Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Kacang Kedelai

    /
    /
    /
    13 Views

    Kacang Kedelai

    kacang kedelai
    Kacang Kedelai alias Soybean

    Kacang kedelai berasal dari China. Selama masa Dinasti Chou (1134 – 246 Sebelum Masehi), kacang kedelai merupakan salah satu dari 5 jenis tumbuhan yang “suci” bersama padi, gandum, barley, dan millet. Hanya saja, dari penggambaran pada masa itu, kacang kedelai TIDAK DIGUNAKAN sebagai makanan.

    Sementara 4 tumbuhan yang lain menekankan pada batang dan biji-bijinya, pada kacang kedelai justru menekankan pada bagian akarnya. Literasi agrikultur pada masa itu menunjukkan kalau kedelai digunakan untuk rotasi tumbuhan saja. Tumbuhan kedelai tampaknya berguna untuk mengembalikan nitrogen ke dalam tanah.

    Kacang kedelai tidak dikonsumsi manusia, SAMPAI ditemukannya teknik fermentasi, kira-kira juga pada masa Dinasti Chou. Oleh karena itu, makanan hasil fermentasi kedelai yang pertama adalah tempe, natto, miso, dan shoyu. Baru setelahnya ditemukan teknik untuk membuat tahu pada abad ke-2 Sebelum Masehi.

    Teknik pembuatan tempe kemudian menyebar ke Indonesia, sedangkan teknik pembuatan natto dan miso menyebar ke Jepang.

    Apakah Kacang Kedelai Cocok Untuk Konsumsi Manusia?

    Orang China pada masa itu tidak mengonsumsi kedelai, sama seperti mereka juga tidak mengonsumsi jenis legume lainnya, karena mereka tahu bahwa kedelai mengandung berbagai zat yang berbahaya.

    Yang pertama, kacang kedelai mengandung enzyme inhibitor, yang akan menghalangi enzim yang dipakai untuk penyerapan protein. Enzyme inhibitor tidak bisa dihilangkan seluruhnya hanya dengan cara dimasak seperti biasa.

    Lalu ada juga kandungan hemaglutinin, yang akan membuat sel darah merah menempel satu dengan yang lainnya, membentuk gumpalan darah merah. Kedua zat jahat ini dikenal sebagai substansi penekan pertumbuhan manusia. Dan keduanya hanya bisa di-non-aktifkan hampir seluruhnya dengan teknik fermentasi saja. Pada makanan dari kedelai yang diendapkan, seperti tahu, kedua zat ini jadi berada di cairan yang digunakan. Oleh sebab itu kandungan kedua zat ini dalam tahu jadi lebih sedikit, tapi tidak hilang seluruhnya.

    Kacang kedelai juga mengandung asam fitat yang tinggi. Asam fitat ini akan mem-blok tubuh dalam mengambil dan menyerap mineral penting bagi tubuh kita, seperti kalsium, magnesium, zat besi, dan seng. Konsumsi makanan jenis legume seperti kedelai ini dinilai sebagai penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan akibat kekurangan mineral di berbagai belahan dunia.

    Dan kacang kedelai pada khususnya memiliki kandungan asam fitat yang paling tinggi dibandingkan dengan legume lainnya. Asam fitat TIDAK BISA dihilangkan dengan dimasak dengan cara apa pun juga. Hanya teknik fermentasi dalam waktu yang lama yang akan mengurangi kadarnya dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, makanan fermentasi seperti tempe dan natto masih bisa dianggap bergizi, tapi makanan seperti tahu bisa dipertanyakan nilai gizinya mengingat masih tingginya kadar asam fitat di dalamnya.

    Saat makanan kedelai yang diendapkan dikonsumsi dengan daging, efek menghalangi penyerapan mineral sedikit berkurang. Contohnya adalah orang Jepang biasa makan tahu bersamaan dengan kaldu kuah ikan, yang mengandung mineral yang tinggi. Lain halnya dengan kaum vegetarian dan vegan yang mengonsumsi tahu sebagai makanan pengganti daging dan produk susu, sehingga mereka sangat berpotensi menderita kekurangan mineral.

    Akibat kekurangan zat besi, magnesium, dan kalsium mungkin kamu sudah sering mendengar. Tapi akibat kekurangan seng jarang diketahui orang.

    Seng disebut sebagai mineral kepintaran. Seng dibutuhkan untuk perkembangan sel saraf dan otak. Juga untuk pembentukan kolagen dan sintesis protein, mekanisme kendali atas gula darah, untuk sistem reproduksi yang sehat, dan komponen yang penting dalam berbagai enzim yang vital dan sistem kekebalan tubuh kita.

    Pemasaran Kacang Kedelai

    Walau sering disebutkan sebagai makanan yang sehat, tapi tidak semua orang suka makan kedelai yang difermentasikan seperti tempe atau natto. Terutama orang di Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, industri kacang kedelai harus menemukan jalan untuk memasarkan produknya supaya laku.

    Penanaman kacang kedelai besar-besaran dimulai sejak selesainya Perang Dunia 2, dan dengan cepat mencapai angka produksi 60 juta kilogram per tahun. Kebanyakan kedelai digunakan sebagai pakan ternak dan untuk pembuatan margarin. Baru pada sekitar 20 tahun terakhir ini, kedelai banyak dimasukkan secara terselubung maupun terang-terangan pada berbagai produk, contohnya susu kedelai, susu formula berbasis kedelai, minyak kedelai, yoghurt kedelai, es krim kedelai, tepung kedelai untuk pembuatan roti atau kue, keju kedelai, dan masih banyak lagi.

    Peningkatan populasi orang yang menjalankan diet vegetarian pun turut serta meningkatkan konsumsi kacang yang satu ini.

    Protein dari Kacang Kedelai

    Kacang kedelai sering dipromosikan, terutama oleh kaum vegetarian, sebagai sumber makanan nabati yang kaya akan kandungan proteinnya. Tapi harap diperhatikan bahwa protein yang disediakan oleh kacang kedelai tidaklah lengkap. Kacang kedelai kekurangan asam amino yang mengandung sulfur, seperti cystine dan methionine. Kekurangan ini haruslah ditutupi dengan konsumsi biji-bijian lainnya seperti nasi atau gandum yang bisa menutupinya.

    Kacang kedelai tidak boleh digunakan sebagai pengganti daging atau susu. Produk kacang kedelai yang difermentasi juga tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan Vitamin B12. Konsumsi kacang kedelai bahkan sesungguhnya meningkatkan angka kebutuhan Vitamin B12 oleh tubuh. Kacang kedelai juga tidak bisa memenuhi vitamin yang larut di dalam lemak, seperti vitamin D dan vitamin A.

    Mungkin kamu berpikir kalau kedelai mengandung vitamin A juga, tapi perlu dijelaskan bahwa vitamin A dari tumbuhan itu masih dalam bentuk karoten, baik itu beta karoten atau alfa karoten. Dan karoten itu adalah prekursor vitamin A, bukan vitamin A itu sendiri yang dibutuhkan tubuh kita. Sedangkan vitamin A yang bisa digunakan tubuh kita itu harus dalam bentuk retinol, yang hanya bisa kita dapatkan dari hewan saja.

    Apakah produk makanan dari kacang kedelai mudah dicerna manusia? Produk kedelai terfermentasi mungkin IYA, tapi yang tidak terfermentasi TIDAK. Bisa kamu lihat pada produk makanan hewan seperti makanan anjing dan kucing, yang sering dipromosikan sebagai “highly digestible” justru adalah yang bebas dari kacang kedelai.

    Pencegah Kanker ATAU Justru Penyebab Kanker?

    Industri makanan selalu menggaung-gaungkan kacang kedelai sebagai makanan yang mencegah kanker. Ada substansi yang bernama Isoflavone aglycones yang memang terdapat di dalam produk makanan kedelai yang difermentasi. Tapi pada produk yang tak difermentasi, seperti tahu dan susu kedelai, isoflavone ini hadir dalam bentuk yang berbeda, yakni sebagai beta-glycoside, yang tidak memiliki efek anti karsinogen. Bahkan kasus penyakit kanker di benua Afrika cenderung meningkat sejak diperkenalkannya produk-produk berbasis kacang kedelai di sana.

    Asam lemak di dalam kacang kedelai didominasi oleh asam lemak Omega-3, tapi asam lemak dari kedelai ini mudah sekali menjadi tengik, jika diberikan temperatur yang tinggi atau diberi tekanan tinggi. Dan karena sangat sulit untuk mendapatkan minyak dari kedelai, industri makanan selalu menggunakan berbagai zat kimia dan sisa-sisanya sering masih tersisa di dalam minyak kedelai.

    KESIMPULAN Tentang Kacang Kedelai

    Hanya produk kedelai terfermentasi saja yang sungguh aman. Dan kita hanya ada mengenal 3 produk terfermentasi saja, yaitu tempe, miso, dan natto. Tapi tetap saja konsumsi makanan terfermentasi itu juga wajib disertai dengan konsumsi makanan bermineral dan vitamin tinggi, seperti ikan laut, kuah kaldu ikan, hati sapi, dan berbagai jeroan hewan lainnya.

    Sedangkan untuk produk makanan kedelai yang hanya diendapkan, seperti tahu, masih menyisakan banyak masalah. Oleh karena itu, jangan mengandalkan tahu sebagai makanan utama kamu untuk menjadi sumber utama protein. Apalagi jika kamu makan kacang kedelai secara langsung, baik itu mentah maupun yang hanya direbus atau digoreng saja.

    BACA Tentang Biji-bijian Lainnya. Atau Tentang Sayuran Secara Umum.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar