Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Karbohidrat (Carbohydrates)

    /
    /
    /
    66 Views

    Karbohidrat (Carbohydrates)

    karbohidrat
    Semangkuk Nasi Putih

    Oh betapa paradoksnya karbohidrat ini! Bagaimana bisa karbohidrat dalam rupa buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian yang utuh disebut sebagai “baik”, tapi zat yang sama dalam rupa yang berbeda dalam bentuk tepung, gula, dan sirup jagung disebut “buruk”? dan benarkah bahwa tubuh dan otak kita memerlukan asupan karbohidrat dari makanan?

    Yuk, mari kita sama-sama cari tahu jawabannya di artikel yang satu ini!

    Dimulai dari hal yang paling mendasar dulu, yaitu….

    Apa itu Karbohidrat (Carbohydrates)?

    Karbohidrat adalah gula dan zat pati (zat tepung). Gula dan zat tepung merupakan suatu molekul sederhana yang terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Semua tanaman dan binatang bisa dan sanggup menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi mereka, dan juga untuk membentuk bagian-bagian tubuh mereka masing-masing.

    Apa sih bedanya gula dan zat pati?

    Gula itu ukurannya sangat kecil. Glukosa adalah contoh gula yang sederhana, yang hanya terdiri dari satu molekul gula, atau biasa dikenal dengan nama monosakarida (monosaccharide). Gula pasir yang biasa dijual di pasar itu nama ilmiahnya adalah sukrosa, yang terbuat dari 2 molekul gula: 1 molekul glukosa ditambah 1 molekul fruktosa (gula buah). Oleh karena itu, gula pasir disebut disakarida (disaccharide).

    Laktosa, atau gula susu, juga terdiri dari 2 molekul gula, yaitu 1 molekul glukosa ditambah 1 molekul galaktosa. Karena itu laktosa tergolong disakarida. Gula berukuran kecil ini sering sekali diistilahkan dengan nama gula simpel, alias simple sugar. Buah-buahan sangat kaya akan gula simpel ini.

    Sedangkan zat pati, atau zat tepung, berukuran besar. Zat pati terbuat dari banyak sekali gula simpel yang terikat bersama-sama. Contoh mudahnya adalah tepung jagung dan tepung kentang. Zat tepung ini sering disebut dengan nama karbohidrat kompleks. Mungkin kamu sudah sering mendengar nama ini dan bisa menyebut contohnya, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayur mayur, dan akar tumbuhan.

    Akan tetapi, yang mungkin kamu tidak pernah tahu adalah bahwa ternyata hewan pun memiliki sejumlah kecil zat pati, yang disebut dengan nama glikogen. Glikogen adalah zat pati khusus yang dirancang untuk hewan, sehingga kita tidak akan menemukan glikogen pada tumbuhan mana pun.

    Kita, manusia, menyimpan glikogen sebagai sumber energi untuk keadaan yang darurat. Glikogen terbuat dari banyak sekali molekul glukosa yang terhubung bersama di dalam cabang yang pendek-pendek. Dalam keadaan darurat yang memerlukan energi besar dalam waktu singkat, atau jika gula darahmu turun, glikogen dalam hati dapat segera dipecah menjadi glukosa untuk dialirkan ke dalam aliran darahmu.

    tapi hati kita memiliki kapasitas maksimal untuk menyimpan glikogen ini, setara kira-kira dengan energi senilai 250 sampai 400 kCal saja. Glikogen juga terdapat di dalam otot, tapi hanya digunakan khusus untuk menggerakkan otot atau olahraga saja, dan tidak dapat dipakai untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

    Jadi, apa yang akan dilakukan oleh hati jika tubuh kekurangan gula dalam darah? Hati akan berpaling pada protein yang terdapat pada otot kita. Hati sanggup mengubah protein menjadi glukosa, suatu proses yang disebut dengan nama gluconeogenesis, arti harafiahnya adalah membuat gula dari nol.

    Mengapa kita menyimpan energi dalam bentuk Lemak?

    Zat pati itu sangat berat dan sangat padat. Jika kita lebih memilih untuk menyimpan cadangan energi dalam bentuk glikogen semuanya, akan sangat tidak efektif, karena akan sangat makan tempat, dan membuat kita harus menanggung beban yang terlalu berat. Kita hanya sanggup menyimpan energi dalam bentuk glikogen untuk kira-kira kebutuhan dalam 1 hari saja. Sisanya disimpan dalam bentuk lemak.

    Tumbuh-tumbuhan memilih untuk menyimpan cadangan energi mereka dalam rupa zat pati, dalam akarnya, dalam umbinya, dan macam-macam. Hal itu tidaklah jadi masalah bagi mereka, karena toh mereka tidak bergerak berpindah tempat. Tapi bayangkan jika kita memilih menyimpan energi dalam bentuk zat pati. Bayangkan di pinggang kita ada semacam kentang, atau di punggung kamu ada umbi-umbian singkong atau ubi jalar. Tentu akan sangat tidak efektif bukan? Selain tentu saja bentuk badan kita jadi sangat aneh.

    Inilah sebabnya kita dan hewan, yang selalu bergerak berpindah-pindah, lebih memilih untuk menyimpan cadangan energi kita dalam bentuk lemak. Lemak lebih ringan dan fleksibel bentuknya, ia akan berubah bentuk mengikuti pergerakan kita. Tidak seperti ubi atau singkong, yang orang dewasa saja kesulitan untuk membengkokkannya.

    Ditambah lagi kapasitas penyimpanan dalam bentuk lemak bisa dikatakan tanpa batas. Sementara kapasitas penyimpanan dalam bentuk glikogen hanya sampai maksimal 400 kCal saja, tapi kita bisa terus dan terus menimbun lemak. Petunjuk alam bahwa tubuh kita dirancang untuk membakar lemak, bukannya karbohidrat.

    Pengaturan kadar gula darah

    Manusia dan seluruh hewan memiliki gula di dalam darahnya, yang kita kenal dengan nama gula darah. Gula darah ini selalu dalam bentuk glukosa, dengan satu alasan, yaitu bentuknya yang monosakarida, alias gula yang simpel. Karena simpelnya, glukosa tidak perlu dipecah terlebih dahulu sebelum digunakan. Ia sudah siap untuk dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi yang siap pakai kapan pun.

    Adalah teramat sangat penting bagi kita untuk menjaga kadar gula darah agar selalu berada di dalam rentang yang sangat sempit, supaya semua fungsi tubuh bisa beroperasi dengan optimal dan kita juga merasa sehat.

    Jika kadar gula darah terlalu tinggi, badan kita akan mengalami banyak sekali masalah kesehatan. Dalam jangka waktu yang lama, seperti kondisi diabetes yang tidak diketahui, pasti mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif, seperti penyumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, sakit jantung, stroke, bahkan kanker.

    Tapi jika kadar gula darah terlalu rendah juga tidak baik. Kita bisa mengalami pusing-pusing, lemas, pingsan, koma, dan bahkan sampai kematian. Sebagai catatan, otak kita tetap membutuhkan glukosa, dalam jumlah yang terbatas saja, agar bisa beroperasi dengan normal.

    Karena pengaturan kadar gula darah yang sangat sempit ini begitu pentingnya, tubuh kita memiliki sebuah sistem yang sangat canggih untuk mengelola kadar gula darah. Jika kamu menjalankan diet yang rendah karbohidrat, seperti diet ketogenik atau diet karnivora, maka tenang saja, kadar gula darahmu akan tetap stabil sepanjang masa.

    Tapi jika pola makanmu seperti kebanyakan orang, yaitu sangat tinggi karbohidrat, plus makan sepanjang waktu setiap hari, maka gula darahmu akan melonjak beberapa saat setelah kamu makan. Bahkan lonjakan gula darahmu akan lebih cepat dan lebih tinggi bila makanan yang kamu makan termasuk ke dalam golongan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti tepung  buah-buahan, atau gula. Mengapa? Karena tipe makanan-makanan yang seperti itu kandungan gulanya sangat mudah diserap tubuh kita.

    Jadi, bagaimana tubuh kita harus bereaksi terhadap lonjakan gula darah ini?

    Inilah bagaimana karbohidrat membuat tubuh kita gemuk

    Ambil contoh kamu makan semangkuk es buah yang lezat, yang diberi sirup dan susu kental manis serta taburan gula pasir yang banyak sekali di atasnya.

    Gula simpel pada es buah itu akan segera diserap oleh tubuh langsung menuju ke dalam aliran darahmu. Tentu saja kadar gula darahmu pun akan meningkat drastis kan.

    Tubuhmu ingin dengan segera memanfaatkan energi dari gula yang sangat besar tersebut, plus mencegah tingginya kadar gula darah. Untuk itu, pankreas akan segera melepaskan hormon insulin yang akan masuk ke dalam darah.

    Maka kamu akan masuk ke mode pembakaran gula plus penyimpanan lemak. Artinya insulin akan mematikan kemampuan tubuhmu untuk membakar lemak, atau menggunakan lemak sebagai sumber energimu. Mengapa? Supaya kelebihan gula tersebut bisa segera dibakar untuk dipakai sebagai sumber energi.

    JIKA tubuhmu sudah memiliki cukup energi, tentu kelebihan energi tersebut jadi tidak terpakai karena seluruh sel sudah tidak membutuhkan gula. Maka insulin akan menyuruh hati untuk mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak. Suatu proses biokimia yang disebut dengan nama Lipogenesis. Lalu mengirim lemak tersebut menuju ke sel lemak.

    Inilah caranya bagaimana karbohidrat membuatmu jadi gemuk.

    Sekarang, kalau tubuhmu memang normal alias tidak ada gangguan apa-apa, ceritanya berakhir sampai di sini saja. Kamu makan semangkuk es buah yang lezat yang manis sekali itu, gula darahmu melonjak drastis, insulin keluar dan mengatasi masalah itu, kamu akan baik-baik saja.

    TAPI, jika kamu mengalami gangguan yang disebut resistensi insulin, atau juga sensitif terhadap karbohidrat, ceritanya masih berlanjut. Apa kelanjutan ceritanya?

    Hipoglikemia dan naik turunnya hormon

    Jika kamu memiliki resistensi insulin atau sensitif terhadap karbohidrat, reaksi tubuhmu atas semangkuk es buah itu akan sangat berlebihan. Ini artinya tidak hanya kadar gula darahmu akan melonjak jauh lebih tinggi dari normal, dan tetap di sana untuk jangka waktu yang lebih lama. Dan itu juga berarti bahwa kadar insulin di dalam darahmu meningkat melebihi normal, dan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, mengakibatkan kadar gula darahmu turun terlalu rendah DAN terlalu cepat.

    Tubuhmu akan menganggap hal ini sebagai suatu kondisi yang kritis, karena akan sangat berbahaya jika kadar gula darahmu terlalu rendah.

    Dalam kondisi darurat atau kritis, tubuh akan mengeluarkan hormon lain untuk menaikkan gula darah. Salah satunya adalah hormon epinephrine, atau biasa kita kenal dengan nama adrenalin. Hormon epinephrine menaikkan gula darah dengan cara menghentikan pengeluaran insulin DAN memerintahkan hati untuk memecah simpanan glikogennya dan melepaskannya ke dalam darahmu.

    Epinephrine ini sebenarnya adalah hormon dalam keadaan darurat, seperti jika kamu seorang manusia purba sedang berjalan-jalan di hutan, lalu tiba-tiba seekor harimau lapar muncul di hadapanmu, atau saat malam kamu sedang berjalan pulang lalu tiba-tiba seorang pria muncul menghadangmu sambil memegang pisau untuk menodongmu. Tentu kamu butuh energi tambahan dengan cepat dong. Untuk apa? Ya untuk MELAWANNYA atau MELARIKAN DIRI, jika bisa. Yang mana pun pilihanmu, keduanya perlu energi yang besar sekali saat itu juga. Epinephrine juga disebut sebagai hormon purba untuk melawan atau lari, fight or flight.

    TAPI jika kamu tidak segera memanfaatkan kelebihan energi yang tiba-tiba itu, untuk melawan atau lari, maka hal itu akan membuat kamu merasa panik, gemetar, atau gelisah.

    Reaksi epinephrine ini kita kenal dengan nama gejala hipoglikemia, yang biasanya terjadi dalam waktu 1 atau 2 jam setelah kamu makan es buah atau makanan manis berkadar gula tinggi lainnya.

    Hormon-hormon lain yang turut dilepaskan untuk melawan insulin adalah:

    • Glukagon, menyebabkan sensasi lapar, sakit kepala, atau sakit perut
    • Kortisol, hormon yang muncul saat kita stress
    • Growth Hormone, alias hormon pertumbuhan

    Kesemua hormon ini bekerja bersama untuk mematikan pelepasan insulin dan mengembalikan gula darah ke kadar yang normal.

    Kebanyakan orang akan mengalami naik turunnya kadar gula darah ini selama sampai beberapa kali dalam sehari, setiap harinya. Karena kebanyakan orang, termasuk kamu sepertinya, tanpa sadar mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi setiap kali selama berkali-kali, mereka juga tidak sadar bahwa rasa lapar, mood-mood-an dan ketidaknyamanan fisik seperti di atas sebenarnya berkaitan erat dengan naik turunnya hormon.

    Mengapa karbohidrat membuat banyak orang jadi mengantuk?

    Banyak orang yang malah mengantuk SETELAH makan, semakin besar porsinya semakin mengantuk pula. Padahal kan katanya karbohidrat itu adalah sumber energi kita? Koq setelah diisi dengan sumber energi malahan jadi mengantuk? Bahkan ada yang harus tidur setelah makan.

    Ada sel di otak yang disebut orexin atau hypocretin, yang berfungsi sebagai alarm kewaspadaan, yang akan menyala oleh konsumsi protein, dan akan mati karena konsumsi karbohidrat.

    Berapa jumlah karbohidrat yang perlu kita makan?

    NOL!

    Betul sekali, kamu tidak salah baca. NOL.

    Sekalinya kita sudah lepas dari ASI< seumur hidup kita sudah tidak membutuhkan karbohidrat lagi, selama-lamanya.

    Tapi…..

    Bukankah otak kita membutuhkan glukosa agar bisa beroperasi?

    Benar juga sih, tapii……

    • Sebenarnya jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh otak itu tidak banyak koq, tergantung pada kondisi, kira-kira hanya butuh antara 30 gram sampai 130 gram glukosa saja, setiap 24 jam, PLUS
    • Otak bisa menggunakan bahan bakar lain selain glukosa, yang biasa disebut dengan nama Keton (terbuat dari lemak). Otak juga bisa memakai Laktat (dihasilkan oleh otot yang bekerja), PLUS
    • Hatimu bisa membuat SELURUH gula yang dibutuhkan oleh otakmu dari protein, yang disebut dengan proses Gluco-Neo-Genesis. Kamu TIDAK PERLU memasukkan gula dari makanan atau minuman agar hati bisa menghasilkan gula sendiri.

    Bagaimana karbohidrat bisa menyebabkan penyakit-penyakit?

    Daftar penyakit itu meliputi, tapi tidak terbatas pada:

    • Diabetes melitus tipe 2
    • Obesitas
    • Tekanan darah tinggi
    • Coronary Artery Disease
    • Bipolar
    • Kanker
    • Alzheimer
    • Osteoporosis
    • Jerawat
    • Osteoartritis
    • Aterosklerosis
    • Berbagai penyakit mental
    • Kolesterol dan asam urat

    Memang betul ada kebudayaan di mana populasinya mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang banyak. Tapi yang mereka makan itu bukan karbohidrat olahan seperti gula atau tepung-tepungan seperti yang kamu biasa makan.

    Beginilah caranya karbo olahan bisa menghancurkan tubuhmu:

    Advanced Glycation End Products (AGEs)

    Karbo cepat olahan akan meningkatkan gula darah, dan gula darah yang berlebih akan mengikat protein, DNA, RNA, dan sel lemak di tubuh, merusaknya, bahkan sampai tak bisa diperbaiki lagi. Inilah proses yang disebut glycation, atau glikasi.

    Cara berpikirnya seperti ini: gula itu lengket sekali. Semua yang ditempeli gula jadi lengket, termasuk protein. Protein yang semestinya lentur dan bisa fleksibel bergerak ke segala arah jadi mengeras bila banyak gula yang menempel padanya. Dan saat gula sudah menempel pada protein, mereka malah mengubah protein itu jadi Advanced Glycation End Product, alias AGEs.

    AGEs ditengarai berhubungan erat dengan sakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, Alzheimer, gagal ginjal, dan penuaan, seperti namanya yaitu AGE.

    Karbohidrat dan kerusakan oksidasi

    Karbohidrat itu sifatnya pro-oksidan, kebalikan dari anti oksidan. Apa maksudnya pro-oksidan?

    Artinya karbohidrat memiliki kekuatan untuk menghancurkan struktur molekul dalam tubuh kita, contohnya DNA, dengan cara MENCURI atau mengambil elektron.

    Di dalam tubuh yang sehat, pro-oksidan dan anti oksidan dalam kadar yang seimbang. Akan tetapi, mayoritas orang tidak seimbang, termasuk kamu mungkin juga, karena dietnya yang dominan pada karbohidrat yang simpel, olahan.

    Kamu mungkin sudah sering diajarkan untuk banyak-banyak mengonsumsi anti oksidan, tapi pasti kamu tidak pernah diberi tahu untuk menghindari makanan yang pro-oksidan, bukan? Jika kamu tidak makan makanan yang pro-oksidan, kamu tentu saja tidak membutuhkan tambahan asupan anti oksidan. Sangat masuk akal!

    Karbohidrat dan inflamasi atau peradangan

    Glikasi DAN oksidasi memicu sesuatu yang disebut sebagai inflamasi. Para ahli sudah menyadari bahwa banyak sekali penyakit di jaman modern ini berakar pada inflamasi.

    Inflamasi atau peradangan ini bukan jenis radang yang bisa kamu rasakan atau lihat. Justru inflamasi ini terjadi dalam skala yang sangat kecil yang kamu tidak sadari telah terjadi berkali-kali setiap harinya.

    Contohnya adalah plak yang menghalangi dan menyumbat aliran darah pada arteri. Jika timbunan plak itu dilihat di bawah mikroskop, akan kamu temukan banyak sekali tanda-tanda telah terjadi inflamasi mini, ratusan bahkan sampai ribuan tanda inflamasi.

    KESIMPULAN Tentang Karbohidrat

    Sekali kamu telah lepas dari ASI, kamu sudah tidak membutuhkan karbohidrat lagi selamanya. Dan saya yakin sekali kamu yang membaca artikel ini sudah lepas dari ASI 100%.

    Karena begitu tidak pentingnya karbohidrat, maka akan sangat berguna bagi kesehatanmu jika kamu bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali, terutama tapi tidak terbatas pada gula, aneka tepung, dan sejenisnya.

    Karbohidrat simpel seperti tepung olahan dan gula memiliki kemampuan merusak sistem hormon kita, mekanisme pengaturan nafsu makan, dan tingkat keseimbangan antara pro-oksidan dan anti oksidan.

     

    BACA JUGA Artikel Yang Membahas Tentang Daging Merah dan Sayuran serta bahaya Anti Nutrisi.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar