Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Gandum, Kacang-kacangan, dan Biji-bijian (Grains, Beans, Nuts, dan Seeds)

    /
    /
    /
    28 Views

    Gandum, Kacang-kacangan, dan Biji-bijian (Grains, Beans, Nuts, dan Seeds)

    gandum kacang biji bijian

    Gandum, kacang polong, segala jenis kacang-kacangan, dan segala jenis biji-bijian semuanya tergolong ke dalam benih (biji). Dikenal kaya akan kandungan karbohidrat kompleks dan serat pangan, mereka adalah dasar dari mayoritas piramida makanan manusia.

    Tapi gilinglah biji-bijian tersebut, dan tiba-tiba kamu mendapatkan sesuatu yang disebut “tepung olahan” yang wajib dijauhi seperti wabah penyakit. Intoleransi dan alergi terhadap gluten, kacang kedelai, jagung, dan kacang selalu meningkat jumlah penderitanya dari tahun ke tahun.

    Ada apa gerangan sebenarnya?

    YA! Mereka semua sebenarnya sama, termasuk ke dalam kategori benih dari tumbuhan atau pohon.

    Jenis grain itu adalah benih dari rerumputan. Contohnya beras, gandum, jagung, dan oat.

    Jenis beans (kacang polong) itu adalah benih dari tumbuhan polong-polongan. Contohnya adalah kacang polong, kacang kedelai, dan buncis.

    Jenis nuts itu adalah benih dari pohon. Contohnya adalah walnut, dan hazelnut.

    Dan jenis seeds adalah biji…. benar-benar benih tumbuhan. Contohnya adalah kuaci, biji wijen, dan chia seeds.

    Potonglah dan bagilah yang mana pun menjadi 2, dan akan kau jumpai bentuk struktur yang sama di dalamnya. Tak perlu memusingkan masuk kategori manakah kacang mete, kacang almond, atau kacang tanah. Semuanya itu adalah benih dari pohon induknya.

    Apa itu Biji (Benih)?

    Benih merupakan sesuatu yang paling penting bagi tumbuhan apa pun juga, karena benih merupakan embrio pohon tersebut. Jika di manusia, benih merupakan “bayi” dari pohon induknya. Oleh karena itu, sama seperti manusia yang sangat melindungi bayinya, maka pohon juga sangat protektif terhadap benihnya.

    Tumbuhan telah melengkapi benih mereka dengan seperangkat metode pertahanan yang sangat kuat dan efektif. Benih dirancang untuk dapat terus hidup dalam waktu yang sangat lama di lingkungan yang tak bersahabat, karena benih harus menunggu waktu yang cocok baginya untuk berkecambah dan bertumbuh, yang mana biasanya akan sangat lama untuk bisa mencapai keadaan yang cocok itu.

    Benih harus dapat menahan hawa panas, hawa dingin, serangan serangga, cacing, bakteri, jamur, dan hewan pemakan biji-bijian. Dalam rangak untuk melindungi diri mereka sendiri, benih telah dikaruniai berbagai macam “senjata kimia” yang sangat cerdas, banyak di antaranya yang sangat merusak kesehatan manusia yang memakannya tanpa tahu apa-apa.

    Semua tumbuhan memerlukan bantuan dalam menyebarkan benih mereka, karena tumbuhan tak dapat berjalan. Karena itu, tumbuhan telah berevolusi dengan cerdas dalam menemukan cara yang paling tepat dan sesuai baginya untuk menyebarkan calon-calon penerusnya dan berkembang biak. Beberapa jenis tumbuhan membungkus benih mereka dengan buah-buahan yang sangat manis untuk memikat hewan memakannya dan membawa serta benihnya ke mana pun hewan itu pergi.

    Tapi, bagaimana dengan benih rumput? Padi? Jagung? Gandum? Oat?

    Rumput bergantung kepada angin untuk menyebarkan benihnya. Gandum tidak dibungkus dengan buah karena memang gandum tidak dirancang untuk dimakan hewan maupun manusia. Gandum dan kacang-kacangan tidak dirancang dengan mengutamakan kesehatan hewan dan manusia pemakannya, sehingga tidak perlu tumbuhan mengurangi dampak negatifnya bagi pemangsa benih mereka. Faktanya, tumbuhan jenis gandum sangatlah beracun bagi manusia!

    Apakah benih (dan biji-bijian lainnya) sangat penting bagi diet manusia?

    Selama jangka waktu sekitar 2 juta tahun sebelum ditemukannya teknik bercocok tanam, para leluhur kita hanya SEDIKIT memakan biji-bijian, jadi tampaknya mereka tidaklah penting-penting amat bagi manusia. Bahkan ada beberapa kebudayaan di sepanjang sejarah (paling nyata adalah suku Inuit atau biasa kita kenal dengan nama Eskimo) yang sama sekali tidak pernah mengonsumsi biji-bijian dan bahkan tumbuhan apa pun sepanjang hidup mereka, selama bergenerasi-generasi lamanya. Dan mereka sehat-sehat saja.

    Apakah biji-bijian itu sehat bagi manusia?

    Pertama kalinya biji-bijian menjadi menu pokok di dalam diet kita terjadi sekitar 5000 sampai 10000 tahun yang lalu, ketika masa bercocok tanam baru berkembang. Sebelum masa bercocok tanam, leluhur kita adalah manusia yang memburu dan mengumpulkan makanannya dari alam. Mereka makan daging hewan dan sedikit buah-buahan atau sayuran, tergantung pada lokasi dan musimnya.

    Dalam sudut pandang evolusi, masa 10000 tahun ini sangat sempit sehingga kita tidak mempunyai cukup waktu untuk beradaptasi. Pencatatan sejarah dan antropologi menunjukkan bahwa tingkat kesehatan manusia menurun SEJAK masa bercocok tanam dimulai, dalam berbagai cara.

    Mayoritas penerus manusia menjadi lebih pendek, dan hasil penelitian terhadap fosil menunjukkan bukti adanya kekurangan mineral, kekurangan vitamin, dan berbagai macam penyakit.

    Susu juga baru ditambahkan ke dalam menu makan kita setelah masa bercocok tanam. Jadi agak sulit untuk menentukan apakah penurunan kualitas kesehatan manusia karena penambahan biji-bijian atau susu.

    Mengapa kita sejak dulu diajarkan bahwa memakan biji-bijian itu sehat?

    Kita dianjurkan untuk mengonsumsi biji-bijian setidaknya 3 porsi dalam sehari. Bahkan setengahnya juga diwajibkan dalam bentuk bulir utuh. Biasa disebut sebagai whole grain, atau biji gandum utuh. Ada juga nasi merah, nasi coklat, roti gandum, dan sebagainya. Mengapa demikian? Padahal kesehatan kita juga tidak membaik.

    Ada ratusan penelitian yang menunjukkan keunggulan konsumsi bulir utuh, tapi masalahnya penelitian ini membandingkan antara konsumsi bulir utuh dengan konsumsi gula dan tepung olahan. Ya tentu saja hasil penelitian seperti ini pasti menunjukkan bahwa konsumsi bulir utuh lebih menyehatkan JIKA dibandingkan dengan gula dan tepung olahan. Kita semua juga tahu akan hal itu, jadi membuktikan hal seperti itu tentu saja semudah membalikkan telapak tangan.

    Tapi penelitian seperti itu TIDAK menunjukkan bahwa konsumsi biji-bijian dengan bulir yang utuh adalah menyehatkan! Seharusnya adalah membandingkan diet yang tanpa biji-bijian dengan diet yang berdasarkan biji-bijian.

    Dan jika kita pikir-pikir lagi, bagaimana bisa bahan makanan yang sama, yang satu digiling jadi tepung halus, dan yang lainnya dibiarkan begitu saja, bisa menjelma menjadi sangat sangat baik DAN sangat sangat buruk bagi kesehatan kita?

    Mungkin alasan yang paling masuk akal adalah seperti ini: dengan proses penggilingan, kita menghilangkan bungkus luar biji tersebut. Bungkus itu memiliki kandungan serat yang tinggi yang melindungi kita dati partikel berbahaya di dalamnya. Serat pangan diketahui merupakan unsur atau zat yang tak dapat dicerna manusia mana pun juga, sehingga bersamaan dengannya maka kandungan gula di dalamnya juga turut tak dapat dicerna dan diserap tubuh kita.

    Apakah biji-bijian sungguh bergizi tinggi?

    Grains sangat rendah kandungan nutrisinya, sampai-sampai semua produk biji-bijian seperti oat ditambahkan dan diperkuat dengan vitamin dan mineral di pabriknya.

    Dari semua jenis biji-bijian, kacang mungkin merupakan yang dianggap tertinggi kandungan gizinya. Kamu bisa lihat di Google berapa kandungan gizi kacang panjang seperti di bawah ini:

    kacang panjang

    Mayoritas adalah karbohidrat, sesuatu yang tidak dibutuhkan tubuh kita, disertai sedikit protein, vitamin dan mineral yang juga sedikit.

    Betul kacang memiliki kandungan protein yang SEDIKIT, dan mineral yang juga SEDIKIT. Tapi masalahnya mereka datang dalam bentuk benih/biji, yang ada embel-embelnya yang akan dijelaskan di bawah ini.

    Protein Benih

    Protein yang berasal dari benih/biji-bijian sangat rendah kualitasnya karena mereka tidak lengkap. Biasanya selalu ada asam amino yang hilang. Contohnya: protein dari gandum tidak ada lysine, jagung tidak ada tryptophan, legume seperti kacang kedelai kekurangan asam amino yang mengandung sulfur seperti cysteine dan methionine.

    Bahkan protein dalam banyak biji-bijian sangat sukar untuk kita cerna karena strukturnya yang spesial. Beberapa protein dalam biji-bijian dirancang malah sebagai metode pertahanan diri untuk menghancurkan apa pun yang berani memakannya.

    Lectins (Lektin dalam bahasa Indonesia)

    Pembungkus luar semua biji-bijian dipersenjatai dengan sesuatu yang disebut Lectins. Nama lainnya phytohemagglutinins, atau disingkat agglutinins, yang merupakan salah satu dari sistem pertahanan dari serangan pada tumbuhan.

    Lektin dapat mengenali kawan dan lawan dengan membaca karbohidrat pada permukaan sel penyerangnya. Saat sebuah biji diserang, lektin akan dilepaskan untuk mengidentifikasi dan menyerang balik. Salah satu caranya adalah dengan menangkis serangan musuh dengan membidik tepat pada sasarannya, yaitu dengan mengikat karbohidrat khasnya, dan mengikat mereka sampai menggumpal (aglutinasi), sehingga penyerangnya tidak dapat bergerak maju lagi. Biasanya terjadi pada bakteri.

    Pada serangga, bukan manusia, yang merupakan predator alami biji-bijian dan benih, lektin menyebabkan kemandulan pada serangga.

    Lektin sebenarnya ditemukan pada hewan dan tumbuhan. Akan tetapi, lektin pada hewan berbeda dari lektin pada tumbuhan, yang mana lektin pada hewan diketahui TIDAK BERBAHAYA bagi hewan pemangsanya. Sedangkan lektin pada tumbuhan sangat berbahaya bagi manusia atau hewan.

    Kadar tertinggi lektin pada tumbuhan terdapat pada bagian benih, akar, tunas muda, dan kulit pohon. Pada benih dan biji-bijian, lektin umumnya ditemukan pada dedak (kulit pembungkus) benih, sehingga ide untuk memakan whole grain alias butir utuh mungkin bukan ide yang baik. Lektin juga ditemukan terdapat pada minyak yang dihasilkan dari kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Apa yang dapat dilakukan Lektin terhadap tubuh kita?

    Karena lektin sangat reaktif pada karbohidrat yang khusus di permukaan sel, kamu bisa membayangkan bahwa lektin ini lengket. Sangat lengket.

    Lektin akan mengikat glycoprotein pada permukaan sel usus kita. Lektin juga dapat merusak dinding dalam usus halus manusia, dan pada hewan juga dapat membuat lubang di usus, dikenal dengan kasus leaky gut. Pada manusia, leaky gut merupakan penyebab berbagai macam gangguan kesehatan auto-imun, seperti Celiac Disease, diabetes tipe 1, sclerosis dan rheumatoid arthritis.

    Karena manusia yang sehat memiliki antibodi terhadap lektin di darahnya, maka bisa diketahui kalau lektin dapat melintasi pembatas sampai masuk ke dalam aliran darah kita. Di dalam darah, lektin akan mengikat sel darah merah, menyebabkan aglutinasi alias penggumpalan darah merah. Sel darah merah yang telah menggumpal akan dibuang keluar dari tubuh kita, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah, alias anemia.

    Lektin juga akan membuat sel imun kita menempel satu sama lain dan menggumpal, memperlemah sistem kekebalan tubuh. Jika lektin menempel pada sel imun dan mengaktifkannya, maka si empunya tubuh akan memiliki penyakit autoimun atau/dan alergi.

    Saat lektin telah memasuki sel kita, ia akan mengikat dan membuat ribosome jadi tidak aktif. Ribosome merupakan pabrik protein di dalam sel.

    Di dalam studi laboratorium, lektin diketahui bisa menyebabkan suatu sel yang sehat akan berkembang menjadi sel kanker yang ganas.

    Bagaimana kita bisa mengurangi konsumsi Lektin ini?

    Kebanyakan lektin bisa dinon-aktifkan dengan merendam biji-bijian terlebih dahulu, kemudian direbus selama 15 menit. Dipanggang atau dibakar tidak efektif dalam mengurangi kadar lektin, jadi perhatikan hal ini sebelum lain kali kamu ingin memakan roti dan kue-kue yang terbuat dari tepung gandum atau tepung lainnya. Proses pemanggangan kering hanya akan menghilangkan sekitar 75% lektin.

    Lektin juga resisten pada asam lambung kita, dan juga pada sistem pencernaan manusia. Lektin merupakan alasan mengapa kita tidak pernah boleh konsumsi biji-bijian mentah.

    Kecambah mengurangi kadar lektin, tapi tidak menghilangkan seluruhnya. Alasannya adalah karena saat biji mulai tumbuh menjadi tunas muda, banyak protein lektin yang diuraikan untuk menjadi nutrisi supaya pohon itu bisa tumbuh. Tapi masih ada sebagian yang disisakan untuk melindungi pohon tersebut.

    Oleh karena itu, hanya ada 2 cara untuk melindungi dirimu dari protein lektin yang ganas ini, yaitu: perpanjang waktu merebus DAN menghindarinya sama sekali.

    Gluten

    Gluten bukanlah satu jenis protein tunggal, tapi terdiri dari ratusan jenis protein di dalam keluarga gluten. Gluten hanya ditemukan di dalam jenis tumbuhan berikut:

    • Gandum : durum, bulgur, semolina, seitan, farina, graham, matzah, kamut, spelt.
    • Barley (Malt)
    • Rye
    • Triticale

    Sederhananya, gluten merupakan media penyimpanan protein bagi biji-bijian tersebut di atas. Mereka dirancang untuk memberi nutrisi bagi si tumbuhan bayi itu saat tiba waktunya untuk bertumbuh. Tampaknya sangat baik, tapi gluten merupakan penyebab Celiac Disease, sebuah penyakit autoimun yang sangat serius.

    Gluten terdapat di dalam inti dari benih, bukan di kulit luarnya. Oleh karena itu, tepung yang digiling masih mengandung gluten. Semua benih dan biji-bijian pasti memiliki media penyimpanan protein, tapi hanya keluarga gandum saja yang memiliki gluten. Apa spesialnya si Gluten ini?

    Gluten terdiri dari bentangan urut-urutan asam amino yang berulang, yang sangat sulit dicerna oleh sistem pencernaan kita. Selalu ingat bahwa tanaman induk tidak ingin protein mereka bisa dicerna oleh siapa pun, kecuali oleh anaknya sendiri. Protein gluten mengandung proline, yang disebut prolamins, yang akan mengiritasi sistem kekebalan tubuh kita.

    Masalah kita dengan gluten tidak hanya karena kita sulit, bahkan tidak bisa, mencerna sampai tuntas dan sampai menyerap nutrisi yang terkandung di dalamnya. Masalah tambahan lainnya bahkan adalah gluten yang hanya tercerna sebagian saja (disebut toxic gliadin peptides) akan menghancurkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh manusia yang secara genetis lemah terhadap protein ini. Hingga akhirnya memicu Celiac disease dan sensitivitas terhadap gluten.

    Alergi Gandum

    Gandum memiliki protein yang dinamakan omega-5 Gliadin, yang akan memberikan masalah pada orang yang alergi padanya.

    Anti-nutrisi pada Biji-bijian

    Anti nutrisi adalah unsur apa pun yang akan menghalangi kemampuan tubuh kita dalam mencerna, menyerap, atau menggunakan nutrisi. Anti nutrisi yang terdapat pada biji-bijian meliputi penghambat enzim (enzyme inhibitor) dan asam fitat (phytic acid).

    Enzyme Inhibitors

    Makanan biji-bijian memiliki senyawa yang bekerja berlawanan dengan enzim pencernaan kita, membuat kita sangat sulit untuk memecah makanan. Yang termasuk di dalamnya adalah protease inhibitor yang menghalangi pencernaan protein, dan amylase inhibitor yang menghalangi pencernaan zat tepung alias gula. Amylase inhibitor tidak selamat di dalam sistem pencernaan, jadi ia bukan masalah. Protease inhibitor kebanyakan hancur saat dimasak, jadi pada biji-bijian yang dimasak sampai matang juga bukanlah masalah besar.

    Phytic Acid (Asam Fitat)

    Asam fitat, yang tidak bisa hancur dengan dimasak, baru merupakan masalah besar. Asam fitat ini hanya terdapat di tumbuhan, tidak ada di hewan. Letaknya di lapisan terluar biji. Sehingga memakan butir yang utuh merupakan ide yang sangat buruk.

    Asam fitat sederhananya adalah magnet bagi mineral.

    Asam fitat ini akan mengikat mineral yang ikut masuk saat kita makan, dan mengeluarkannya dari badan kita. Hasil akhirnya adalah defisiensi mineral, seperti defisiensi zat besi yang mengakibatkan anemia. Masih ditambah zat besi yang berasal dari tumbuhan dalam bentuk non-heme iron yang memang sulit diserap oleh tubuh kita. Sedangkan zat besi yang berasal dari hewan dinamakan heme iron, yang sangat mudah diserap tubuh.

    Berikut merupakan grafik yang menampilkan hasil eksperimen bahwa asam fitat menghalangi penyerapan sekitar 90% dari zat besi, pada subjek penelitian yang omnivora dan orang yang sudah lama melakukan diet vegetarian. Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa walau seseorang sudah lama melakukan diet yang berbasis tumbuhan saja selama bertahun-tahun tetap tidak bisa beradaptasi pada efek anti nutrisi dari asam fitat.

    asam fitat

    Asam fitat hanya akan terikat pada mineral yang memilki lebih dari satu ion positif, seperti zat besi, kalsium, seng, magnesium, dan tembaga. Semuanya merupakan mineral yang sangat esensial bagi manusia. Asam fitat tidak bisa mengikat sodium dan potasium.

    Selain mineral, asam fitat juga bisa mengikat protein yang kita makan.

    Makanan apa yang mengandung asam fitat yang paling banyak?

    Asam fitat ditemukan pada seluruh bagian tumbuhan, tapi yang paling banyak ada di bagian benih/biji-bijian. Tugas utamanya adalah mengikat mineral penting yang diperlukan bagi benih tersebut untuk tumbuh. Saat biji tersebut mulai berkecambah, asam fitat akan dipecah sedikit demi sedikit supaya tumbuhan itu mendapat mineral.

    Bagaimana cara kita mengurangi kadar asam fitat?

    Kebanyakan asam fitat selamat dari asam lambung kita, dan dari enzim di usus.

    Asam fitat tidak dapat dihancurkan dengan memperpanjang masa penyimpanan. Juga selamat dari panasnya api, bahkan walau kamu merebus dengan waktu yang sangat lama sekali. Bahkan proses memasak yang dilakukan pabrik sereal hampir tidak berpengaruh apa-apa pada kandungan asam fitat.

    Asam fitat mungkin sebagian bisa dikurangi dengan direndam atau dikecambahkan. Tapi harus dilakukan dengan kondisi yang tepat, dan cara yang tepat.

    Satu-satunya cara manusia sanggup menghilangkan asam fitat hampir seluruhnya adalah dengan cara FERMENTASI oleh bakteri, yang memiliki kemampuan untuk mencerna asam fitat. Oleh karena itu, fermentasi merupakan cara yang paling efektif.

    Zat Pati (Tepung) Pada Biji/Benih

    Tumbuhan menyimpan cadangan energinya dalam bentuk zat pati, yaitu rantai molekul gula yang sangat sederhana. Bagian biji mengandung zat pati yang sangat tinggi karena si calon bayi tumbuhan perlu energi pada saat bertumbuh dan berkembang.

    Mayoritas zat pati pada tepung dalam bentuk amylose atau amylopectin, yang terdiri dari molekul glukosa rantai panjang, yang sangat mudah dipecah menjadi glukosa oleh tubuh kita. Tapi, ada 2 jenis karbohidrat pada biji-bijian yang tak dapat diolah tubuh kita, yaitu:

    • Frukto-Oligosakarida: berupa rantai molekul fruktosa, dan
    • Galakto-Oligosakarida: berupa rantai galaktosa + glukosa + fruktosa.

    Kacang, Polong, dan Buah-buahan

    Mayoritas biji-bijian mengandung kombinasi dari beberapa karbohidrat yang tak tercerna oleh sistem pencernaan kita yang sudah saya sebutkan di atas. Tapi jenis kacang-kacangan memiliki kandungan galakto-oligosakarida yang sangat tinggi, oleh karena itu kacang diketahui sering menyebabkan gangguan pencernaan.

    Bakteri yang hidup di usus besar kita menghasilkan sebuah enzim yang disebut alpha-galactosidase, yang sanggup memecahkan molekul gula pada karbohidrat. Lalu bakteri itu akan mem-fermentasi gula itu, menghasilkan berbagai macam gas, seperti karbon dioksida, hidrogen dan/atau methan.

    Nasi hanya mengandung sedikit karbohidrat yang tak dapat dicerna, oleh sebab itu sangat sedikit gas yang dihasilkan.

    Cyanogenic Glycosides

    Zat kimia yang tak berdosa ini pada umumnya ditemukan mengintai jauh di bagian terdalam buah, seperti aprikot, peach, ceri, mangga, dan plum. Biji buah-buah seperti ini sangat keras, dan tak dapat dipecahkan tanpa bantuan alat-alat. Dan sebenarnya itu adalah sesuatu yang sangat bagus bahwa kita, manusia, tak dapat mengunyahnya.

    Pada saat biji buah-buah ini pecah atau rusak, glycoside yang tak beracun akan bercampur dengan enzim pengaktif, dan BOOM! Kamu akan mendapatkan racun sianida.

    Tubuh manusia sebenarnya bisa men-detoksifikasi racun sianida dalam dosis kecil. Tapi pada dosis yang lebih tinggi, sianida akan menghalangi kelenjar tiroidmu, menyebabkan gondok atau hipotiroid. Dan dalam dosis yang lebih tinggi lagi, sianida akan menyebabkan mitokondira lemas, yang akan berakibat fatal.

    KESIMPULAN Mengenai Biji-bijian

    Dari seluruh sumber makanan nabati dan hewani, bagian biji-bijian atau benih tumbuhan merupakan sumber makanan yang paling berbahaya bagi manusia. Karena itu, menghilangkan seluruh biji-bijian dari piringmu merupakan suatu langkah awal yang sangat berpengaruh positif pada peningkatan kualitas kesehatanmu.

    Untuk orang yang memilih tidak mengonsumsi makanan hewani, seperti kaum vegetarian dan vegan, atau orang yang tidak memiliki akses pada makanan hewani, biji-bijian mengandung protein yang tertinggi pada makanan nabati. Dan juga dari segi harga, biji-bijian jauh lebih murah daripada daging atau susu.

    Akan tetapi:

    • Protein dari biji sangat sulit dicerna, karena sifat alami mereka dan karena ada anti nutrisi yang tinggi
    • Beberapa jenis protein nabati, seperti gluten, bisa menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh manusia
    • Lektin pada biji-bijian sangat berbahaya. Selalu pastikan untuk merebusnya sebelum dimakan. JANGAN PERNAH MAKAN DALAM KEADAAN MENTAH!

    Ada zat pati pada biji-bijian yang tak dapat dicerna, sehingga akan menghasilkan gas pada usus besar.

    Asam fitat, si pencuri mineral, sangat sulit dijinakkan, bahkan dengan proses fermentasi sekalipun. Terlalu sering mengandalkan makanan biji-bijian meningkatkan risiko gangguan defisiensi mineral.

    Jika ingin menjadikan biji-bijian sebagai makanan utama, pilihlah nasi, sebab nasi:

    • Tidak mengandung gluten
    • Sangat rendah kandungan zat pati yang tak dapat dicerna tubuh kita
    • Hampir selalu dimasak, atau ditanak, sebelum dimakan, sehingga kandungan lektinnya bisa dianggap tidak ada

    Demikian penjelasan mengenai gandum, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Semoga bisa memberi pencerahan baru.

     

    BACA JUGA: Sisi Kelam Sayur-Mayur

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar