Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Gula dan Penyakit Diabetes

    /
    /
    /
    104 Views

    Gula merupakan salah satu dari puluhan jenis karbohidrat sederhana atau simpel yang ada di dunia. Gula pada umumnya memiliki rasa manis, sehingga banyak digunakan di dalam industri makanan sebagai alat untuk membuat berbagai jenis makanan dan minuman jadi enak di lidah. Terlalu banyak mengonsumsi gula ditengarai sebagai penyebab utama penyakit diabetes yang melanda dunia ini.

     

    Jenis gula yang banyak diperdagangkan di pasar adalah jenis kristal sukrosa padat, alias gula pasir. Gula jenis ini 100% akan diubah menjadi gula jenis glukosa di dalam tubuh manusia.

     

    Gula digunakan oleh badan manusia sebagai sumber energi di tingkat sel.

     

    Cara Mendapatkan Gula

    gula dan penyakit diabetes melitus
    Tebu Sebagai Bahan Baku Untuk Mendapatkan Gula

    Pada umumnya, gula di pasaran dihasilkan dari tanaman tebu, nira, aren, dan bit gula. Selain 4 sumber utama tersebut, gula juga bisa didapatkan dari kelapa, anggur, jagung, dan umbi dahlia. Tapi hasilnya bukan jenis sukrosa seperti yang dari tebu.

     

    Proses pengambilan gula dimulai dari ekstraksi atau pemerasan, kemudian dilanjutkan tahap distilasi atau penyulingan.

     

    Banyak produsen makanan dan minuman yang mengganti gula dengan sumber gula alternatif yang lebih murah, seperti sirup jagung yang berasal dari jagung (maizena). Selain harganya yang lebih murah, sirup jagung juga memiliki kadar kemanisan yang lebih tinggi dari gula tebu biasa.

     

    Gula merah didapatkan dari nira. Nira adalah cairan yang bisa dihasilkan oleh tanaman kelapa, aren, dan siwalan. Biasanya gula jenis ini dijual di pasar dalam bentuk silinder dan dianggap lebih menyehatkan daripada gula pasir.

     

    Sementara gula pasir sendiri dihasilkan dari tanaman jenis tebu. Gula pasir ini adalah jenis gula yang paling banyak terjual di pasaran.

     

    Batang tebu pertama-tama dihancurkan dan diperas, lalu sarinya disaring. Hasil penyaringan ini diberi zat tambahan kalsium oksida untuk memurnikan cairan gula. Untuk mendapatkan warna putih bersih, cairan yang sudah murni tersebut diberi zat belerang dioksida.

     

    Hasil pemutihan itu lalu dididihkan, dan dipisahkan antara endapan dan sampahnya. Setelah itu, cairan tersebut didinginkan dan dikristalkan (sambil diaduk-aduk).

     

    Gula batu juga berasal dari tanaman tebu, tapi dia tidak melalui tahap kristalisasi atau pengkristalan. Raw sugar (gula mentah) juga berasal dari tebu, tapi tidak diputihkan dengan belerang, sehingga menghasilkan warna kecoklatan akibat kandungan Molase.

     

    Gula Sederhana VS Gula Kompleks

    Jika kamu menyebut satu kata, “gula”, maka 99% yang ada di pikiran kita semua adalah gula pasir. Memang gula pasir ini adalah gula yang paling banyak kita lihat di sekitar kita.

     

    Sebenarnya ada 2 jenis gula, yakni gula sederhana dan gula kompleks. Nah gula pasir ini ini masuknya ke jenis gula sederhana.

     

    Apa sih bedanya kedua jenis pemanis ini? Yuk kita simak.

     

    Gula Sederhana

    Gula sederhana (karbohidrat sederhana atau karbohidrat simpel) disebut sederhana karena memang ikatan antar molekulnya memang sangat sederhana, biasanya hanya terdiri dari satu molekul, yang disebut Monosakarida, atau dua molekul, disebut Disakarida.

     

    Karena ikatan antar molekulnya yang hanya terdiri dari satu atau dua saja, maka gula jenis ini sangat mudah dan cepat dicerna dalam tubuh manusia. Begitu masuk ke dalam tubuh, maka kadar gula di dalam darah akan segera naik.

     

    Jika produksi insulin masih normal, atau pada orang yang tidak terkena penyakit diabetes, maka pankreas akan segera memproduksi hormon insulin yang cukup untuk menurunkan kadar gula darah yang berlebih ini. Tapi jika terjadi terus-terusan, makan tubuh juga akan resis juga terhadap insulin. Dikenal dengan nama resistensi insulin (Insulin Resistant).

     

    Pada orang yang sudah terkena penyakit diabetes, yang selalu diawali dengan gejala Resistensi Insulin, kenaikan gula darah akan menyebabkan banyak masalah. Jumlah insulin yang dihasilkan pankreas tidak lagi cukup untuk menurunkan tingkat gula darah ke level normal (100 mg/dL).

     

    Akibatnya seperti yang kita tahu, penderita diabetes memiliki kadar Gula Darah Puasa sangat tinggi. Ada yang 200 mg/dL, ada yang 300 mg/dL, bahkan sampai ada yang 600 mg/dL.

     

    Walaupun si empunya badannya sendiri tidak merasakan hal-hal yang buruk, tapi jika kondisi tersebut dibiarkan, niscaya di masa depan pasti muncul juga gangguan-gangguan kesehatan yang sangat merusak tubuh.

     

    Memang banyak yang meremehkan tingginya kadar gula darah hanya karena mereka tidak merasakan adanya gangguan kesehatan. Sikap meremehkan ini bisa berakibat fatal, mereka tidak tahu kapan serangan akan muncul.

     

    Kondisi kadar gula darah yang tinggi disebut Hiperglikemia. Biasanya diukur dari GDP di atas 125 mg/dL. Bagi penderita diabetes, harus selalu membawa obat penurun gula darah atau suntikan insulin untuk segera menormalkan kadar gula darahnya.

     

    Makanan dan minuman yang termasuk ke dalam gula sederhana adalah:

    • Nasi putih
    • Mie
    • Bihun
    • Roti putih
    • Singkong
    • Jagung dan semua produk turunannya, seperti semua makanan yang terbuat dari tepung maizena
    • Minuman ringan seperti soft drink
    • Semua minuman manis
    • Beras dan semua produk turunannya, seperti kue-kue yang terbuat dari tepung beras
    • Gandum dan semua produk turunannya, seperti semua kue dan roti yang umumnya terbuat dari tepung terigu.
    • Gula pasir, gula aren, sirup jagung dkk

     

    Penderita penyakit diabetes WAJIB menghindari makanan jenis ini agar kondisi tubuhnya tidak memburuk. Walau ada yang bilang bahwa tidak apa-apa penderita diabetes mengonsumsi jenis gula sederhana ini, saya pribadi sangat menyarankan kamu untuk menghindarinya, sedini dan sesegera mungkin.

     

    Gula Kompleks

    Gula kompleks (karbohidrat kompleks) adalah jenis gula berikutnya yang rangkaian molekulnya sangat banyak, bahkan bisa sampai 60 ribu lebih molekul gula. Oleh karena itu, jenis gula kompleks juga disebut Polisakarida.

     

    Untuk supaya tubuh bisa menggunakan jenis gula Polisakarida ini sebagai sumber energi, maka ikatan 60 ribu ++ ini HARUS dipecah dan dilepaskan dahulu menjadi lebih sederhana, yakni molekul tunggal, alias monosakarida. Jika sudah menjadi ikatan sederhana, maka barulah tubuh kita bisa menyerap serta menggunakannya sebagai bahan baku energi.

     

    Sebab itu, waktu penyerapan dan pemrosesan gula kompleks lebih lama daripada waktu untuk memproses gula sederhana. Akibatnya, walaupun sama-sama gula, tapi dengan mengonsumsi gula kompleks, kadar gula darah tidak akan tiba-tiba melonjak naik secara drastis. Bertahap saja.

     

    Orang yang menderita penyakit diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi gula jenis kompleks ini, karena sifatnya yang tidak akan melonjakkan kadar gula darah.

     

    Jenis makanan yang termasuk ke dalam gula kompleks:

    • Sayur-sayuran
    • Buah-buahan
    • Beras merah
    • Roti gandum

     

    Biasanya, gula kompleks juga memiliki kandungan serat, serta lebih banyak vitamin dan mineral dibanding gula sederhana yang hanya memiliki kandungan gula saja tanpa vitamin dan mineral apa-apa.

     

    Keberadaan serat tersebut turut membantu mengurangi gula yang diserap tubuh ke dalam darah. Mengapa? Karena serat itu sendiri TIDAK BISA diurai dan diproses oleh badan manusia. Badan manusia tidak memiliki enzim Selulase yang dimiliki hewan herbivora, seperti sapi dan kambing, untuk menguraikan serat (selulosa).

     

    Jadi serat itu sebenarnya hanya lewat saja, tapi bisa memberi efek dan kesan kenyang sehingga mengurangi nafsu makan.

     

    Karbohidrat kompleks (gula kompleks) ini sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang memiliki penyakit diabetes, dan sangat dianjurkan untuk dijadikan sumber energi yang utama.

     

    56 Nama Lain Gula (Beberapa Di Antaranya Sedikit Membingungkan)

     

    Gula yang sering ditambahkan ke dalam makanan dan minuman oleh produsen atau pabrik adalah bahan makanan yang paling tidak sehat yang ada di muka bumi ini.

     

    Secara rata-rata, manusia modern ini mengonsumsi kurang lebih 10 sendok teh gula setiap harinya, walaupun angka ini bervariasi di antara negara maju dan negara berkembang.

     

    Dan mayoritas gula yang dikonsumsi ini tersembunyi di dalam makanan yang sudah diproses, sehingga mereka secara tidak sadar telah mengonsumsi gula walau mereka sendiri tidak merasa sudah memasukkan gula ke dalam tubuh.

     

    Secara keseluruhan, gula-gula tambahan ini telah menyebabkan banyak sekali penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan lain sebagainya.

     

    Gula diberi berbagai jenis nama oleh produsennya, sehingga hal ini menyulitkan kita untuk bisa mengidentifikasi seberapa banyak sebenarnya kandungan gula di dalam makanan yang kita makan.

     

    Apa itu Gula Tambahan?

     

    Selama proses pembuatan makanan, biasanya gula ditambahkan ke dalamnya untuk memberi rasa, tekstur, memperpanjang masa kadaluwarsa, dan lain-lain.

     

    Bahan tambahan ini pada umumnya terbuat dari campuran berbagai macam gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Jenis gula yang lain, seperti laktosa, galaktosa, dan maltosa, lebih jarang ditambahkan.

     

    Yang membuat kita jadi sulit adalah seringnya produsen makanan menyembunyikan gula tambahan tersebut dengan memberikan nama yang asing bagi telinga kita di daftar bahan pembuatnya.

     

    Glukosa Atau Fruktosa, Apakah Perbedaan Kedua Jenis Pemanis Ini Penting?

     

    Jawabannya: IYA!

     

    Glukosa dan fruktosa, walau mereka sangat umum dan sering kali ditemukan selalu bersama-sama, memiliki efek yang sangat berbeda bagi tubuh kita.

     

    Glukosa dapat dimetabolis (dipakai) oleh hampir semua sel dalam badan manusia, sementara fruktosa hanya bisa dimetabolis (dipakai) oleh hati (liver) manusia.

     

    Efek buruk terlalu banyak makan gula jenis fruktosa antara lain, fatty liver (hati tertutup lemak tebal yang berujung pada Sirosis atau pengerasan hati), resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan berbagai macam sindrom metabolik lain.

     

    Secara umum memang sebaiknya gula tambahan itu dihindari, tapi secara khusus terutama untuk menghindari terlalu banyak mengonsumsi gula jenis fruktosa.

     

    Kedua jenis gula ini, glukosa dan fruktosa, merupakan 2 jenis gula yang paling sederhana. Mereka tidak bisa dipecah lagi, karena itu kedua gula ini termasuk ke dalam Monosakarida.

     

    Sementara sukrosa terbuat dari gabungan glukosa dan fruktosa, karena itu sukrosa termasuk ke dalam Disakarida. Sukrosa akan dipecah dulu menjadi glukosa dan fruktosa di dalam tubuh manusia.

     

    Glukosa bisa disimpan di dalam otot dan hati, serta bisa diserap ke dalam darah, sehingga akan menaikkan kadar gula darah.

     

    Sementara fruktosa tidak dilewatkan melalui darah, sehingga walau kita banyak makan fruktosa, tidak terjadi kenaikan kadar gula darah. Fruktosa akan langsung dikirimkan ke hati untuk diproses dan disimpan di sana.

     

    Karena fruktosa juga bersifat lipogenik, alias merangsang pembentukan lemak, maka tubuh akan lebih banyak menumpuk lemak jika dibandingkan dengan kelebihan mengonsumsi gula jenis glukosa.

     

    Inilah ke-56 nama lain gula:

     

    1. Sukrosa/Sucrose

    Sukrosa adalah jenis gula yang paling umum. Biasanya disebut gula pasir di pasaran. Secara alami juga terdapat di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran dalam bentuk karbohidrat.

     

    Biasanya sukrosa diekstraksi dari pohon tebu atau gula bit. Komposisinya adalah 50% glukosa+50% fruktosa.

     

    Sukrosa paling banyak ditemukan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan minuman seperti es krim, permen, kue-kue, jus buah, minuman ringan, buah kalengan, daging yang diproses (seperti sosis, baso, nugget), sereal untuk sarapan, dan macam-macam kecap.

     

    1. High Fructose Corn Syrup (HFCS) atau Sirup Jagung

    HFCS sangat banyak digunakan sebagai pemanis tambahan di industri makanan dan minuman.

     

    Sirup jagung ini dihasilkan dari, tentu saja, tepung jagung yang diproses. Isinya juga merupakan kombinasi dari fruktosa dan glukosa.

     

    High-Fructose Corn Syrup ada berbagai jenis, dua yang paling umum adalah:

    • HFCS 55: Komposisinya adalah 55% fruktosa dan 45% glukosa, sehingga kandungan ini sangat mirip dengan sukrosa. HFCS 55 ini adalah sirup jagung yang paling umum dipakai.
    • HFCS 90: Komposisinya adalah 90% fruktosa.

     

    High Fructose Corn Syrup sangat banyak digunakan pada minuman soda, roti, kue basah, kue kering, cookies, permen, es krim, dan lain sebagainya.

     

    1. Agave Nectar

    Sering juga disebut Sirup Agave, adalah pemanis populer yang dibuat dari tumbuhan Agave.

     

    Banyak orang menyebutnya sebagai “alternatif sehat” dari pemanis gula karena mengonsumsi agave nectar tidak melonjakkan kadar gula darah seperti jenis gula lainnya.

     

    Namun patut dicermati bahwa agave nectar ini komposisinya adalah 70-90% fruktosa dan 10-30% glukosa.

     

    Setelah kita mengetahui bersama efek buruk fruktosa, sirup Agave ini bahkan lebih buruk bagi kesehatan metabolisme kita daripada gula pasir biasa.

     

    Agave Nectar sering ditambahkan pada produk makanan dan minuman yang diberi label “Sehat” atau “Healthy”, seperti yoghurt sehat, cemilan sehat, dan lain-lain.

     

    Nomor 4-37 adalah kombinasi dari glukosa dan fruktosa juga, hanya mereka berbeda-beda saja persentase masing-masing komponen.

     

    1. Beet Sugar (Gula Bit)
    2. Blackstrap Molasses
    3. Brown Sugar (Gula Merah)
    4. Buttered Syrup
    5. Cane Juice Crystal
    6. Cane Sugar
    7. Caramel
    8. Carob Syrup
    9. Castor Sugar
    10. Coconut Sugar (Gula Kelapa)
    11. Confectioner’s Sugar
    12. Date Sugar (dari buah Kurma)
    13. Demerara Sugar
    14. Evaporated Cane Juice
    15. Florida Crystal
    16. Fruit Juice
    17. Fruit Juice Concentrate
    18. Golden Sugar
    19. Golden Syrup
    20. Grape Sugar (dari buah Anggur)
    21. Honey (Madu)
    22. Icing Sugar
    23. Invert Sugar
    24. Maple Syrup
    25. Molasses
    26. Muscovado Sugar
    27. Panela Sugar
    28. Raw Sugar
    29. Refinier’s Syrup
    30. Sorghum Syrup
    31. Sucanat
    32. Treacle Sugar
    33. Turbinado Sugar
    34. Yellow Sugar

     

    Nomor 38-52 terbuat hanya dari glukosa saja, atau dikombinasikan dengan jenis gula lain yang bukan fruktosa (misalnya dengan galaktosa)

     

    1. Barley Malt
    2. Brown Rice Syrup
    3. Corn Syrup
    4. Corn Syrup Solids
    5. Dextrin
    6. Dextrose
    7. Diastatic Malt
    8. Ethyl Maltol
    9. Glucose (Glukosa)
    10. Glucose Solids
    11. Lactose (Laktosa), sering disebut sebagai Gula Susu. Merupakan gula yang secara alami terdapat dalam susu sapi. Air Susu Ibu (ASI) TIDAK mengandung Laktosa.
    12. Malt Syrup
    13. Maltodextrin
    14. Maltose
    15. Rice Syrup

     

    Nomor 53 dan 54 terbuat HANYA dari fruktosa saja.

    1. Crystalline Fructose
    2. Fructose (Fruktosa)

     

    Nomor 55 dan 56 adalah jenis pemanis yang lain yang tidak mengandung komposisi glukosa dan/atau fruktosa. Biasanya kedua jenis gula ini tidak terlalu manis dan tidak sepopuler jenis gula di atas, tapi terkadang kita bisa menemukannya juga dalam produk makanan olahan.

     

    1. D-Ribose
    2. Galactose (Galaktosa). Laktosa (gula Susu) kalau masuk ke dalam tubuh manusia akan dipecah menjadi Glukosa dan Galaktosa.

    Sumber : https://www.healthline.com/nutrition/56-different-names-for-sugar#section1

    Secara umum, yang WAJIB kita hindari adalah jenis gula tambahan yang biasanya ditemui dalam produk makanan dan minuman olahan.

     

    Sayur-sayuran segar serta buah-buahan segar juga mengandung pemanis alami, tapi kedua jenis makanan ini juga memiliki kandungan serat yang mengikat si pemanis alami ini sehingga tidak bisa terserap oleh tubuh dan darah, serta vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan tubuh manusia.

     

    Sehingga cara paling tepat untuk menghindari gula tambahan adalah dengan selalu memasak sendiri makanan dan minuman yang akan kita makan, serta rajin-rajin membaca komposisi makanan dan minuman yang akan kita beli dari toko-toko dan supermarket.

     

    Khusus bagi yang mengidap penyakit diabetes. Harap perhatikan bahwa dalam setiap sayuran dan buah selalu terkandung gula. Hanya saja untuk sayuran, kandungan gulanya tidak setinggi kandungan gula di buah-buahan.

     

    Pilihlah buah-buahan yang memiliki Indeks Glikemik rendah, misalnya jenis buah berry seperti strawberry, blueberry, raspberry, blackberry. HINDARI buah yang Indeks Glikemiknya tinggi, seperti pisang dan durian.

     

    Mengenal Gula Rafinasi

     

    Mungkin kamu pernah mendengar tentang gula rafinasi, tapi tidak paham apa sebenarnya gula rafinasi itu?

     

    Gula rafinasi adalah jenis pemanis yang tingkat kemurnian warna putihnya lebih tinggi daripada gula pasir biasa. Pada umumnya, gula rafinasi digunakan dalam industri makanan dan minuman karena warna dan tampilannya yang lebih bersih serta menarik.

     

    Bagaimana cara mendapatkan gula jenis ini?

     

    Sumber utamanya sama saja, yaitu tumbuhan tebu. Setalah diekstraksi, cairan kental yang berisi gula dipisahkan. Kemudian kristal gula mentah direndam di dalam sirup konsentrat untuk menghilangkan warna kecoklatan alami pada kristal tanpa melarutkan gula itu sendiri.

     

    Kristal yang telah putih bersih, kemudian dilarutkan dalam larutan cairan, lalu disaring untuk menghilangkan kotoran. Larutan ini lalu direbus, lalu didinginkan untuk dijadikan kristal gula putih.

     

    Apa efeknya mengonsumsi gula rafinasi?

     

    Untuk tubuh manusia mampu memproses gula rafinasi, vitamin B kompleks, kalsium, dan magnesium dalam jumlah besar. Masuknya gula rafinasi membuat tubuh akan segera menyedot stok vitamin B, magnesium, dan kalsium dari bagian tubuh yang lain, seperti sel syaraf, tulang, dan gigi.

     

    Apa akibatnya? Tubuh akan kekurangan kalsium sehingga menyebabkan osteoporosis (tulang keropos) jika kamu rutin memasukkan gula rafinasi.

     

    Tubuh juga kekurangan vitamin B kompleks, sehingga sel syaraf tidak bisa bekerja dengan baik yang mengakibatkan berbagai macam masalah syaraf.

     

    Karena mudahnya gula rafinasi dipecah dan diserap ke dalam darah, maka kamu akan rentan terkena diabetes melitus.

     

    Jika sering dikonsumsi secara langsung, gula rafinasi juga akan menyebabkan glikasi sehingga kulit akan mengalami penuaan. Proses glikasi adalah proses saat gula dalam darah menempel di berbagai macam bagian tubuh manusia.

     

    Dalam hal ini, gula akan menempel dan menutup protein di kulit. Kulit jadi tampak kehitaman, kehilangan kelenturannya karena protein yang ditempeli gula jadi kehilangan kolagen dan elastin.

     

    Penutup

     

    Gula sudah diidentifikasi para ahli sebagai sumber segala masalah di bidang kesehatan, sehingga diberi julukan sebagai Mother of All Disease.

     

    Julukan yang seram ini tentunya bukan tanpa didasari oleh bukti yang valid. Gula, selain menyebabkan kenaikan berat badan dan kegemukan (obesitas), juga menjadi penyebab utama penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, alzheimer, epilepsi, penyumbatan pembuluh darah, dan lain sebagainya.

     

    Diabetes, tekanan darah tinggi, dan jantung koroner merupakan pembunuh nomor 1 di dunia modern sekarang ini, mengalahkan penyebab lainnya, seperti kecelakaan, perang, kriminalitas, dan lain-lain.

     

    Oleh sebab itu, saya dari AloSehat.com sangat berharap kalian semua sebagai pembaca setia Blog ini selalu bisa menjaga kesehatan, dan bagi yang sudah terkena penyakit degeneratif bisa segera pulih dan meningkatkan kualitas hidupnya.

     

    Saya tidak menyediakan saran medis, juga tidak memberikan diagnosis. Hubungi tim dokter serta perawat terdekat kamu untuk mendapatkan saran dan diagnosis yang paling tepat.

     

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar