Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Karbohidrat

    /
    /
    /
    144 Views

    Karbohidrat

    Untuk memahami lebih dalam tentang Karbohidrat, kunjungi artikel ini.

    Karbohidrat, sampai saat ini, adalah sumber makanan yang menjadi sumber energi utama umat manusia pada umumnya, dan masyarakat di Indonesia pada khususnya. Di Indonesia, sumber utama makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi putih. Rakyat Papua menjadikan sagu sebagai sumber utama karbohidrat mereka.

    Sementara di belahan bumi lainnya bisa berbeda-beda. Seperti misalnya di Eropa dan Amerika Utara, sumber utama makanan karbohidrat mereka adalah gandum, yang banyak diolah menjadi roti. Ada juga yang memakai jagung, contohnya masyarakat asli benua Amerika, yang sering kita sebut sebagai orang Indian, bahasa Inggrisnya Native American.

    Karbohidrat adalah sumber energi yang paling cepat diolah dan bisa digunakan oleh tubuh manusia. Apalagi jika yang dimakan adalah yang termasuk ke dalam jenis karbohidrat simpel, seperti nasi putih, tepung gandum, tepung beras, atau yang terbuat dari tepung-tepungan lainnya.

    Karbohidrat, protein, dan juga lemak merupakan jenis nutrisi yang termasuk ke dalam golongan makro nutrisi. Makro nutrisi berarti tubuh memerlukannya dalam jumlah yang besar, dalam satuan gram.

    Selama ini, orang selalu salah persepsi bahwa lemak merupakan penyebab utama penyakit sindrom metabolik, sehingga cenderung menghindari asupan lemak. Sebagai gantinya, orang mengonsumsi makanan yang tinggi akan karbohidrat.

    Namun belakangan mulai muncul pengertian yang lebih baru, bahwa ternyata asupan yang tinggi karbohidrat-lah yang menyebabkan semua penyakit metabolik modern ini. Karena sejak dicanangkan makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak, ternyata tren penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, dan jantung koroner, malahan meningkat drastis.

    Padahal yang dikonsumsi sudah sangat rendah lemak. Malah ada yang benar-benar tidak mengonsumsi lemak sama sekali.

    karbohidrat
    Sumber Karbohidrat

    Metabolisme Karbohidrat

    Metabolisme karbohidrat merupakan suatu proses alami dalam tubuh manusia yang bertujuan untuk mengolah karbohidrat yang masuk dari makanan, sehingga dapat diserap oleh sel-sel dalam badan manusia untuk digunakan sebagai sumber energi dan hidup.

    Glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang paling sederhana, dan paling mudah diserap tubuh. Oleh karena itu, hampir semua karbohidrat akan diubah menjadi bentuk glukosa oleh tubuh manusia, melalui enzim amilase yang terdapat dalam air liur kita, dan juga dihasilkan oleh pankreas.

    Rumus kimia karbohidrat selalu mengikuti pola CnH2nOn, di mana rumus kimia glukosa sebagai jenis karbohidrat yang paling sederhana adalah C6H12O6.

    Hasil pengolahan 1 (satu) gram karbohidrat akan menghasilkan energi sebesar 4 kCal (kilo Kalori). Sedangkan 1 (satu) gram lemak akan menghasilkan energi sebesar 9 kCal (kilo Kalori). Energi-energi hasil pemrosesan ini selanjutnya disimpan dalam sel tubuh dalam bentuk ATP (Adenosine Tri-Phosphate).

    Diet Karbo

    Diet rendah karbohidrat, atau biasa disingkat dengan diet karbo, merupakan diet yang sedang naik daun saat ini. Bahasa Inggrisnya adalah Low Carb Diet. Dan untuk mengimbanginya, diperlukan asupan lemak yang tinggi sebagai pengganti sumber energinya, alias High Fat.

    Diet karbo sangat efektif dalam penurunan kadar gula dalam darah dan kadar trigliserida (lemak darah), sehingga sangat nyata dalam memperbaiki sistem metabolisme manusia.

    Karbohidrat, dalam bentuk apa pun, begitu masuk ke mulut akan terkena enzim amilase, dan diubah menjadi glukosa. Glukosa yang masuk ke dalam usus akan langsung diserap liver menjadi glikogen. Apabila asupan karbohidrat melebihi kapastias maksimal glikogen di hati (~100 gram), maka kelebihan tersebut akan dikirim ke dalam darah.

    Dan karena kadar gula dalam darah naik, maka hormon insulin pun diproduksi, untuk menurunkan kadar gula darah menjadi normal, sekaligus memudahkan glukosa untuk diserap dan digunakan sel-sel tubuh manusia.

    Efek samping insulin adalah kelebihan glukosa yang tidak dapat disimpan oleh sel-sel tubuh sebagai glikogen akan diubah menjadi lemak, dan lemak inilah yang disimpan dalam tubuh, di otot, di organ dalam, dan lain-lain. Sehingga tampak luarnya, orang akan menjadi gemuk.

    Kesadaran akan hal seperti inilah yang mendasari ide untuk melakukan diet rendah karbohidrat, atau bahkan diet nol karbo. Ilmu pengetahuan yang sebelumnya hanya eksklusif bisa dipelajari di fakultas perguruan tinggi, sekarang bisa dengan mudah diakses di internet. Dan orang pun bisa membaca penelitian ilmiah yang dilakukan di belahan dunia lainnya tanpa harus pergi ke tempat penelitian itu sendiri.

    Makin banyak orang yang kemudian menyadari bahwa tidak ada manfaat sama sekali dari karbohidrat, selain hanya sebagai sumber energi. Dan apabila kita menghentikan asupan karbohidrat, maka tubuh pun akan mulai menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi penggantinya.

    Hasilnya tubuh akan membakar lemak dengan sendirinya, tanpa perlu kita melakukan apa-apa.

    Harap diingat! Bila kamu menghentikan secara total asupan karbohidrat, maka kamu akan merasakan mual, pusing, lemas, dan macam-macam. Hal ini dikarenakan tubuhmu masih belum terbiasa dan belum beradaptasi dengan sempurna akan penggunaan bahan bakar lemak ini.

    Ada yang mengatakan bahwa untuk menjalankan diet karbo ini masih harus tetap mengonsumsi karbohidrat, ada juga yang mengatakan bahwa kita bisa menjalankannya TANPA asupan karbohidrat sama sekali, alias Zero Carb.

    Manakah yang benar?

    Karbohidrat TIDAK termasuk ke dalam nutrisi esensial. Nutrisi esensial artinya adalah tubuh TIDAK BISA atau tidak cukup memproduksi sendiri sehingga dibutuhkan asupan dari luar. Jika tidak, maka tubuh akan mengalami defisiensi gizi, dan menimbulkan berbagai macam penyakit.

    Sehingga ketiadaan unsur karbohidrat dalam makanan kita setiap hari TIDAK BERDAMPAK NEGATIF APA PUN bagi kesehatan kita.

    Karena karbohidrat BUKAN nutrisi esensial, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa kita bisa menjalankan diet nol karbohidrat ini tanpa menderita berbagai macam penyakit.

    Tugas utama karbohidrat itu hanyalah sebagai sumber energi, tidak ada fungsi lainnya. Jika kamu bisa menggantikannya dengan makro nutrisi lainnya, seperti lemak dan protein, maka tidak akan ada masalah, asalkan vitamin dan mineral lainnya juga turut dikonsumsi.

    PERHATIAN! Penghapusan, atau pengurangan, unsur karbohidrat dari asupan makanan HARUS/WAJIB diikuti dengan naiknya asupan lemak. Banyak orang yang menjalankan diet karbo ini yang masih takut mengonsumsi lemak yang banyak, sehingga malahan menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

    Diet karbo dalam jangka pendek maupun jangka panjang sangat baik bagi kesehatan manusia. Efek jangka pendek yang terlihat secara nyata (sampai 3 -6 bulan) adalah penurunan berat badan dan pengecilan lingkar pinggang. Hasilnya tubuh lebih enteng, tidak mudah lelah, kulit lebih cerah, dan naiknya rasa percaya diri.

    Dalam jangka panjang, lebih dari 1 tahun, diet karbo efektif menormalkan gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol (LDL turun dan HDL naik), trigliserida, asam urat, dan glikasi. Glikasi adalah penempelan gula yang meng-karamel di pembuluh darah dan berbagai organ dalam tubuh manusia.

    Saya sangat menganjurkan kamu untuk mengombinasikan diet rendah karbohidrat ini dengan puasa agar jadi jauh lebih efektif. Terutama untuk kamu yang menjalankannya dengan tujuan kesehatan, bukan penurunan berat badan semata.

    Diet karbo ini bertujuan untuk menjaga kadar insulin agar tetap rendah. Insulin yang rendah akan meningkatkan sensitivitas tubuh akan insulin. Juga menjaga konsistensi pembongkaran simpanan lemak.

    Puasa juga memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kadar insulin dan gula darah tetap rendah. Rendahnya kadar gula dalam darah (kurang dari 80 mg/dL) berakibat pada tidak adanya rasa lapar dan kebutuhan untuk mengonsumsi makanan.

    Jadi, diet rendah karbo (dan tinggi lemak) ini sangat menunjang dan mendukung semakin panjangnya jam puasa kamu, tanpa kamu harus merasakan rasa lapar, gemetaran, lemas, dan segala gejala kecanduan glukosa (sugar craving) lainnya.

    Semakin panjang jam puasa, semakin banyak lemak yang bisa dibongkar dan dibuang. Semakin banyak pula sel-sel rusak yang digantikan dan dimakan oleh sel-sel yang sehat dan baru. Akibatnya terjadi regenerasi sel besar-besaran dalam tubuh.

    Dampak bagi kesehatan jangka panjang adalah semakin fit dan meningkatnya energi yang dirasakan kamu. Kulit jadi semakin cerah, dan berbagai penyakit yang oleh dokter dinyatakan tidak dapat sembuh jadi hilang tak berbekas.

    Contohnya: diabetes melitus, hipertensi, merupakan salah dua penyakit yang sampai saat ini jika sudah divonis dokter, maka kamu sudah harus mengonsumsi obat-obatan seumur hidup.

    Tapi hanya dengan menerapkan pola hidup diet rendah karbo dan tinggi lemak, serta rutin berpuasa, maka kadar gula darah akan menjadi rendah (di bawah 80 mg/dL, dengan Hba1C di bawah 5), dan tekanan darah pun akan jadi normal. Semua dicapai tanpa obat apa pun juga.

    Puasa yang diwajibkan minimal 16 jam sehari. Jika sudah terbiasa, maka kamu wajib meningkatkan jam puasa jadi 23 jam sehari.

    Karbohidrat Kompleks

    Karbohidrat juga ada 2 jenis, yakni karbohidrat simpel dan karbohidrat kompleks. Apa maksudnya karbohidrat kompleks itu?

    Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang murni berasal dari alam, yang masih terproteksi oleh serat (fiber). Secara alaminya, semua jenis karbohidrat itu pasti ditemani oleh keberadaan serat, sehingga mengurangi karbohidrat yang bisa diserap oleh tubuh makhluk hidup.

    Contohnya adalah sayur mayur segar. Jika kamu mengonsumsi sayur-sayuran tanpa di-blender atau di-jus, misalkan hanya direbus atau dikukus, maka kamu memasukkan karbohidrat DAN serat juga.

    Nah keberadaan serat, yang tidak bisa diproses dan diserap oleh tubuh manusia, ini yang mengunci sebagian karbohidrat dari alam, sehingga total glukosa yang masuk ke badan kamu menjadi berkurang.

    Inilah yang disebu sebagai karbohidrat kompleks. Contoh lainnya adalah nasi merah, nasi coklat, oat, agar-agar.

    Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa tubuh manusia TIDAK BISA memproses serat, sehingga kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya jadi tidak bisa kita serap dan kita gunakan. Maka dari itu, serat akan keluar begitu saja menjadi feses.

    Cara untuk menghancurkan proteksi serat adalah dengan mekanisme penggilingan secara terus menerus sampai hancur, seperti penggilingan gandum atau hewan herbivora yang memamah biak, mereka selalu mengeluarkan kembali makanan yang sudah mereka makan, untuk dikunyah lagi sampai halus.

    Serat (bahasa ilmiahnya: selulosa) juga bisa diuraikan dengan enzim yang disebut enzim selulase. Manusia tidak memiliki enzim pengurai serat ini.

    Atau serat juga bisa diurai oleh bakteri-bakteri, seperti yang terdapat di dalam usus hewan herbivora. Dan lagi-lagi manusia tidak punya jenis bakteri ini.

    Oleh karena itu, manusia menciptakan sistem penggilingan yang bisa menghancurkan serat yang keras ini. Maka terciptalah sesuatu yang kita sebut dengan tepung, atau zat pati.

    Di pasar dan supermarket, kita biasa melihat ada tepung gandum, tepung sagu, tepung terigu, tepung tapioka (berasal dari singkong), tepung maizena (berasal dari jagung), bahkan ada tepung beras juga.

    Hasil penggilingan berupa tepung inilah yang menjadi sebuah bahan makanan baru, yang disebut sebagai KARBOHIDRAT SIMPEL. Alias karbohidrat yang sudah tidak diproteksi oleh serat, sehingga semua kandungan gulanya akan langsung masuk ke aliran darah dan diserap oleh sel-sel tubuh manusia.

    Jenis karbohidrat simpel yang inilah yang menjadi titik pangkal penyebab utamanya berbagai penyakit degeneratif yang menjadi epidemi di seluruh dunia.

    Mengapa demikian?

    Karena selain sudah tidak ada seratnya, biasanya manusia tidak ada rem dalam mengonsumsi jenis karbohidrat simpel ini. Semakin banyak makan, semakin cepat merasa lapar, sehingga akan semakin banyak lagi makan.

    Apakah kamu juga merasa demikian? Baru saja makan semangkuk mi, tidak sampai 3 jam kemudian sudah merasa lapar lagi. Baru juga makan roti, 1 jam kemudian sudah lapar dan ingin makan baso dan somay.

    Apa akibatnya? Gula yang berlebihan akan terus dimasukkan ke dalam darah, dan insulin harus bekerja keras terus menerus untuk menormalkannya kembali. Hasilnya adalah timbunan lemak yang disimpan di berbagai tubuh manusia.

    Karena jika tidak demikian, akan jadi lebih berbahaya apabila kandungan gula darah manusia jauh melebihi kadar gula darah yang normal. Karena itu harus sesegera mungkin kadar gulanya diturunkan ke level 100 mg/dL.

    Makanan Karbohidrat (Sumber Karbohidrat)

    Makanan mengandung karbohidrat biasanya menjadi makanan pokok di belahan bumi yang mana pun. Contoh makanan pokok di Indonesia secara umum ada nasi.

    Sementara di Papua, sagu menjadi sumber karbohidrat mereka.

    Inilah daftar makanan yang mengandung karbohidrat:

    1. Segala jenis nasi (beras), seperti nasi putih, nasi merah, nasi coklat
    2. Singkong, ubi dan umbi-umbian
    3. Kentang
    4. Gandum dan tepung gandum (makanan pokok orang Eropa dan Amerika)
    5. Sagu (makanan pokok orang Papua)
    6. Jagung (makanan pokok orang asli Amerika)
    7. Semua sayur mayur segala macam warna, mengandung karbohidrat walau dalam jumlah yang lebih kecil dibanding jenis makanan pokok
    8. Buah-buahan, juga mengandung karbohidrat dalam bentuk fruktosa (gula buah)

    Untuk mempermudah dalam mengingat dan memahaminya, SEMUA yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (tanaman) sudah pasti mengandung karbohidrat, baik itu dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil.

    Karena karbon merupakan unsur utama yang membentuk tanaman itu sendiri. Serat itu sendiri merupakan jenis karbohidrat, dan tanpa ada serat tentu tanaman tidak bisa berdiri tegak bukan?

    Tanpa adanya karbohidrat, tidak akan ada kehidupan di muka bumi ini. Karbohidrat inilah yang menjadi sumber energi utama seluruh makhluk hidup.

    KESIMPULAN Tentang Karbohidrat

    Karbohidrat tidaklah jahat. TERLALU BANYAK mengonsumsinya lah yang menjadi sumber segala masalah kesehatan manusia modern.

    Berapa batasan asupan karbohidrat harian manusia?

    Untuk mengetahui berapa batasan terlalu banyak konsumsi karbohidrat harian manusia, silakan kunjungi artikel tentang gula berikut ini.

    AloSehat.com sangat merekomendasikan puasa dan diet rendah karbo, ditambah dengan olahraga, bagi semua orang, terutama para pembaca artikel ini khususnya. Karena saya sebagai penulisnya sudah membuktikannya sendiri betapa positifnya efek dari kombinasi ketiga hal tersebut.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar