Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Daging

    /
    /
    /
    13 Views

    Daging

    daging
    Rib-Eye Steak Mentah

    Daging mempunyai reputasi yang “buruk”. Kebanyakan orang, terutama di Indonesia ini, berpikir bahwa daging, terutama daging merah, sangat berbahaya dan sangat tidak menyehatkan badan. Akan tetapi, daging ternyata memiliki beberapa sifat yang unik yang malahan membuatnya sangat bergizi, bernutrisi tinggi, mudah dicerna sistem pencernaan kita jauh lebih mudah ketimbang harus mencerna sayur-sayuran atau buah-buahan, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk dapat mengiritasi badan kita ketimbang sayuran.

    Yuk mari kita kenali DAGING lebih dalam, lebih akrab, dan lebih jauh lagi!

    Apakah daging merah lebih tidak menyehatkan dibanding jenis daging yang lainnya?

    Daging terbuat dari serat otot hewan, dan ada dua tipe, yaitu cepat dan lambat.

    Serat daging yang berwarna gelap (serat lambat) dirancang untuk kegiatan yang bersifat daya tahan, sedangkan serat daging yang berwarna cerah (serat cepat) dirancang untuk kegiatan yang membutuhkan energi besar dalam waktu yang singkat dan cepat. Oleh karena itu daging yang berwarna gelap menyimpan energi yang lebih besar.

    Untuk otot sampai dapat menghasilkan energi, mereka memerlukan sebuah sumber energi, yaitu lemak, lalu butuh oksigen untuk membakarnya, dan kemudian mineral dan vitamin untuk menjalankan reaksi yang bisa melepaskan simpanan energi di dalam lemak tersebut. Apa artinya? Artinya adalah, daging yang berwarna lebih gelap memiliki simpanan lemak, oksigen, vitamin dan mineral yang lebih besar daripada daging yang berwarna cerah.

    Untuk dapat menyimpan oksigen, serat daging memerlukan banyak sekali protein pembawa oksigen yang kita sebut dengan nama Myoglobin, yang warnanya adalah merah. Inilah sebabnya daging merah itu warnanya ya…. Merah.

    Myoglobin sangat kaya akan kandungan zat besi, mineral yang mengikat oksigen. Oleh karena itu daging merah mengandung zat besi lebih banyak daripada daging putih. Karena daging merah mengandung lebih banyak lemak ketimbang daging putih, maka jumlah kalori di dalamnya juga lebih besar. Tapi karena daging merah mengandung lebih banyak Vitamin B dan mineral, sebenarnya daging merah lebih bernutrisi ketimbang daging putih.

    Fakta: Jumlah kolesterol di dalam daging, baik itu daging merah, putih, atau daging yang warnanya cerah, dan dari hewan apa pun, baik itu hewan darat, air, atau yang terbang, selalu memiliki kandungan kolesterol yang kira-kira mirip. Jadi satu kilogram daging sapi dan satu kilogram daging ayam memiliki kandungan kolesterol yang hampir sama.

    Lantas, mengapa orang sering mengatakan bahwa konsumsi daging merah meningkatkan risiko berbagai macam penyakit?

    Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health meng-klaim bahwa mengonsumsi daging, terutama daging merah, akan meningkatkan risiko terkena macam-macam penyakit, seperti sakit jantung dan kanker. Tapi masalah dari penelitian itu sendiri juga ada. Berikut dijelaskan:

    Ada puluhan ribu peserta penelitian itu, dan mereka ditanya setiap 2 tahun seberapa seringnya mereka makan daging selama 2 tahun itu. Apakah kamu bisa ingat seberapa seringnya kamu makan daging selama 2 tahun terakhir, dengan tepat? Tentu sulit sekali bukan?

    Dan juga orang yang kebetulan melaporkan bahwa ia sering makan daging merah cenderung juga:

    • Merokok
    • Hidup sedentary, alias kebanyakan duduk tanpa gerak badan
    • Punya diabetes
    • Berat badannya melebihi normal
    • Setiap hari minum obat
    • Minum minuman keras setiap hari
    • Porsi makannya melebihi kebutuhan kalori harian kita
    • Juga konsumsi banyak produk susu

    Ini disebut terlalu banyak variabel, sehingga akan membingungkan, sebenarnya yang betul-betul menyebabkan sakit jantung dan kanker itu yang mana? Apakah karena kelebihan makan daging, atau karena faktor lainnya yang tak dicatat?

    Apakah lemak jenuh dan kolesterol sangat buruk untuk jantung kita?

    Berbagai penelitian oleh banyak ahli di bidang kardiologi menemukan bahwa lemak, daging, dan kolesterol sebagai penyebab sakit jantung adalah MITOS belaka. Kenyataannya, justru diet orang-orang yang tercatat dalam sejarah sebagai masyarakat yang paling sehat sangat tinggi kandungan daging dan lemak hewannya.

    Kita, manusia, sudah mengonsumsi daging dan lemak hewan, juga itu artinya kolesterol, selama 2 juta tahun. Tapi penyakit jantung baru menjadi masalah besar bagi umat manusia pada 50 tahun terakhir ini saja. “Tersangka utamanya” tentu saja seharusnya adalah sesuatu yang BARU di dalam piring kita. Dan bukti-bukti ilmiah terbaru malah menunjukkan bahwa tersangka utama itu justru adalah KARBOHIDRAT, terutama karbohidrat yang diolah yang memiliki indeks glikemik tinggi, bukannya lemak atau kolesterol.

    Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca artikel tentang KOLESTEROL.

    Dan untuk memahami lebih jauh mengenai karbohidrat, akan ada artikel khusus juga.

    Apakah daging merah menjadi penyebab kanker?

    Jika konsumsi daging menjadi penyebab sakit kanker, mengapa penyakit kanker begitu langka sampai sekitar 50 tahun yang lalu, saat diet gizi seimbang mulai dipromosikan dan diperkenalkan?

    Kita, manusia, TIDAK memakan daging yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah daging yang kita makan seratus tahun yang lampau, tapi angka penderita kanker justru meroket dalam 50 tahun terakhir ini. Jadi, mengapa kita PERCAYA bahwa daging merah adalah penyebab sakit kanker?

    Walau pun ada BEBERAPA penelitian yang menunjukkan ada keterkaitan antara daging dan kanker, terutama kanker usus besar, tapi jika dilihat seluruh penelitian yang ada, sebenarnya hasilnya campur baur. Banyak juga yang menunjukkan TIDAK ADA HUBUNGAN antara daging dan kanker. Dan juga ADA penelitian yang malah menunjukkan konsumsi daging justru BERPENGARUH BAIK dalam perlindungan tubuh terhadap kanker. Jadi, hasilnya benar-benar bervariasi.

    Tapi hal itu tidak mencegah WHO dalam meng-klaim bahwa daging merah sebagai penyebab kanker. Padahal penelitian ilmiah banyak yang menunjukkan sebaliknya.

    Daging yang hangus dan daging asap

    Daging hangus dan daging asap mengandung Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) dan Heterocyclic Amines (HCAs).

    PAHs dan HCAs menunjukkan hasil sebagai penyebab sel kanker pada hewan-hewan di laboratorium, tapi tidak ada yang menunjukkan hasil serupa pada manusia.

    PAHs ada bukan hanya pada daging yang hangus saja, tapi juga pada SEMUA makanan organik, baik itu tumbuhan maupun hewan, yang dibakar, seperti rokok, kebakaran hutan, atau asap kendaraan bermotor. PAHs juga ada di dalam sereal, minyak sayur, kopi, dan keju. Faktanya, kadar PHAs di dalam sereal adalah yang TERTINGGI, bukan pada daging.

    HCAs, hanya bisa dibuat dari makanan yang tinggi kandungan proteinnya. Ayam panggang dan ayam goreng justru memiliki kandungan PAHs dan HCAs yang jauh lebih tinggi daripada daging hangus dan daging asap, tapi hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi daging ayam yang digoreng atau dipanggang dengan kanker.

    Nitrat dan Nitrit pada produk daging olahan

    Nitrat dan nitrit banyak dipakai dalam produk olahan daging. Tapi nitrat dan nitrit sebenarnya juga banyak ditemukan di dalam tumbuhan, seringnya bahkan dalam jumlah yang besar sekali. Contohnya, di dalam berat yang sama, kandungan nitrat dan nitrit dalam bayam 30 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan yang ada di dalam produk Hot Dog.

    Fakta menarik lainnya, produsen makanan olahan daging seringnya malah memakai bubuk seledri, yang kandungan nitratnya tinggi sekali, untuk mengawetkan makanannya, alih-alih menggunakan sodium nitrat.

    Apa sih bedanya nitrat dan nitrit?

    Kita sering dibingungkan antara keduanya, karena sesungguhnya nitrat bisa dengan mudahnya berubah menjadi nitrit di dalam makanan DAN tubuh kita. Nitrit 3 kali lebih efektif untuk pengawetan makanan dibandingkan dengan nitrat.

    Dikombinasikan dengan garam, nitrat dan nitrit mencegah bakteri yang menyebabkan makanan jadi beracun bertumbuh dan berkembang. Dengan kandungan anti oksidan alaminya, nitrat dan nitrit mencegah lemak menjadi tengik, dan memberi daging warna pink yang khasnya.

    Nitrat dan nitrit itu sendiri tidak bisa menyebabkan kanker, tapi hasil reaksinya dengan protein pada daging lah yang menghasilkan nitrosamine, yang diketahui mengakibatkan kanker pada hewan di laboratorium.

    Oleh karena itu, produsen makanan daging olahan menambahkan anti oksidan khusus untuk memotong rantai reaksi kimia ini, dan pada akhirnya bisa mengurangi jumlah nitrosamine yang dihasilkan, tapi tidak menghilangkan seluruhnya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk hanya mengonsumsi produk daging yang segar, bukan olahan pabrik.

    Juga akan sangat bijaksana untuk menghilangkan konsumsi sayuran yang tinggi akan nitratnya, seperti bayam dan seledri. Bakteri pada air liur akan mengubah nitrat menjadi nitrit, yang akan bereaksi dengan protein dalam perut kita membentuk nitrosamine. Menghindari makanan yang mengandung nitrat bisa menjadi salah satu cara mengurangi risiko terkena kanker.

    Akankah protein hewani merusak ginjal kita?

    Tidak pernah ada bukti ilmiah akan klaim tersebut. Faktanya, ginjal manusia dirancang untuk menangani protein dalam jumlah yang besar sekali, mungkin dikarenakan para leluhur kita seringnya harus makan daging dan lemak dalam porsi yang besar sekali di dalam 1 kali makan, bukannya beberapa kali makan dalam porsi yang kecil, seperti anjuran yang sering kita dengar pada diet modern sekarang ini.

    Penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein tinggi dengan kerusakan ginjal hanya dilakukan pada hewan di laboratorium, bukan pada manusia. Penelitian ilmiah bahkan menunjukkan tidak ada hubungan antara kerusakan ginjal dengan konsumsi protein hewani yang tinggi, kecuali kalau ginjal tersebut memang sudah rusak sebelum penelitian dilakukan. Bahkan penelitian tersebut malah menunjukkan 10 (SEPULUH) penelitian lainnya yang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi KARBOHIDRAT, terutama fruktosa, dengan penyakit ginjal.

    Jadi, jauh lebih besar kemungkinannya makanan yang mengandung karbohidrat, terutama karbohidrat simpel dan olahan, untuk merusak ginjal kita. Tidak ada manusia maupun hewan yang sanggup menangani karbohidrat dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya ada begitu banyak penderita diabetes melitus yang juga memiliki sakit ginjal. Ingat bahwa mereka memiliki kadar gula darah yang tinggi sekali, dan hal tersebut akan merusak seluruh organ dalam mereka, termasuk ginjal.

    Daging adalah makanan yang memiliki kandungan gizi TERLENGKAP

    Semua makanan hewani, termasuk juga jeroan hewan, mengandung SELURUH lemak, protein, vitamin, dan mineral yang ESENSIAL bagi manusia. Dan dalam proporsi, atau perbandingan, yang sangat tepat untuk manusia. Hal ini sangat masuk akal, mengingat di dalam sejarah umat manusia, ada banyak sekali masa-masa di mana daging merupakan SATU-SATUNYA sumber makanan yang tersedia. Dan masa-masa itu bisa berlangsung ribuan tahun.

    Berikut adalah daftar vitamin dan mineral esensial yang terdapat pada makanan hewani. Bisa kamu lihat bahkan ada 4 yang TIDAK terdapat pada tumbuhan:

    • Vitamin A: 12 sampai 24 kali lebih mudah diserap yang dari hewan. Jika dari tumbuhan dalam bentuk beta-karoten, maka hanya 1/12 yang bisa diserap. Jika dalam bentuk alfa-karoten, maka hanya 1/24 saja yang bisa diserap.
    • Vitamin B1, B2, B3, B6: sumber hewani merupakan sumber terbaik.
    • Vitamin B12: TIDAK ADA di tumbuhan mana pun.
    • Vitamin C: tumbuhan merupakan sumber yang lebih baik.
    • Vitamin D: TIDAK DITEMUKAN pada tumbuhan.
    • Vitamin E: Sangat rendah di sumber hewani.
    • Vitamin K1: terdapat pada sumber hewan dan tumbuhan.
    • Vitamin K2: TIDAK TERDAPAT pada sumber tumbuhan, kecuali pada makanan fermentasi, terutama pada natto.
    • Folat: sumber yang tak larut pada tumbuhan menghalangi penyerapan oleh tubuh manusia.
    • Zat Besi: Heme Iron (zat besi pada hewan) 3 kali lipat lebih mudah diserap tubuh manusia, dibandingkan non-heme iron (zat besi dari tumbuhan). Masih ditambah banyak tumbuhan yang memiliki zat anti-nutrisi yang menghalangi tubuh kita dalam menyerap non-heme iron itu.
    • Kalsium: ada zat anti nutrisi pada tumbuhan yang menghalangi penyerapan kalsium.
    • Yodium: banyak tumbuhan yang mengandung goitrogen yang menghalangi penggunaan yodium oleh tubuh.
    • Zinc: sumber hewani adalah yang terbaik. Tumbuhan bahkan memiliki anti nutrisi yang menghalangi penyerapan zinc oleh tubuh.
    • ALA: terdapat pada tumbuhan dan hewan. Kira-kira hanya 5% saja dari ALA yang bisa diubah menjadi EPA, bahkan jauh lebih sedikit yang bisa diubah menjadi DHA.
    • EPA/DHA: TIDAK TERDAPAT pada tumbuhan (kecuali pada ganggang mikro dan rumput, yang tidak akan bisa dan mau kamu makan).

    Nutrisi pada daging sudah sangat siap diserap DAN digunakan tubuh kita.

    Tidak seperti tumbuhan, daging TIDAK mengandung anti nutrisi sama sekali, seperti serat, asam fitat, atau oksalat yang menghalangi penyerapan atau pencernaan senyawa yang penting seperti vitamin dan mineral.

    Vitamin dan mineral yang tersedia pada daging bahkan sudah dalam bentuk yang paling mudah untuk kita serap:

    • Vitamin A pada hewan dalam bentuk Retinol, sedangkan vitamin A pada tumbuhan masih dalam bentuk beta-karoten. Beta-karoten hanya berupa pre-kursor vitamin A, bukan vitamin A itu sendiri. Dan hanya bisa diserap sekitar 1/12 -nya saja. Jika dalam bentuk alfa-karoten, maka hanay 1/24 -nya saja yang bisa diserap kita
    • Zat besi pada daging dalam bentuk heme-iron, yang 3 kali lipat lebih banyak diserap tubuh kita
    • Vitamin B12 dan vitamin K2 hanya ditemukan pada hewan saja

    Daging sangat ramah bagi sistem pencernaan kita

    Tumbuh-tumbuhan menggunakan zat kimia berbahaya untuk melindungi dirinya, sedangkan hewan menggunakan kuku atau cakarnya. Jadi daging mereka sama sekali tidak mengandung sesuatu yang berbahaya. Bahkan ular yang paling beracun sekali pun sangat aman kita makan dagingnya.

    Sistem pertahanan hewan ikut mati bersamaan dengan matinya hewan tersebut. Tapi sistem pertahanan tumbuhan tetap ada dan aktif walau tumbuhan tersebut telah mati. Bahkan ada sistem pertahanan kimia tumbuhan yang justru baru aktif saat ia diserang.

    Apakah daging sulit untuk dicerna manusia?

    Justru kebalikannya!

    Daging akan dipecah dengan sangat efektif dan efisien oleh enzim alami pada tubuh kita, jadi kita tidak perlu mengandalkan bakteri pada usus untuk membantu mencerna daging.

    Apa artinya? Artinya adalah tidak akan ada gas yang dihasilkan proses fermentasi oleh bakteri ini.

    Daging juga hampir 100% diserap tubuh kita, sehingga hampir tidak akan ada sisa alias ampas yang perlu dibuang. Tapi daging bisa “terperangkap” pada makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran.

    Apakah kebanyakan makan daging bisa menyebabkan kelebihan zat besi?

    Adalah benar bahwa tubuh kita tidak bisa melepaskan zat besi kecuali lewat pengelupasan kulit dan sel usus, atau pendarahan. Juga adalah benar bahwa kelebihan zat besi berakibat buruk bagi tubuh kita.

    Akan tetapi, tubuh kita sudah diatur dengan sangat cerdasnya. Ia tidak akan menyerap zat besi terlalu banyak, jika zat besi di dalam tubuh kita sudah banyak. Adalah hormon hepcidin yang memonitor kadar zat besi dan memberitahu usus berapa banyak zat besi yang perlu diserap. Secara rata-rata, dalam sehari kita kehilangan 1 sampai 3 mg zat besi, jadi sekitar sejumlah itulah yang kita serap setiap hari.

    Daging secara alaminya hampir tidak mengandung karbohidrat

    Artinya sebanyak apa pun kita makan daging tidak akan menyebabkan lonjakan insulin. Lonjakan insulin ini yang wajib kita hindari, dengan cara apa pun juga, karena kejadian ini mengganggu kestabilan otak kita, komposisi zat kimia badan, dan mengakibatkan inflamasi atau peradangan, kerusakan sel sehat, kekacauan metabolisme lemak dan kolesterol, dan berbagai penyakit lainnya.

    Tipe daging seperti apa yang paling baik untuk dimakan?

    Pada umumnya hewan yang diberi makan makanan alami mereka adalah daging yang terbaik. Misalnya sapi yang diberi makan rumput.

    Tapi pada umumnya sapi sekarang diberi makan pakan ternak, yang terbuat dari campuran kacang kedelai, gandum, dan lain-lain, yang jauh komposisinya dari rumput.

    Jadi sekarang ini semua daging yang dihalalkan oleh agamamu adalah daging yang baik.

    KESIMPULAN Tentang Daging

    Makanan yang berasal dari hewan sangatlah baik bagi kesehatan kita, dan sangat lengkap kandungan nutrisinya.

    Daging juga sangat mudah dicerna dan diolah sistem pencernaan kita, tidak mengandung anti nutrisi, dan tidak menyebabkan iritasi pada usus.

    Tidak ada bukti bahwa lemak, protein hewani, dan kolesterol menyebabkan penyakit pada manusia. Malahan bukti menunjukkan sebaliknya, bahwa lemak hewani, protein hewani dan kolesterol sangat penting bagi manusia.

    Sebisa mungkin hindari makan daging olahan pabrik, dan sebisa mungkin pilihlah daging yang diberi makan makanan alami mereka.

    Dan buang bagian daging yang hangus, yang ditandai dengan warna hitam tersebut.

     

    Baca Juga Artikel Tentang SUSU.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar