Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Hipertensi, Si Penyakit Tekanan Darah Tinggi

    /
    /
    /
    121 Views

    Hipertensi, Apa Itu Sebenarnya?

    Hipertensi (Hypertension) adalah suatu kondisi di mana tekanan darah seseorang di atas tekanan darah yang semestinya. Dalam bahasa Inggris namanya High Blood Pressure.

    Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah adalah seberapa kuat aliran darah yang mengalir dari jantung yang pada prosesnya mendorong dinding pembuluh darah arteri. Angka tekanan darah sebenarnya tidak stabil, bisa berubah-ubah tergantung situasi dan kondisi si empunya badan.

    Misalnya, tekanan darah yang diukur tepat seusai melakukan kegiatan fisik seperti olahraga tentunya berbeda jika dibandingkan dengan tekanan darah yang diukur saat baru bangun tidur. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh daya tahan pembuluh darahnya.

    Satuan yang dipakai dalam pengukuran tekanan darah seseorang adalah mmHG, merupakan singkatan dari milimeter Merkuri.

    Misalnya kita ambil contoh hasil pembacaan menunjukkan angka 120/90 mmHG. Maka angka 120 ini merupakan angka yang menunjukkan bacaan sistolik. Sistolik adalah kondisi pada saat jantung sedang memompa darah ke seluruh tubuh.

    Sementara angka 90 itu menunjukkan bacaan diastolik. Diastolik adalah kondisi pada saat jantung sedang rileks, alias bersantai, sambil mengisi ulang bilik-bilik dengan darah.

    Sebagai catatan tambahan, sistolik merupakan kondisi di mana tekanan darah berada di titik maksimal karena otot jantung paling kuat berkontraksi di kondisi sistolik ini. Dan diastolik sebaliknya, merupakan kondisi di mana tekanan darah manusia berada di titik minimal, karena jantung sedang relaksasi, alias bersantai.

    Tekanan Darah Normal Manusia, Berapakah Seharusnya?

    Hipertensi Penyakit Tekanan Darah Tinggi
    Pasien Hipertensi Sedang Mengukur Tekanan Darah

    Pengukuran tekanan darah haruslah dilakukan pada kondisi di mana keadaan tubuh sedang santai. Biasanya dilakukan setelah bangun tidur. Dan usahakan selalu mengukur tekanan darah setiap hari di kondisi dan keadaan yang sama. Misalnya selalu melakukan pengukuran setelah bangun tidur pagi hari, setiap hari.

    Angka tekanan darah normal manusia PALING TINGGI adalah 120/80 mmHG. Jika kamu mendapati pengukuran tekanan darah di atas angka 120/80 mmHG sampai 140/90 mmHG, bisa disebut kalau kamu sudah terkena Pre-Hipertensi, alias tekanan darah tinggi.

    Standar tekanan darah juga tergantung kepada usia, karena semakin tinggi usia seseorang, batas maksimal tekanan darah juga lebih tinggi. jika didapati angka pengukuran 140/90 mmHG, tapi usia orang itu sudah 60 tahun ke atas, dokter biasanya menganggap itu masih normal.

    Kondisi sedang sakit juga bisa menaikkan tekanan darah. Jika seseorang diukur tekanan darahnya dan didapatkan angka 160/100 mmHG, tapi orang itu sedang diopname di Rumah Sakit, tim dokter dan perawat biasanya juga masih memaklumi bahwa naiknya nilai tersebut karena si empunya badan sedang sakit.

    Biasanya setelah sembuh dan keluar dari rumah sakit, tekanan darahnya akan kembali normal.

    Jadi kondisi sang empunya badan harus dalam keadaan yang normal, dan konsisten setiap kali dilakukan pengukurannya.

    Sebenarnya jika angka pengukuran sistolik di atas 120 tapi masih di bawah 140, kondisi tekanan darah kamu masih belum terlalu tinggi. Namun harus segera dilakukan tindakan nyata untuk menormalkannya lagi.

    Demikian pula dengan angka diastolik. Jika di atas 80 tapi masih di bawah 100, kondisi kamu disebut pre-hipertensi. Segeralah ubah gaya hidupmu untuk menormalkannya kembali.

    Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka melebihi 180/110 mmHG, maka biasanya tim medis akan melakukan pengukuran ulang setelah menunggu beberapa menit. Jika hasil pemeriksaan berikutnya dan berikutnya tetap menunjukkan angka yang tidak banyak berubah, kemungkinan besar kamu sudah terkena vonis hipertensi, alias tekanan darah tinggi.

    Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menormalkan tekanan darah. Karena jika terus dibiarkan, akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius dan tak dapat disembuhkan lagi.

    Berikut daftar jenis obat-obatan yang umum diberikan oleh dokter untuk menurunkan tekanan darah tinggi:

    • Diuretik
    • Beta-blocker
    • Alfa-blocker
    • Angiotensin Converting Enzyme inhibitor
    • Penghambat saluran Kalsium
    • Vasolidator
    • Central-acting Agent

    Harap diperhatikan bahwa yang saya sebutkan di atas adalah jenis obat, tipe obat. Bukan merek dagang yang biasanya lebih diingat oleh si pasien. Merek dagang bisa berbeda-beda, tergantung kepada pabrik pembuatnya.

    PERHATIAN! Obat hipertensi HARUS dimakan seumur hidup, kalau tidak segera mengubah pola hidup kamu. Bahkan dosisnya bisa-bisa bertambah jika gaya hidup dan gaya makan kamu tidak berubah juga.

    Penting untuk menjaga tekanan darah, karena jika tidak, sewaktu-waktu dapat terjadi serangan jantung koroner.

    Oleh karena itu, pilihanmu hanya ada 2, yaitu:

    1. Makan obat penurun tekanan darah secara rutin setiap hari, atau
    2. Segeralah ubah gaya hidupmu, yang meliputi gaya makan dan berolahraga

    Apa sih sebenarnya penyebab Hipertensi?

    Hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah kehilangan kelenturannya akibat lengketnya dinding-dinding pembuluh darah.

    Apa yang membuat pembuluh darah jadi lengket? Hanya gula yang bisa menyebabkan terjadinya pelengketan, alias glikasi (glycation).

    Jadi sesungguhnya, penyebab utama tekanan darah tinggi dan penyakit gula darah tinggi itu sama saja, yaitu gula, dan/atau karbohidrat.

    Kalau kerja pankreas dalam memproduksi insulin sudah rusak, maka yang terjadi adalah diabetes melitus. Kalau kerja pankreas masih normal, maka biasanya terjadi glikasi pada dinding-dinding pembuluh darah yang berujung pada hipertensi.

    Lantas mengapa masih banyak yang mengidentikkan tekanan darah tinggi dengan terlalu banyak makan garam?

    Jawaban untuk pertanyaan ini saya juga kurang tahu. Tapi yang pasti, berdasarkan pengalaman keluarga saya, itu adalah salah kaprah. Karena dengan menghilangkan asupan gula, tekanan darah berangsur-angsur normal kembali ke angka 120/80 mmHG.

    Garam yang kita konsumsi tidak akan masuk secara langsung ke dalam aliran darah kita. Makanan akan diuraikan dulu dalam sistem pencernaan, lalu dialirkan ke hati terlebih dahulu. Di hati akan disaring, jika ditemukan kelebihan asupan garam, maka kelebihan garam akan dibuang melalui air kencing.

    Jadi yang kerja lebih berat adalah ginjal. Buktinya adalah warna air seni kamu akan terlihat lebih kuning tua jika kamu lebih banyak mengonsumsi garam. Segeralah minum air putih yang banyak untuk menormalkan warna air seni kamu.

    Penyebab hipertensi yang kedua adalah faktor pikiran, alias stress. Terlalu banyak pikiran, terlalu banyak masalah yang tidak tertangani bisa menaikkan tekanan darah, dan juga gula darah.

    Oleh karena itu penting sekali pengaturan emosi dalam pengelolaan kesehatan kita. Lakukan meditasi, atau pergilah jalan-jalan untuk sekedar menghilangkan stress dan menyenangkan hatimu.

    Kurang tidur atau sering begadang juga bisa menjadi penyebab naiknya tekanan darah. Hal ini berkaitan dengan faktor stress di atas. Kurang tidur membuat otak menghasilkan hormon kortisol, yang berakibat naiknya tekanan darah dan kadar gula darah.

    Kebiasaan merokok ternyata juga penjadi penyebab seseorang terkena penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ditemukan fakta bahwa menghabiskan satu batang rokok ternyata menaikkan tekanan darah sebanyak 4 mmHG.

    Jadi kalau dalam 1 hari kamu menghabiskan 10 batang rokok, maka bisa dihitung kalau tekanan darahmu akan naik sebanyak 40 mmHG. Bahaya sekali bukan?

    Ada suatu kondisi hipertensi yang biasa disebut dengan Hipertensi Sekunder. Hipertensi Sekunder adalah penyakit tekanan darah tinggi yang biasanya diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan untuk perawatan ginjal dan jantung. Disebut sekunder karena tekanan darah tinggi itu sebagai efek samping konsumsi obat-obatan tertentu.

    Kehamilan, konsumsi obat KB, terapi hormon juga bisa membuat naiknya tekanan darah. Jika sang buah hati telah lahir biasanya tekanan darah akan normal lagi. Jika konsumsi obat KB dan terapi hormon dihentikan, seharusnya tekanan darah akan normal kembali.

    Andai kata tekanan darah tidak normal juga setelah semua pengobatan dihentikan, maka segeralah hubungi dokter kamu. Kemungkinan besar setelah diberikan obat penurun tekanan darah, segalanya akan normal kembali.

    Orang-orang Seperti Apakah Yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terkena Hipertensi?

    Pada dasarnya SEMUA ORANG memiliki kemungkinan terkena tekanan darah tinggi. Tapi tentunya ada golongan orang tertentu yang risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan golongan orang yang lain.

    Golongan apakah yang saya maksud itu?

    Yang paling banyak adalah orang yang memiliki orang tua yang sudah divonis hipertensi. Banyak yang bilang itu adalah faktor genetik, alias keturunan.

    Jadi maksudnya hipertensi itu adalah penyakit turunan?

    BUKAN! Sekali lagi saya tegaskan, hipertensi bukan penyakit turunan. Tidak mungkin penyakit tekanan darah tinggi bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Sama halnya seperti diabetes.

    Ini lagi-lagi salah kaprah orang yang ingin menyederhanakan sesuatu.

    Yang diturunkan sebenarnya adalah KEBIASAAN MAKAN dan GAYA HIDUP orang tua ke anaknya. Bukan penyakitnya!

    Kamu bisa lihat, orang tua yang gemuk cenderung memiliki anak-anak yang gemuk pula. Lalu kamu mau bilang bahwa gemuk itu gen?

    Salah!

    Ingat! Apapun yang orang tua makan dan lakukan, itu pula yang anak-anaknya makan dan lakukan. Demikian pula yang TIDAK dimakan dan TIDAK dilakukan oleh orang tua, maka 99% juga TIDAK DIMAKAN DAN TIDAK DILAKUKAN sang anak.

    Gaya hidup yang sama dan menu makan yang sama tentu akan menghasilkan hasil yang sama pula, bukan?

    Jadi jangan pernah menyalahkan orang tua atau faktor genetik atas hipertensi yang kamu derita saat ini.

    Kemudian orang-orang yang sudah terkena penyakit degeneratif lainnya, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, obesitas, juga memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena tekanan darah tinggi.

    Orang-orang yang gaya hidupnya sedentary, atau lebih banyak duduk dan hampir tak pernah olahraga, juga berisiko terkena hipertensi.

    Jangan pernah remehkan gejala-gejala tekanan darah tinggi.

    Apa saja gejala tekanan darah tinggi?

    Pada umumnya seseorang yang tekanan darahnya sudah tinggi bakal mengalami satu atau beberapa gejala berikut ini:

    • Sering pusing-pusing
    • Sering sakit kepala
    • Perut mual
    • Telinga berdenging
    • Pandangan sering kabur
    • Sering kebingungan
    • Sakit di bagian dada
    • Terlalu lelah
    • Di dalam urin sering ada darah
    • Detak jantung tidak teratur, padahal kamu tidak melakukan kegiatan fisik apa-apa
    • Kesulitan untuk bernafas

    Benarkah Hipertensi Tidak Bisa Disembuhkan dan Harus Makan Obat Seumur Hidup?

    Pertanyaan seperti itu pasti yang ada di benak orang yang sudah divonis tekanan darah tinggi. Kekhawatiran semacam itu wajar timbul, karena dokter-dokter sendiri hampir semuanya mengatakan hal seperti itu.

    Tapi mari kita lihat kembali apa penyebab penyakit tekanan darah tinggi ini.

    Ada 2 penyebab yang saling berkaitan, yakni gaya makan dan gaya hidup.

    Jadi, kalau kedua penyebab sudah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah segera mengubah kedua hal yang menjadi penyebab hipertensi tersebut. Maka bisa dipastikan tekanan darah kamu menjadi normal lagi ke angka 120/80 mmHG.

    Gaya hidup terkait dengan kegiatan fisik. Biasanya orang yang terkena tekanan darah tinggi itu aktifitas fisiknya kurang. Bisa jadi karena kurang waktu untuk berolahraga, atau memang tidak ada niat dan kemauan untuk berolahraga.

    Dengan memulai hidup aktif, maka salah satu penyebab hipertensi sudah dihilangkan. Tidak perlu olahraga yang berat, cukup berjalan kaki saja tapi harap dilakukan setiap hari dengan rutin.

    Gaya makan itu berkaitan dengan semua makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam tubuh kita. Patut dicermati bahwa kesalahan mengidentifikasikan jenis makanan dan minuman yang menyebabkan tekanan darah tinggi membuat tekanan darahmu tidak bisa turun menjadi 120/80 mmHG.

    Papa umumnya orang mengatakan bahwa makan banyak garam membuat tekanan darah menjadi tinggi. Maka orang pun menghindari garam. Tapi setelah bertahun-tahun menghindari garam, tekanan darahnya tidak kunjung normal juga. Apa salahnya?

    Salahnya sudah terjadi di awal, sejak mengatakan bahwa garamlah penyebab hipertensi. Padahal ada jenis makanan lain yang sebenarnya pelaku utama, yaitu GULA.

    Bisa jadi kamu pun tidak percaya karena ini bertentangan dengan keyakinan umum. Saya pun awalnya demikian. Pun karena para dokter semua mengatakan hal yang sama.

    Tapi setelah mempraktekkannya, saya pun jadi percaya bahwa GULA-lah penyebab hipertensi. Dan dengan menghindari gula, ada banyak orang di sekitar saya yang tekanan darahnya menjadi normal kembali, dan tidak perlu makan obat turun tekanan darah lagi.

    Kalau tekanan darah sudah normal, dan masih makan obat penurun tekanan darah, nanti malah jadi tekanan darah rendah.

    Jadi, jangan percaya kalau ada yang bilang bahwa hipertensi tak dapat disembuhkan dan harus makan obat seumur hidup. Asal bisa menghindari gula, lalu kemudian menghindari karbohidrat, tekanan darahmu akan kembali ke angka 120/80 mmHG.

    Gaya hidup selanjutnya yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi adalah kebiasaan minum minuman beralkohol secara rutin setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama.

    Sesungguhnya jika minuman beralkohol hanya diminum sesekali DAN dalam jumlah yang sedikit, malah bisa menurunkan tekanan darah karena pembuluh darah akan sedikit melebar. Tapi akan lain ceritanya jika alkohol dikonsumsi dalam jumlah besar DAN jangka waktu lama.

    Selain mempersempit pembuluh darah yang berakibat naiknya tekanan darah, alkohol dalam jangka panjang akan merusak dinding pembuluh darah, selain juga organ-organ tubuh lainnya.

    Apa Efeknya Bagi Tubuh Kita Jika Tekanan Darah Tinggi?

    Efek yang dihasilkan oleh tingginya tekanan darah tentu bukan efek yang baik. Tekanan darah yang tinggi sangat merusak dinding pembuluh darah.

    Berikut merupakan efek-efek buruk tingginya tekanan darah:

    1. Kerusakan sistem sirkulasi darah

    Kerusakan ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Butuh waktu yang sangat lama, bisa bertahun-tahun untuk kamu dapat merasakan efek negatif ini.

    Seperti yang kita ketahui bersama, pembuluh darah memiliki fungsi mengantarkan suplai darah ke seluruh anggota badan kita. Jika tekanan darah terlalu tinggi dan dalam waktu yang lama serta konsisten, maka tekanan yang tinggi itu akan merobek dinding pembuluh darah.

    Dari awalnya sobekan kecil, lama kelamaan akan menjadi lebar dan banyak.

    Ketika ada sobekan, maka lemak akan menempel di situ. Lama kelamaan tumpukan tersebut akan menebal, sehingga menyempitkan aliran darahnya.

    Organ-organ tubuh pun akan kekurangan suplai darah, sehingga jadi ikut-ikutan rusak pula.

    Akibat lanjutannya, jantung pun akan bekerja lebih keras lagi untuk memastikan darah tidak terhambat. Lama kelamaan, bagian jantung ventrikel kiri yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh akan membengkak.

    Inilah yang meningkatkan risiko gagal jantung dan penyakit jantung koroner.

    Tanda-tanda jantung kamu sudah mulai rusak dan bengkak adalah:

    • Sesak nafas
    • Cepat merasa lelah
    • Sulit bernafas
    • Bengkak di kaki
    1. Kerusakan sistem syaraf

    Kamu pernah mendengar penyakit Dementia? Dementia adalah salah satu penyakit syaraf yang membuat penderitanya jadi seperti linglung, sering tidak fokus, sulit mengingat apapun, dan banyak masalah dalam berpikir.

    Salah satu penyebabnya adalah tekanan darah yang terlalu tinggi. Ketika terjadi penyumbatan di daerah dekat otak, maka suplai darah ke otak pun akan berkurang.

    Jika sumbatan terlalu besar, bisa terjadi stroke. Stroke diakibatkan berhentinya suplai darah dan oksigen ke otak manusia. Seberapa parah tingkat stroke menentukan kelangsungan hidup dan kelanjutan kualitas hidup si penderitanya.

    Selain itu, tekanan darah yang tinggi juga dapat merusak sistem penglihatan pada mata si penderita. Pecahnya pembuluh darah di daerah mata akan mengakibatkan pandangan kabur, buram, dan yang paling parah adalah kebutaan permanen.

    1. Kerusakan rangka manusia

    Tingginya tekanan darah akan menyebabkan jumlah kalsium yang terbuang pada saat buang air kecil juga meningkat. Lama kelamaan akan menyebabkan Osteoporosis.

    Osteoporosis adalah suatu keadaan tulang manusia yang kekurangan Kalsium, membuat tulang kita jadi rapuh, dan mudah patah. Biasanya sering dialami para wanita di usia lanjut. Tapi banyak juga kaum pria yang mengalaminya.

    1. Kerusakan sistem pernafasan

    Jika pembuluh darah di paru-paru yang rusak, maka akan terjadi sesuatu yang disebut emboli paru.

    Emboli paru ini keadaan yang sangat serius serta harus segera ditangani dengan cepat.

    Tidur mendengkur juga merupakan suatu akibat tingginya tekanan darah. Mendengkur merupakan suatu gangguan saat tidur, dan banyak yang ternyata terdiagnosa hipertensi juga mendengkur saat tidur.

    1. Kerusakan sistem reproduksi

    Seperti yang kita ketahui bersama, pada saat organ seksual kita, terutama pada kaum pria, “tegang”, maka aliran darah banyak yang mengalir ke sana.

    Coba bayangkan apabila ternyata jalur darah ke organ seksual itu terhambat, atau terganggu. Maka yang akan terjadi adalah disfungsi ereksi.

    Hal seperti ini tentu mengganggu kualitas hubungan suami dan istri.

    1. Kerusakan sistem pembuangan air kecil (Urin)

    Pembuluh darah pada ginjal, di dalam ginjal, serta yang mengarah ke ginjal juga dapat rusak oleh tingginya tekanan darah. Bila dibiarkan saja, hal ini akan mengarah kepada keadaan gagal ginjal yang permanen.

    Ginjal berfungsi untuk menyaring semua kotoran dalam darah untuk dibuang melalui urin. Karena itu, pembuluh darah yang menuju dan keluar dari ginjal haruslah bersih dari segala sumbatan dan halangan.

    Demikian 6 jenis kerusakan yang bisa terjadi andaikata seseorang membiarkan tekanan darahnya tetap tinggi tanpa melakukan apapun untuk menormalkannya.

    Apa yang Harus Kamu Lakukan Untuk Mencegah Hipertensi?

    Berikut daftar kegiatan yang bisa menjadi acuan hidupmu dalam pencegahan tekanan darah tinggi:

    1. Rutin berolahraga

    Dengan rutin berolahraga, tekanan darah akan menjadi normal. Tidak hanya tekanan darah saja, gula darah pun akan turun. Tidak harus pergi ke gym atau menggunakan alat-alat mahal.

    Bisa juga dengan hanya jogging santai, atau aktif membersihkan rumah seperti menyapu, mengepel, dan mencuci mobil.

    1. Berhenti merokok dan/atau minum minuman beralkohol

    Ini merupakan hal yang tidak mudah bagi orang yang sudah kecanduan. Karena itu, lakukanlah secara bertahap saja jika kamu tidak bisa berhenti secara langsung.

    1. Turunkan berat badan atau kecilkan lingkar pinggang

    Dengan melakukan hal ini, artinya timbunan lemak dalam badan akan berkurang. Termasuk juga yang ada di dalam pembuluh darah. Akibatnya tekanan darah pun akan turun dengan sendirinya.

    Bonusnya, penampilan fisikmu akan meningkat. Kamu jadi lebih PeDe.

    1. Berhenti mengonsumsi gula dan/atau karbohidrat

    Mulailah dengan mengganti sumber karbohidrat dengan sayur-sayuran. Serta jangan lupakan sumber makanan hewani.

    Daging dan sayuran memiliki vitamin dan mineral yang lengkap yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Sementara karbohidrat hanya menyediakan sumber energi yang bisa digantikan dengan sumber energi dari sayur dan daging serta telur.

    Pada awalnya kamu pasti merasa aneh, tapi dalam 1 minggu kamu juga akan jadi terbiasa. Malah kamu akan merasa penuh energi, dan tentu saja tekanan darahmu pun akan normal kembali.

    1. Mulailah membaca tabel Informasi Gizi

    Dalam setiap kemasan makanan dan minuman olahan pabrik, biasanya selalu ada tabel Nutrition Facts atau Informasi Gizi di belakangnya. Mulailah untuk peduli dan membacanya.

    Perhatikan jumlah karbohidrat, gula, dan serat yang terkandung di dalam setiap makanan dan minuman yang akan kamu makan, karena itu semua yang menentukan apakah kelak kamu akan terkena hipertensi atau tidak.

    Terkadang makanan yang rasanya “tawar” ternyata mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Contohnya adalah mi instan.

    Dan biasanya makanan olahan pabrik sudah ditambahkan dengan gula tambahan, dalam berbagai bentuk, rupa, dan nama.

    Salah satu cara untuk mensiasatinya adalah dengan memasak sendiri di rumah, alih-alih makan makanan kemasan pabrik atau membeli dari luar.

    Keunggulan memasak sendiri adalah kita yang menentukan masakan yang kita makan akan diberi bahan-bahan apa saja. Jadi kamu bisa menghindari jenis makanan yang mengandung gula. Selain acara memasak bersama keluarga bisa juga merekatkan hubungan antar anggota keluarga.

    Kesimpulan Hipertensi

    Tidak perlu merasa cemas serta panik bila kamu mendapati tekanan darahmu tinggi. pun bila dokter sudah memvonis kamu hipertensi dan sudah meresepkan obatnya. Karena masih ada yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan semuanya jadi normal kembali.

    Hipertensi memang sebuah kondisi yang berbahaya, bila dibiarkan terus menerus. Oleh karena itu, ubahlah dua hal ini saja di dalam hidupmu:

    1. Gaya hidup, dan
    2. Gaya makan

    Niscaya dalam 1 minggu langsung terlihat hasilnya.

    Hal ketiga adalah turunkan berat badan atau kecilkan lingkar pinggang. Hipertensi biasanya berkaitan dengan berat badan berlebih, walau banyak juga orang kurus yang menderitanya. Tapi biasanya mereka memiliki lemak visceral, alias lemak di dalam perut, yang banyak.

    Jadi istilahnya kurus di luar, tapi gemuk di dalamnya.

    Belajarlah untuk mengendalikan emosi, karena faktor pikiran yang kalut dan stress bisa menaikkan tekanan darah walau gaya hidupmu sudah sehat.

    Jangan lupa untuk rutin mengecek tekanan darah setiap harinya untuk memantau perkembanganmu. Apalagi jika dokter sudah memvonismu. Dan juga apabila usia seseorang sudah di atas 50 tahun.

    Semakin bertambahnya usia membuat daya tahan tubuh dan metabolisme seseorang menjadi turun. Oleh karena itu, semakin bertambahnya usia seharusnya membuat seseorang menjadi semakin aktif dan rajin berolahraga, serta semakin menjauhi gula dan/atau karbohidrat.

    Selalu jaga agar perbandingan lingkar perut dan lingkar pinggul selalu di bawah satu. Artinya lingkar pinggang harus lebih kecil dari lingkar pinggul. Secara tampilan fisik, perut tidak boleh buncit.

    Ini membuat penampilan fisik juga menjadi lebih menarik. Karena dengan badan yang sehat, penyakit pun enggan mampir.

    Bila kamu mempunyai pertanyaan, jangan sungkan untuk bertanya dengan cara memberikan komentar di bawah artikel ini. Saya pasti akan membalasnya.

     

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar