Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Gejala Penyakit Gula

    /
    /
    /
    23 Views

    Gejala Penyakit Gula

    gejala penyakit gula
    Pria Mengecek Gula Darah

    Apa saja sih gejala penyakit gula darah tinggi itu? Sebenarnya banyak orang, terutama orang Indonesia, yang setiap harinya mengalami gejala penyakit gula ini, tapi tidak menyadarinya, atau bahkan meremehkannya. Padahal bila dibiarkan begitu saja dalam waktu yang lama, maka penyakit gula tinggi ini akan menyebabkan serangkaian penyakit yang tak tersembuhkan lagi akibat komplikasinya yang sangat berbahaya bila bersinergi semua.

    Lantas, apa saja sih gejala penyakit gula itu? Yuk mari kita simak berikut ini

    10 Gejala Penyakit Gula Yang Paling Umum

    1. Sering buang air kecil (BAK)

    Bila kamu mengalami harus BAK lebih dari 1 kali dalam 1 jam, maka sebaiknya kamu waspada akan gejala diabetes yang paling umum ini. Semakin jelas bila setiap malam kamu juga harus terbangun hanya untuk ke toilet untuk BAK.

    Dalam kondisi yang sehat, ginjal bekerja optimal dalam menyaring gula dalam darah manusia. Tapi, dalam kondisi penderita diabetes melitus, karena terlalu tingginya kadar gula darah, maka ginjal harus bekerja ekstra berat untuk menyaringnya.

    Kelebihan gula dalam ginjal tersebut yang dibuang melalui urin, atau air seni. Dan agar tidak terlalu kental, maka tubuh akan mengambil cairan dari sel-selnya untuk dibuang bersamaan dengan kelebihan gula itu.

    Jika ini yang terjadi, kamu merasa haus dan minum air lebih banyak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang tersebut.

    Inilah penyebab mengapa penderita penyakit gula tinggi sering buang air kecil.

    1. Mudah merasa haus

    Sebagai efek samping dari terlalu seringnya buang air kecil, penderita diabetes jadi mudah merasa haus. Terlebih bila dalam 1 jam kamu BAK lebih dari 1 kali.

    Tentu saja hal ini memaksa otak untuk mengirim sinyal agar kamu sesegera mungkin menggantikan cairan tubuh yang hilang lewat air seni itu. Kalau sampai dehidrasi, akan sangat berbahaya bagi nyawa kamu.

    Bila orang tuamu atau kakek nenek kamu juga menderita penyakit gula tinggi ini, dan kamu mengalami mudah merasa haus, maka sebaiknya kamu segera mengecek ke dokter untuk mengetahui apakah kamu menderita diabetes atau tidak.

    1. Mudah merasa lapar

    Selain mudah haus, para penderita diabetes juga mudah merasa lapar, bahkan pada saat ia baru saja makan apa pun, baik itu makan besar maupun makan camilan.

    Saat karbohidrat masuk ke mulut, ia akan diubah menjadi gula, atau glukosa, oleh enzim amilase pada air liur. Dan juga dihasilkan oleh pankreas.

    Nah, gula atau glukosa inilah yang akan memasuki aliran darah kita untuk dapat digunakan sebagai sumber energi. Tapi pada kasus penderita gula darah tinggi, tubuhnya sudah tidak bisa merespon secara sempurna hormon insulin ini, sehingga tidak semua glukosa itu dapat dipakai. Kondisi ini dikenal dengan nama resistensi insulin.

    Apa akibatnya? Akibatnya tubuh pun akan kekurangan energi, karena tubuh tidak bisa menggunakan lemak sebagai energi lainnya. Tubuh masih tergantung pada glukosa sebagai sumber energi. Agar tubuh bisa menggunakan cadangan lemak di badan sebagai sumber energi, ada kondisi khusus yang harus dipenuhi. Dan kondisi itu jelas tidak akan bisa dipenuhi oleh penderita gula darah tinggi.

    Nah kekurangan energi inilah yang membuat otak mengirim sinyal lapar sehingga penderita diabetes melitus gampang merasa lapar walau pun ia baru saja makan besar sekalipun.

    1. Berat badan turun

    Turunnya berat badan penderita diabetes disebabkan oleh kondisi kekurangan energi seperti pada gejala penyakit gula yang nomor 3 di atas.

    Bila tubuh kekurangan energi, tapi masih belum bisa menggunakan lemak sebagai energi alternatifnya, maka protein lah yang akan dipakai.

    Di mana sumber protein terbesar di badan kita? Di otot, tentu saja. Maka otot pun akan dipecah untuk digunakan sebagai sumber energi.

    Apa akibatnya? Berat badan pun akan turun, walau kamu tidak sedang melakukan diet apa pun. Tapi jangan senang dulu. Ingat bahwa penurunan berat badan ini disebabkan turunnya massa otot, bukan lemak.

    Bila massa otot terus menurun tanpa ada penggantinya, lama kelamaan kamu akan merasa lemas dan semakin tidak bertenaga, sama seperti yang dirasakan para penderita diabetes yang sudah menahun.

    Patokan umum: bila telah terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka kamu sudah wajib waspada!

    1. Kulit kering

    Kulit yang kering bisa tampak di mata kita sebagai kulit pecah-pecah, bersisik, dan terasa gatal sekali. Banyak penderita diabetes yang mengalami gejala yang satu ini.

    Kamu masih ingat gejala penyakit gula yang nomor 1 di atas? Sering buang air kecil.

    Tentunya hal ini berakibat pada menurunnya kadar cairan tubuh karena diambil untuk dibuang menjadi air seni. Hal ini menyebabkan cairan pada sel-sel kulit menjadi kekurangan cairan. Tentu saja dalam jangka waktu panjang, kulit jadi kehilangan kelembapannya sehingga menjadi tidak elastis lagi dan pecah-pecah.

    1. Luka yang tak kunjung mengering dan sembuh

    Apabila kamu mengalami luka, bahkan untuk luka yang sederhana dan kecil saja seperti luka gigitan nyamuk, tapi luka itu tidak bisa mengering setelah berminggu-minggu, maka waspadalah! Bisa jadi penyakit gula darah tinggi sudah terjadi pada diri kamu.

    Gula, atau glukosa, hasil metabolisme dari karbohidrat dari makanan, akan menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah. Menyempitnya pembuluh darah mengakibatkan aliran darah jadi tak lancar, sehingga nutrisi dan oksigen juga tidak bisa tersalurkan dengan sempurna ke seluruh bagian tubuh.

    Tanpa adanya nutrisi dan oksigen yang cukup, tubuh pun tidak bisa melakukan proses penyembuhan luka dengan optimal. Hal ini yang membuat luka para penderita diabetes jadi susah sembuhnya.

    Masih kurang? Tingginya kadar gula darah menurunkan tingkat imunitas manusia, sehingga masuknya kuman dan virus dari luar akan dengan mudahnya membuat kamu jadi sakit, dan menyebabkan infeksi pada luka tersebut.

    1. Penglihatan yang terganggu

    Kadar gula darah yang terlampau tinggi akan menyebabkan sel-sel saraf jadi rusak, termasuk sel saraf pada mata. Hal ini menyebabkan penglihatan jadi buram, yang bila dibiarkan tentu akan menyebabkan kerusakan permanen menjadi buta.

    Diabetes melitus juga bisa menyebabkan glaukoma, suatu kondisi meningkatnya tekanan di dalam bola mata yang menyebabkan rasa sakit yang berlebih. Dan dalam jangka waktu panjang pun dapat menyebabkan kebutaan yang sifatnya permanen.

    1. Kesemutan

    Banyak juga penderita gula darah tinggi yang sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangan, bahkan ada yang sampai bengkak.

    Kesemutan yang menimpa para penderita diabetes melitus ini disebabkan kerusakan sel saraf baik yang ringan maupun yang berat. Sekitar 60% orang yang menderita diabetes melitus akan mengalami seringnya kesemutan.

    Kerusakan saraf ini dinamakan sebagai Neuropathy dalam dunia medis. Neuropati ini jika dibiarkan tanpa penanganan pada diabetes itu sendiri akan menyebabkan kerusakan saraf, penurunan respons tubuh, hingga kecacatan tubuh.

    1. Badan selalu merasa lemas atau letih

    Mayoritas penderita gula darah yang tinggi mengeluh lemasnya badan, capai yang luar biasa bahkan walau sudah makan dan tidur yang cukup.

    Gangguan resistensi insulin yang menjadi awal penyakit diabetes melitus ini membuat respons tubuh terhadap hormon insulin jadi menurun drastis. Akibatnya glukosa jadi tidak dapat memasuki sel-sel tubuh, ditandai dengan masih banyaknya glukosa yang tertinggal dalam darah, menyebabkan tingginya kadar gula darah.

    Bila sel tidak mendapatkan sumber energi itu, tentu saja sel jadi tidak bisa bekerja optimal. Akibatnya si empunya tubuh pun akan merasakan lemas dan letih tanpa sebab, walau pun ia baru saja makan besar.

    1. Infeksi yang terlalu sering

    Akibat tingginya kadar gula darah, tubuh para penderita diabetes jadi jauh lebih rentan terserang jamur atau bakteri, yang menyebabkan infeksi.

    Selain menurunnya tingkat kekebalan tubuh, sebenarnya bakteri dan jamur pun sangat senang dengan kondisi tingginya kadar gula. Bakteri dan jamur jadi bisa berkembang biak jauh lebih cepat di dalam lingkungan yang tinggi gula.

    Sehingga kondisi ini membuat bakteri dan jamur jadi lebih cepat menyerang tubuh penderita diabetes melitus.

    Demikian 10 gejala penyakit gula darah tinggi yang banyak dialami para penderitanya. Lantas, apa yang bisa kamu perbuat untuk mengatasi ke-10 gejala diabetes ini?

    Untuk mengatasinya, yang perlu kamu lakukan hanyalah menghindari karbohidrat dan gula 100%. Selama kamu masih mengonsumsi karbohidrat, maka selama itu pula kamu akan mengalami satu atau lebih gejala penyakit gula di atas.

    Dan semakin cepat kamu bisa meninggalkan karbohidrat dan gula, semakin cepat juga kamu bisa hidup sehat terlepas dari vonis diabetes melitus, yang dulu dikatakan tidak bisa disembuhkan dan wajib minum obat atau suntik insulin seumur hidup.

    Kesimpulan

    Karena karbohidrat yang menyebabkan kadar gula darah meningkat, maka sangat masuk akal bila dengan meninggalkan karbohidrat, maka gula darah pun akan normal kembali.

    Sebagai patokan mudahnya, semua makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung karbohidrat, sehingga satu-satunya sumber makanan yang sanggup menghilangkan ke-10 gejala penyakit gula tersebut adalah makanan yang berasal dari hewan, alias makanan hewani seperti daging dan telur.

    Selalu pilih daging yang berlemak tinggi, karena lemak bisa juga berfungsi sebagai sumber energi, tapi tidak menyebabkan gula darah naik sehingga sangat aman bagi kamu yang menderita diabetes melitus. Jadi prinsipnya adalah atasi sumber masalah tanpa menambah masalah baru.

    Selamat menjalankan hidup sehat bebas obat selamanya!

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar