Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Gejala Diabetes Melitus

    /
    /
    /
    22 Views

    Gejala Diabetes Melitus

    gejala diabetes melitus
    Seorang Pria Sedang Mengecek Kadar Gula Darahnya

    Banyak sekali orang yang menderita penyakit gula, tapi tidak menyadari akan gejala diabetes melitus. Padahal tanda dan gejala penyakit gula darah tinggi sudah demikian jelas, tapi sering juga diabaikan, sampai suatu ketika sudah terlambat lagi untuk bisa diatasi.

    Gejala diabetes melitus seperti apa yang wajib diwaspadai? Berikut saya uraikan 8 gejala penyakit diabetes melitus yang paling sering menimpa pasien diabetes.

    Inilah 8 Gejala Diabetes Melitus Yang Paling Sering Terjadi

    Penderita penyakit gula darah tinggi sering harus ke toilet, karena frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis. Bila kamu juga mengalami hal seperti ini, dan disertai dengan beberapa gejala berikutnya, maka kamu wajib waspada. Waspada akan diabetes melitus, juga waspada akan dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh.

    Gejala penyakit gula tinggi berikutnya adalah rasa haus yang berlebihan, walau sudah minum air putih yang banyak sekali. Rasa haus ini disebabkan oleh diikatnya air oleh gula yang banyak terdapat dalam darah. Gula darah juga bisa menyerap dan mengeluarkan cairan yang sudah ada di dalam sel dan jaringan tubuh manusia. Oleh karena itu, jangan remehkan rasa haus yang berlebihan, terlebih apabila kamu tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang berat.

    Selain rasa haus yang berlebih, rasa lapar yang berlebihan dan terus menerus pun juga bisa menjadi gejala diabetes melitus yang sering dialami si penderita. Tingginya kadar gula dalam darah dan kurangnya hormon insulin membuat tubuh harus menggunakan energi yang jauh lebih banyak untuk proses metabolisme. Oleh karena itu, tubuh pun jadi kekurangan energi. Otak memahami hal ini sebagai gejala kekurangan energi, sehingga mengirim sinyal untuk segera memasukkan makanan lagi dan lagi.

    Walau pun penderita diabetes melitus telah makan dan minum yang banyak sekali, tapi jika tetap saja terjadi penurunan berat badan, maka bisa jadi memang ia menderita penyakit gula darah yang tinggi. jika kamu mengalami penurunan berat badan walau telah makan yang banyak, saya sarankan untuk periksa ke dokter. Penurunan berat badan ini disebabkan terganggunya metabolisme gula, sehingga untuk mengatasi masalah kekurangan energi, tubuh pun akan berusaha menggunakan apa saja yang tersedia, seperti otot kita sendiri.

    Kekurangan energi tentu saja membuat tubuh penderita diabetes melitus jadi lemas dan letih sepanjang hari. Jadi, jika kamu merasa sudah cukup waktu istirahat dan cukup makan, tapi tetap saja merasa letih setiap harinya, maka bisa jadi inilah salah satu gejala diabetes melitus.

    Tingginya kadar gula dalam darah akan menyedot persediaan cairan dari dalam sel tubuh, salah satunya dari sel di mata kita. Oleh karena itu, banyak penderita diabetes melitus yang mengalami buramnya pandangan mata. Jika dibiarkan bisa berujung pada glaukoma, sampai mengalami kebutaan permanen. Tanpa adanya perawatan yang serius akan gula darah ini, penderita diabetes akan mengalami buta permanen.

    Luka yang tak kunjung kering dan sembuh juga menjadi salah satu gejala diabetes melitus yang paling banyak dialami penderitanya. Tingginya kadar gula dalam darah membuat kemampuan tubuh dalam meregenerasi luka jadi terhambat, karena kurangnya oksigen dalam darah. Luka yang tak sembuh-sembuh akan menyebabkan terjadinya infeksi, sehingga akan membahayakan keseluruhan badannya.

    Banyak kita lihat penderita diabetes melitus harus diamputasi bagian tubuh yang mengalami luka agar tidak menyebar ke seluruh tubuhnya. Bahkan luka yang kecil saja, seperti luka akibat garukan pada gigitan nyamuk, dapat berkembang menjadi pembusukan seluruh kaki, sehingga mau tidak mau harus diamputasi.

    Jika terdapat bercak hitam biasanya pada leher dan ketiak, maka bisa jadi inilah gejala diabetes melitus yang sedang menimpa dirimu. Bercak hitam yang disebut dengan nama acanthosis nigricans ini memang kerap menimpa penderita penyakit gula darah tinggi, sekaligus menjadi penanda akan tahap awal diabetes.

    Lalu, jika kamu mengalami lebih dari satu gejala diabetes melitus di atas, langkah apa yang bisa kamu ambil sebagai solusinya?

    Jika kamu mencari-cari tips untuk mengatasi diabetes melitus, maka bisa dipastikan hampir semua website dan dokter akan mengatakan bahwa diabetes tipe 2 ini tidak dapat disembuhkan. Yang bisa kamu lakukan hanyalah mencegah penyakit ini jadi lebih parah saja, tanpa ada jalan untuk menormalkannya kembali. Apalagi bila sudah terjadi pembusukan.

    Tapi di sini saya tegaskan, bahwa diabetes tipe 2 bisa disembuhkan dan dinormalkan kembali, asalkan kamu bisa disiplin dalam menjalankan teknik yang akan saya jabarkan di bawah.

    Inilah Solusi Mengatasi Gejala Diabetes Melitus

    Karena penyebab diabetes melitus sudah jelas gula, dan segala makanan yang mengandung karbohidrat, maka solusi paling aman dan paling menyehatkan dalam jangka panjang tentu saja menghilangkan semua jenis gula dan karbohidrat dari menu makan dan minum kamu mulai dari sekarang.

    Karbohidrat akan diubah menjadi gula oleh enzim amilase di dalam air liur. Jadi menghindari gula saja tidak cukup, jika karbohidrat masih ada dalam piring dan gelasmu.

    Sebagai info tambahan, di dalam semua makanan yang asalnya adalah tumbuh-tumbuhan, 100% sudah pasti mengandung karbohidrat dalam kadar yang berbeda-beda. Dengan alasan ini, maka solusi diabetes melitus adalah dengan menghindari semua makanan yang berasal dari tumbuhan sangatlah masuk akal.

    Kalau tidak mengonsumsi makanan nabati, lantas apa yang harus dikonsumsi penderita diabetes sebagai gantinya?

    Konsumsi makanan hewani 100% saja, terutama daging berlemak dan hati hewan.

    Itulah solusi paling jitu menormalkan gula darah. Dalam waktu 3-6 bulan, HBa1c kamu akan berada di bawah angka 5, dan itu artinya kamu sudah bebas dari kutukan penyakit gula darah tinggi, yang katanya tidak bisa disembuhkan ini dan wajib konsumsi obat atau suntik insulin seumur hidup.

    Kesimpulan dari Gejala Diabetes Melitus Berikut Solusinya

    Karena penyebab naiknya gula darah adalah karbohidrat dan gula, maka solusi paling gampang, paling aman, dan paling jitu adalah dengan menghindari semua makanan yang asalnya dari tumbuh-tumbuhan, semata-mata karena tumbuhan mengandung karbohidrat.

    Gantilah sumber makanan nabatimu dengan sumber makanan hewani.

    Kalau kamu masih berpikir bahwa meninggalkan karbohidrat itu berbahaya, maka saya tegaskan di sini bahwa terus mengonsumsi karbohidrat itu yang justru berbahaya. Kamu bisa membaca penjelasan lebih mendetail tentang karbohidrat di postingan ini.

    Justru terus makan karbohidrat yang tidak aman, dan meningkatkan peluang kamu terkena berbagai macam penyakit metabolisme dan degeneratif yang sudah menjadi wabah di seluruh dunia.

     

    Baca artikel ini untuk mendapatkan ide-ide tentang makanan bagi penderita diabetes melitus.

    Salam sehat dan bebas dari obat selalu!

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar