Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Buah-buahan

    /
    /
    /
    35 Views

    Buah-buahan

    buah buahan

    Buah-buahan adalah bagian tumbuhan yang memang dirancang oleh tumbuhan tersebut untuk dimakan manusia atau hewan, secara alaminya berwarna warni, rasanya manis, dan enak sekali. Tapi apakah kita memang wajib makan buah? Dan bukankah kita perlu semua vitamin serta anti oksidan yang terkandung di dalam buah? Apa itu anti oksidan?

    Apa Yang Dimaksud Dengan Buah?

    Di dalam buah terkandung komposisi berikut ini:

    • Biji
    • Gula, dalam bentuk fruktosa, glukosa, atau sukrosa
    • Alkohol, dalam bentuk xylitol, sorbitol, mannitol, dan lain-lain
    • Serat yang larut dalam air
    • Phytochemical

    Selama ini kita sudah diajarkan bahwa makan buah itu penting, karena buah mengandung vitamin, serat, dan anti oksidan. Walau tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa kita membutuhkan makan buah untuk dapat hidup dengan sehat, tapi dari seluruh bagian dari tumbuh-tumbuhan, buah merupakan bagian yang paling aman untuk kita makan.

    Mengapa?

    Karena memang si tumbuhan itu sendiri yang MENGINGINKAN kita untuk memakan buahnya, sehingga tumbuhan merancang agar buahnya itu memberikan keuntungan bagi si predatornya, atau si pemakan buahnya.

    Oleh sebab itu, mayoritas zat kimia di dalam buah dirancang tidak untuk merusak badan si pemakannya. Tidak seperti sayur-sayuran yang sekilas tampak tidak berdosa. Kebanyakan buah bisa dimakan dengan sangat aman, kecuali beberapa jenis berry yang beracun.

    BIJI

    Apa persamaan dari semua jenis buah? BIJI! Apa itu artinya? Artinya adalah semua sayuran yang memiliki biji, contohnya tomat, terong, dan labu, itu sebenarnya buah, yang “menyamar” menjadi sayuran.

    Ukuran biji bisa besar, bisa juga kecil. Di dalam sebuah biji ada embrio tumbuhan yang sangat berharga bagi si tumbuhan induknya. Embrio tumbuhan itu perlu tanah yang subur agar dapat tumbuh menjadi tumbuhan dewasa. Dan karena si tumbuhan itu tidak bisa bergerak berpindah tempat sendiri, maka ia memerlukan bantuan hewan dan manusia untuk memindahkan embrionya, dengan cara memberikan buah agar kita makan supaya embrionya tersebar jauh dari tanaman induk.

    Contohnya, saat kamu makan buah apel, maka yang akan kamu makan tentu daging buahnya, dan kamu akan membuang bagian tengahnya yang berbiji. Semoga biji tersebut jatuh di tanah yang subur sehingga dapat menghasilkan pohon apel berikutnya, dan jangan terlalu dekat dengan tanaman induk.

    Jika seekor beruang makan apel, ia akan makan keseluruhannya, daging buah DAN bijinya. Dalam kasus beruang ini, si biji apel akan ikut masuk ke sistem pencernaan si beruang, tapi tidak bisa dicerna. Biji itu akan keluar bersamaan dengan kotoran si beruang, kemungkinan besar sudah sangat jauh dari tanaman induk apelnya, berikut dengan bonus berupa pupuk alami sebagai hadiah perpisahan dari si beruang.

    Jadi, manusia dan hewan secara tidak sadar sudah dijadikan ojek oleh si tumbuhan.

    ALKOHOL

    Tumbuh-tumbuhan telah berevolusi selama ratusan juta tahun dan memanfaatkan hewan sehingga mereka sangat mengerti apa yang dilakukan hewan. Tidak hanya tumbuhan memberikan daging buah yang manis, lezat, dan gampang dipetik, tumbuhan juga ikut menyertakan alkohol, seperti sorbitol, dan mannitol.

    Apa gunanya alkohol dalam buah ini?

    Apakah kamu pernah melihat permen yang dilabeli “sugar-free” di supermarket? Permen seperti ini kemungkinan besar mengandung alkohol dari buah, yang memiliki efek seperti obat pencahar, atau obat pencuci perut.

    Ini bukan kebetulan, jika ternyata semua buah pun juga mengandung alkohol yang sama. Buah ingin agar bijinya bisa melalui sistem pencernaan hewan dengan cepat. Tumbuhan induk ingin kita menyebarkan bijinya, tapi tidak mencerna dan menghancurkan bijinya. Semakin lama bijinya berada di dalam usus hewan dan manusia, semakin besar kemungkinan biji itu akan hancur. Jadi tumbuhan memberikan alkohol yang akan mempercepat keluarnya biji itu.

    GULA BUAH

    Tumbuhan tahu kita memiliki lidah yang menyukai rasa manis, oleh karena itu ia memberikan aneka macam gula pada buahnya. Buah memiliki 3 jenis kandungan gula, yaitu:

    • Fruktosa, alias gula buah
    • Glukosa, sama seperti gula yang berada di dalam darah kita, dan
    • Sukrosa

    Manusia berevolusi dari makhluk pemakan buah, dan banyak populasi manusia yang hidup sebagai pemakan buah, jadi besar kemungkinannya bahwa manusia sanggup makan buah dalam jumlah yang besar. Tapi sayangnya kebanyakan kita tidak sanggup menangani gula yang telah diproses, karena kita sudah terlalu banyak makan karbohidrat olahan yang selalu dimakan setiap harinya, dalam bentuk aneka tepung-tepungan dan gula tambahan pada makanan.

    Ada perbedaan yang besar antara memakan buah secara keseluruhan dengan memakan gula tambahan pada makanan dan minuman yang sudah diproses. Buah secara keseluruhan mengandung serat dan air, sehingga akan mengenyangkan perut kita. Makan 1 kilogram apel akan memberikan rasa kenyang dan tidak nyaman.

    Tapi akan sangat mudah untuk meminum jus buah, tanpa batasan. Karena seratnya sudah dihancurkan dalam proses pembuatan jus itu.

    Sudah kita ketahui bahwa diet yang tinggi karbohidrat itu tidak sehat, tapi jika kamu tetap memutuskan untuk mengonsumsi karbohidrat, maka pilihlah buah segar, bukan jus buah, bukan buah yang dikeringkan, karena jenis buah yang sudah diproses itu sudah ada tambahan gula lainnya sehingga kita bisa dengan mudah terlalu banyak makan.

    SERAT

    Fungsi serat dalam buah hanya sebagai rangka yang memberikan bentuk dan menahan agar bentuk tersebut tidak hancur saja.

    PHYTOCHEMICAL (Anti oksidan)

    Phytochemical berarti zat kimia yang berasal dari tumbuhan. Salah satu contohnya adalah anti oksidan. Banyak orang berkata bahwa buah mengandung banyak anti oksidan sehingga baik bagi tubuh kita.

    Apa itu Anti Oksidan?

    Anti oksidan melindungi sel yang sehat dari bahaya oksidasi. Kerusakan oksidasi bisa disebabkan oleh radiasi sinar matahari, atau reaksi kimia yang terjadi secara alami di dalam tubuh sebagai bagian dari metabolisme kita. Oksidasi memiliki kemampuan untuk menghilangkan elektron dari molekul kita, mengakibatkan munculnya Reactive Oxygen Species (ROS) atau biasa kita kenal sebagai radikal bebas.

    Radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif, karena mereka sekarang kehilangan satu elektron, partikel yang bermuatan negatif. Molekul yang stabil memiliki keseimbangan antara partikel positif dan negatif. Jadi radikal bebas ini, dalam usaha mati-matian pencarian akan elektronnya, akan berusaha merebut elektron dari tetangganya yang bisa diambil agar ia bisa stabil lagi.

    Jadi, si radikal bebas itu sekarang telah stabil, fiuhhhhh. Tapi sekarang malah muncul 2 masalah.

    Masalah pertama, jika satu elektron diambil dari molekul, maka ia menjadi rusak dan tidak dapat berfungsi normal lagi.

    Masalah kedua, molekul tetangga yang telah diambil elektronnya itu akan menjadi radikal bebas sendiri, dan akan berupaya untuk mengambil lagi elektron dari tetangga lainnya. Masalah ini akan memicu reaksi berantai, yang jika dibiarkan begitu saja akan menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki lagi.

    Inilah mengapa anti oksidan itu sangat penting, dan semua makhluk hidup memerlukan anti oksidan untuk melindungi diri mereka dari kerusakan oksidatif seperti itu. Untungnya tubuh kita sudah diberkahi dengan anti oksidan alami, yang berbeda dari anti oksidan yang berasal dari tumbuhan, dalam bentuk asam urat dan kolesterol.

    Anti oksidan yang berasal dari tumbuhan memang menunjukkan sifat sebagai anti oksidan dalam tabung percobaan di laboratorium. Tapi dalam kenyataannya, tubuh kita bereaksi berbeda jika diberikan anti oksidan tumbuhan ini. Penelitian menunjukkan bahwa anti oksidan dari tumbuhan ini sangat sulit diserap tubuh, jika diserap pun akan berubah menjadi senyawa yang berbeda, atau dibuang dengan cepat keluar dari tubuh kita.

    Phytochemical dan anti oksidan dari tumbuhan diperlakukan sebagai substansi asing yang tak semestinya berada di sana, atau Xenobiotics, dan tubuh manusia melakukan proses metabolisme untuk menghilangkannya secara keseluruhan. Oleh karena itu, suplemen anti oksidan tidak diperlukan agar kita dapat hidup sehat.

    Akan tetapi, jika kita menyedot seluruh anti oksidan dalam buah dan memakannya dalam jumlah besar, akan sangat membahayakan bagi kita. Alam memang menginginkan kita untuk memakannya secara keseluruhan, tanpa dikurang-kurangi.

    Phytochemical dalam buah secara umum terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu polyphenols dan carotenoids.

    POLYPHENOLS (Atau Flavonoids)

    Polyphenols adalah zat kimia yang memberikan warna warni pada tumbuhan, atau buah dalam hal ini. Kebanyakan hanya berupa pigmen jadi tidak berbahaya.

    Mungkin kamu pernah mendengar khasiat polyphenols sebagai zat anti-inflamasi dan dapat memperkuat daya tahan tubuh. Tapi yang tidak pernah kamu dengar adalah bahwa para ahli baru bisa melakukan itu pada laboratorium saja, dan dalam dosis yang terlalu besar, sangat besar sehingga secara kenyataannya kamu tidak akan sanggup memakannya secara alami.

    bahkan jika memang benar polyphenols memiliki khasiat yang seperti diiklankan, tubuh kita hampir tidak bisa menyerapnya dengan baik. Dan jika diserap pun, polyphenols akan diubah oleh usus dan hati kita menjadi senyawa yang benar-benar berbeda jauh sekali dari aslinya.

    Berikut merupakan polyphenol yang paling umum ditemukan:

    Anthocyanins

    Merupakan pigmen warna merah, ungu, dan biru yang memberi warna pada buah anggur, stroberi, blackberry, ceri, raspberi, dan sejenisnya. Anthocyanins juga berlaku sebagai penghalang sinar matahari.

    Pada percobaan di tabung dan pada hewan, anthocyanins bersifat anti kanker, anti inflamasi, dan anti oksidan. Tapi tidak pernah dicoba pada manusia. Dan para ahli memberikan dosis yang sangat tinggi untuk bisa mendapatkan efek positif seperti itu.

    Sedangkan di kehidupan nyata, hanya 0,1% saja anthocyanins yang kamu makan yang akan berhasil masuk ke dalam darah. Dan itu pun akan menghilang dibuang keluar dari tubuh dalam waktu beberapa jam saja.

    Jadi sebelum kamu mulai makan sekontainer buah beri, pikirkan ulang.

    Quercetin

    Quercetin adalah polyphenols yang paling umum dijumpai karena terdapat pada hampir semua buah dan sayuran. Quercetin juga merupakan polyphenols yang paling mudah diserap tubuh, sekitar 20%-nya, tapi itu juga hanya bertahan beberapa jam saja.

    Pada penelitian di laboratorium, didapatkan efek anti inflamasi dan anti oksidan dari quercetin, tapi dosis yang diberikan sangat besar yang tak mungkin bisa didapatkan dengan cara memakan buah secara langsung.

    Resveratrol

    Paling banyak terdapat pada kulit anggur, tapi juga terdapat pada kacang dan buah jenis beri. Resveratrol bukanlah pigmen warna, karena warnanya adalah putih. Kegunaan resveratrol untuk mencegah jamur agar tidak menginfeksi buah.

    Tannins

    Tannins lebih umum dijumpai pada sayuran, tapi ada juga di buah, seperti anggur dan blueberry. Tannins rasanya pahit dan bisa membuat mulut kering.

    Tannins adalah zat kimia untuk membuat tumbuhan bertahan terhadap cuaca yang keras, serta bisa membunuh predator. Ia bukan pigmen warna. Tannins juga hancur saat buah dikeringkan. Demikian juga dengan proses memasak.

    Polyphenols yang satu ini hampir tidak bisa diserap usus kita. Hampir semuanya masih utuh bahkan sampai ke ujung sistem pencernaan kita, dan pada saat itu tannins sudah berubah bentuknya menjadi molekul yang sama sekali berbeda.

    Tannins bersifat mengikat protein, sehingga mereka sangat cocok dipakai untuk menyamak kulit, alias tanning. Dari situlah nama tannin didapatkan. Tapi itu juga berarti tannins akan mengganggu enzim pencernaan kita karena enzim pencernaan kita adalah protein.

    Dan juga tannins menghalangi penyerapan zat besi yang didapat dari tumbuhan, yaitu non heme iron. Tapi uniknya tannin tidak menghalangi penyerapan zat besi yang kita dapatkan dari hewan, yaitu heme iron.

    Carotenoids

    Carotenoids adalah pigmen warna merah, kuning, dan orange yang kebanyakan kita makan dalam bentuk yang populer disebut beta karoten. Banyak terdapat pada wortel, dan kentang, juga pada labu. Ada satu jenis carotenoid yang sangat terkenal yang terdapat pada buah, yaitu:

    Lycopene

    Lycopene adalah zat warna merah cerah yang banyak terdapat pada semangka, jambu biji, pepaya, tomat, dan buah delima. Tidak seperti carotenoids lainnya, lycopene tidak mengandung Vitamin A sama sekali.

    Selama ini kita selalu diajarkan pentingnya mengonsumsi lycopene dari makanan mentah. Tapi sebenarnya hanya 1% lycopene saja yang akan diserap tubuh dari wortel mentah yang bisa masuk ke dalam darah!

    Hal ini disebabkan oleh begitu kerasnya dinding serat yang melindunginya. Memasak bisa sedikit membantu melepaskan lycopene, tapi itu juga berarti berkurangnya kadar lycopene itu sendiri. Mengonsumsi lemak bersama lycopene membantu penyerapannya, tapi rata-rata hanya 5 mg lycopene saja yang bisa diserap tubuh, tak peduli sebanyak apa pun wortel atau buah apa pun yang kamu makan.

    Jadi apakah lycopene penting bagi kita? Para ahli ingin kita percaya bahwa lycopene bisa melindungi kita dari penyakit jantung dan kanker. Tapi penelitian pada manusia malah menunjukkan hasil yang berbeda. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa lycopene bisa mengurangi risiko penyakit jantung atau kanker.

    Cyanogenic Glycosides

    Zat kimia yang tak berbahaya ini bersembunyi jauh di dalam biji buah seperti apel, mangga, aprikot, ceri, dan plum. Biji buah seperti ini sangat keras, dan memang dirancang seperti itu, karena kamu juga akan sangat bersyukur biji seperti itu tidak mudah pecah.

    Karena sekali pecah, maka glycosides akan bercampur dengan enzim pengaktif dan jadilah SIANIDA. Dalam dosis kecil, tubuh kita bisa mengatasinya. Tapi dalam dosis besar, sianida akan menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan gondok dan hipotiroid. Dalam dosis yang jauh lebih besar, sianida akan menyebabkan kematian.

    KESIMPULAN Tentang Buah

    Sama seperti sayuran, buah-buahan, walau pun sangat lezat di lidah, tidak dibutuhkan di dalam diet manusia.

    Zat kimia yang terdapat pada buah-buahan lebih bersahabat bagi manusia daripada zat kimia yang terdapat pada sayur-sayuran.

    Phytochemical dan anti oksidan yang terdapat pada buah ternyata tidak berguna bagi manusia. Tubuh kita bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang tak seharusnya berada di dalam makanan dan sesegera mungkin berusaha untuk membuangnya.

    JIKA kamu tidak menderita diabetes, tekanan darah tinggi, hati berlemak, penyumbatan jantung, dan semua penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat, konsumsi buah masih aman dan bisa ditoleransi.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar