. Untuk trigliserida, harus di bawah angka 100 mg/dL, semakin rendah semakin baik

    Mengapa khusus untuk LDL, saya tidak menuliskan kalimat “semakin rendah semakin baik”?

    Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan ajak kamu untuk lebih mendalami tentang LDL dan HDL.

    Dalam sebuah tes profil lipid yang umum, hanya 3 komponen di atas yang diukur, ditambah dengan angka total kolesterol. Padahal sebenarnya LDL dan HDL itu juga masih bisa dijabarkan lebih rinci lagi.

    Ada sebuah tes yang disebut dengan nama tes kolesterol VAP (Vertical Auto Profile), yang bisa mengetahui dengan lebih dalam mengenai kolesterol kita.

    Komponen apa saja yang bisa kita ketahui dari tes VAP ini?

    • VLDL, singkatan dari Very Low Density Lipoprotein. VLDL ini menunjukkan tingkatan seberapa besar kemungkinan seseorang bakal terkena penyakit jantung dan diabetes. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi peluang terkena penyakit jantung dan diabetes.
    • Total non-HDL, yaitu nilai total LDL dan VLDL. Semakin tinggi angkanya, semakin besar peluang terkena serangan jantung.
    • Total apoB100, singkatan dari Apolipoprotein B100, apoB100 ini membuat dan membawa kolesterol “buruk” ke dalam sel manusia.
    • Lp(a), atau Lipoprotein A, merupakan sebuah faktor peningkat risiko aterosklerosis, alias penyumbatan pembuluh darah.
    • IDL, atau Intermediate Density Lipoprotein. Merupakan petunjuk seseorang terkena diabetes melitus, semakin tinggi semakin besar kemungkinan seseorang akan terkena diabetes melitus.
    • LDL-RC, adalah LDL yang terikat pada protein reaktif-C. LDL-RC ini ditemukan pada plak yang menyumbat pembuluh darah, dan jika berkelanjutan, maka akan terjadi serangan jantung mendadak.
    • Total LDL-C: adalah jumlah keseluruhan Lp(a), IDL, dan LDL.
    • Ukuran partikel LDL. Terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu A, A/B, dan B. Pada kategori A, ukuran partikel LDL adalah besar-besar dan kurang padat, membuat tubuh jadi lebih mudah untuk menghapusnya. Dalam kategori A/B, terdapat kombinasi antara molekul yang ringan dan yang padat. Dalam kategori B, molekul LDL yang berukuran sangat kecil, dan sangat padat, sangat mendominasi. Menurut penelitian, orang yang memiliki kadar LDL kategori B jauh lebih tinggi ini memiliki risiko 4 kali lipat lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dan penyakit jantung lainnya, dibandingkan dengan orang yang dominan LDL kategori A.
    • HDL-2, yaitu tipe HDL “kolesterol baik” yang berfungsi sebagai pelindung terhadap penyakit jantung koroner. Artinya, jika angka HDL-2 rendah, maka ia memiliki peluang yang jauh lebih tinggi untuk terserang penyakit jantung, walau pun jumlah total kolesterol masih termasuk normal.
    • HDL-3, masih merupakan bagian dari HDL “kolesterol baik”, walau pun HDL-3 tidak melindungi jantung sebaik HDL-2.
    • VLDL-3, merupakan LDL yang kaya akan Trigliserida. Sebuah studi menunjukkan hubungan yang seiring dan sejalan antara angka VLDL-3 yang tinggi dengan perkembangan diabetes yang juga meningkat.

    Nah, setelah kita mengetahui tentang detail dari masing-masing komponen kolesterol, maka kita akan semakin paham bahwa TIDAK RELEVAN jika hanya mengandalkan tes profil lipid saja, yang hanya menampilkan total kolesterol, LDL, HDL, dan Trigliserida. Karena jika didapatkan angka LDL yang tinggi, tapi jika ternyata dilihat lebih rinci didapat yang tinggi itu LDL kategori A, maka sebenarnya seseorang itu sehat dan aman.

    Sebaliknya, jika didapat angka LDL yang rendah, tapi ternyata didominasi oleh LDL kategori B, maka sebenarnya ia berisiko terkena serangan jantung mendadak jauh lebih tinggi, walau pun ia sudah merasa aman, karena ia hanya melihat total LDL saja.

    Juga berlaku untuk HDL. Apabila total HDL sudah bagus, tapi ternyata yang banyak adalah HDL-3, maka sebenarnya perlindungan terhadap jantungnya juga tidak sebaik jika yang lebih mendominasi adalah HDL-2.

    Karena itu, yang harus menjadi perhatian di LDL sebenarnya adalah LDL kategori B, atau LDL yang memiliki ukuran partikel sangat kecil. Apa penyebab LDL kategori B ini meningkat nilainya?

    Riset menunjukkan, LDL kategori B akan meningkat nilainya JIKA seseorang mengonsumsi karbohidrat. Jadi apabila kamu ingin menurunkan kadar LDL kategori B ini, maka jalan satu-satunya adalah dengan mengurangi, atau bahkan menghilangkan sama sekali seluruh makanan yang mengandung karbohidrat.

    Jangan pula andalkan obat-obatan penurun kolesterol, karena ternyata obat penurun kolesterol tersebut TIDAK BISA MENURUNKAN KADAR LDL KATEGORI B. Kamu dapat membaca penelitian mengenai itu di sumber ini.

    Sekali lagi, tidak ada jalan lain untuk menurunkan kadar LDL kategori B selain dengan cara menghilangkan karbohidrat secara total dari menu makan kamu. Apabila kamu merasa bingung, berikut saya lampirkan daftar makanan yang cocok bagi penderita kolesterol tinggi.

    Tes VAP ini memang sangat bagus untuk mengetahui secara rinci masing-masing komponen lemak, tapi harganya yang saat ini masih mahal mungkin menjadi penghalang seseorang untuk mengambilnya. Dan juga tidak semua laboratorium yang ada di Indonesia bisa dan mampu untuk melakukannya, mengingat teknologinya yang masih dianggap baru.

    Ada cara lain yang lebih mudah dan murah untuk mendeteksinya.

    Lakukan saja tes profil lipid yang biasa. Lalu abaikan saja nilai kolesterol total dan LDL. Yang menjadi fokus kamu HANYA HDL dan Trigliserida.

    Bagilah angka Trigliserida dengan angka HDL. Jika hasil pembagian kedua angka tersebut di bawah 2, maka kamu sudah tergolong sehat dan aman. Apabila hasil yang didapat di bawah angka 1, maka akan sangat bagus lagi.

    Semakin kecil dan semakin di bawah angka 1, semakin sehat dan semakin aman tubuhmu dan jantungmu dari ancaman serangan jantung dan berbagai penyakit jantung lainnya.

    Tapi jika memang kamu mampu dan mau mengetahui secara rinci, maka tes kolesterol VAP akan sangat cocok bagimu.

    Kesimpulan dari Kolesterol Normal

    Kadar kolesterol yang sehat dan normal memang menjadi idaman setiap insan. Oleh karena itu, orang sangat takut bila nilai kolesterolnya pada tes profil lipid menunjukkan angka yang tergolong tinggi.

    Tapi semua itu sudah lewat masanya. Sekarang kita semua sudah paham bahwa tidak semua LDL itu buruk, dan tidak semua HDL itu berguna.

    Perlu bagi kita untuk mendalami lebih rinci masing-masing komponen LDL dan HDL. Dari situ kita bisa melihat apakah LDL kategori B yang berukuran partikel kecil kita tinggi atau rendah kadarnya.

    Bila ditemukan hasil LDL kategori B yang tinggi, maka jalan satu-satunya untuk menguranginya adalah hanya dengan menghilangkan karbohidrat dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

    Hanya itu saja. Sesederhana itu.

    Salam sehat selalu dan bebas obat selamanya.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar