Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Brokoli, Temuilah Keluarga Crucifer

    /
    /
    /
    33 Views

    Brokoli, Temuilah Keluarga Crucifer

    brokoli
    Brokoli, Mewakili Keluarga Crucifer

    Dokter, ahli kesehatan, dan ahli gizi sangat sering menyanyikan lagu pemujaan untuk sayur-sayuran dari keluarga crucifer. Kita selalu diberi tahu bahwa tumbuhan yang “sehat” ini dapat melawan kanker, memperkuat sistem imun kita, dan segudang manfaat lainnya. Tapi, dapatkah sayuran keluarga crucifer ini memiliki sisi gelapnya sendiri?

    Sayuran jenis crucifer (keluarga Brassica) sangat mendominasi pasar sayur mayur, bahkan banyak orang tidak menyadari betapa banyak sayur mayur yang setiap hari dikonsumsi sebenarnya tergolong ke dalam keluarga crucifer ini. Daftar lengkapnya adalah sebagai berikut:

     

    • Aru gula
    • Bok choy
    • Brokoli
    • Brokolini
    • Brussels sprouts
    • Cabbage
    • Canola
    • Cauliflower
    • Chinese Broccoli
    • Chinese cabbage
    • Choy sum
    • Collard greens
    • Horseradish
    • Kale
    • Kohlrabi
    • Mizuna
    • Mustard Greens
    • Mustard Seeds
    • Radishes
    • Rapini
    • Rutabagas
    • Turnips
    • Wasabi
    • Watercress

     

    Keluarga sayuran ini sangat terkenal akan bau aromanya yang kuat yang sering membuat anak-anak bersembunyi saat jam makan. Aroma yang “sangat ramah” itu adalah akibat suatu zat kimia yang mengandung sulfur yang disebut thiocyanates. Zat ini adalah metode perlindungan alami tumbuhan, didesain untuk melindungi tumbuhan dari penyerang yang tertarik memakannya.

    Tumbuhan itu licik, sangat licik sekali.

    Jika mereka membutuhkan kita untuk menyebarkan bibitnya, mereka akan membungkus bibitnya dengan buah yang sangat menarik, dengan warna yang indah, dan memenuhinya dengan gula yang kita sukai.

    Tapi tumbuhan tidak ingin kita memakan tangkai, akar, batang, dan daun mereka – bagian tubuh mereka yang sangat vital yang membuat mereka tetap hidup, jadi mereka selalu membuat bagian-bagian itu pahit.

    Tumbuhan tidak ingin dimakan, sama seperti hewan pun demikian, manusia pun demikian pula, tapi karena tumbuhan tidak dapat bergerak, berlari, mengaum, mencakar, atau menggigit balik, mereka telah berevolusi selama ratusan juta tahun, 490 juta tahun kurang lebihnya, beberapa bahkan dilengkapi dengan senjata bio-kimia yang sangat canggih untuk mengusir para calon predatornya.

     

    Mari kita memakai brokoli sebagai sayuran crucifer yang paling favorit. Seperti semua jenis sayuran crucifer, Brokoli memiliki Isothiocyanates sebagai senjata pelindung dirinya. Jenis yang biasa digunakan brokoli disebut dengan nama sulforaphane, yang dibuat dengan cara:

     

    Glucosinolate + Myrosinase (enzim) –> SULFORAPHANE

     

    Saat brokoli sedang duduk bersantai menikmati hangatnya sinar matahari, ia tidak memiliki sulforaphane. Molekul yang sangat tajam ini begitu beracunnya bagi sel hidup (bahkan bagi sel hidup si brokoli itu sendiri), sampai-sampai kedua bahan baku yang tidak berbahaya ini ditempatkan di dalam 2 wadah yang terpisah di dalam sel brokoli itu sendiri.

    Akan tetapi, begitu sistem pertahanan sel brokoli itu dilanggar – misalnya saat brokoli dipotong atau lecet sedikit atau saat seekor serangga menggigit dagingnya –  kedua wadah itu pun pecah, kedua bahan baku itu tercampur, dan BOOM! Sulforaphane pun terbentuk untuk membunuh serangga, bakteri, dan cacing.

    Bagaimana Sulforaphane Bisa Membunuh Mahkluk Hidup Yang Kecil, Dan Mengapa Kita HARUS Peduli?

    Anda HARUS peduli, karena sulforaphane dapat melakukan hal yang sama pada sel di tubuh kita sama sepeti yang dilakukannya pada makhluk hidup kecil yang malang itu, seperti:

    • Meracuni mitokondria (generator energi sel)
    • Menghambat enzim microsomal di dalam retikulum endoplasmik (pabrik penghasil sel dan pusat detox tubuh kita)
    • Menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS, senyawa yang sangat pro-oxidant)
    • Mengganggu penyerapa Yodium Tiroid
    • Mengganggu hambatan epitel (dapat melubangi sel)
    • Mengosongkan Glutathione (anti-oksidan yang paling penting di dalam sel manusia)

    Seluruh mekanisme di atas menjelaskan bagaimana sulforaphane dapat membunuh serangga kecil. Di dalam laboratorium, sulforaphane bahkan dapat membunuh sel manusia yang sehat dan menyebabkan perubahan sel sehat jadi sel kanker.

    Mungkin akan sangat mengejutkanmu bahwa komposisi brokoli  yang sama yang telah digunakan untuk membunuh serangga kecil itulah zat yang selama ini telah dirpomosikan dengan label “Kebaikan Brokoli”. Alasannya adalah berikut seperti yang telah ditunjukkan dalam laboratorium:

    • Menyebabkan apoptosis pada sel kanker (membuat sel kanker bunuh diri)
    • Menghambat angiogenesis (memperlambat pembentukan sel darah merah)
    • Menyebabkan enzim fase II (membakar anti oksidan sebagai sistem imun tubuh kita)
    • Membunuh bakteri (anti biotik alami)

    Jadi, seperti yang kita lihat di sini, sulforaphane adalah pedang bermata dua. Ia mampu membunuh bakteri dan sel kanker, juga dapat membunuh sel yang sehat dan bahkan menyebabkan kanker. Dan sama seperti kemoterapi jenis apa pun juga, sulforaphane tidak begitu pintar dalam membedakan mana sel yang sehat DAN sel kanker.

    Mengapa Sampai Saat Ini Kita Hanya Mendengar Segala Kebaikan Brokoli Saja? Dan Tidak Pernah Mendengar Mengenai Sisi Gelapnya?

    Manusia modern itu kalau sudah membicarakan tentang makanan dan nutrisi, maka pedoman yang berlaku adalah: percaya, baru melihat.

    Apa artinya?

    Jika kita percaya sesuatu itu bagus bagi kesehatan kita, maka yang kita lihat hanyalah sisi baiknya saja. Bahkan kita jadi tidak sanggup untuk melihat sisi buruknya, walau pun kita disuguhi dengan hasil penelitian yang menunjukkan bukti-bukti sahihnya.

    Semuanya itu dimulai dari asumsi bahwa sayuran itu bagus bagi kesehatan manusia. Dari doktrin sejak kita kecil itulah kita sampai tidak bisa menerima bahwa ternyata ada sisi buruknya.

    Serba Serbi Fakta Tentang Sulforaphane

    • Kecambahnya mengandung 20 sampai 100 kali lipat glucosinolate daripada yang sudah dewasa (untuk melindungi “si bayi kecil”)
    • Membekukan atau merebus keluarga Crucifer dapat mengurangi kadar glucosinolate sampai kira-kira 50%
    • Mengukusnya mengurangi kadar glucosinolate sampai 2/3
    • Panas menghancurkan myrosinase. Tapi bakteri dalam usus kita mengandung enzim yang menyerupai myrosinase. Jadi sulforaphane tetap dapat dihasilkan dalam sistem pencernaan kita
    • Sekitar 75% sulforaphane akan diserap ke dalam aliran darah dan diambil oleh sel di seluruh tubuh kita. Kadarnya dalam darah akan memuncak sekitar 2 jam setelah kita makan keluarga crucifers
    • Begitu sulforaphane sampai ke dalam sel, anti-oksidan alami sel, yaitu glutathione, akan dengan segera mengikat sulforaphane dan mengawalnya keluar dari sel untuk segera dieliminasi dalam 3 jam

    Jadi bisa dilihat di sini bahwa tubuh manusia sendiri menganggap sulforaphane itu sebagai tamu-yang-tak-diinginkan, bukan sebagai suatu bantuan untuk memerangi sel kanker. Hal ini terlihat dari betapa tubuh ingin secepat mungkin mengeluarkannya dari tubuh kita.

    KESIMPULAN: Apakah Brokoli Bagus Bagi Kesehatan Kita?

    Kita tidak benar-benar tahu. Tapi yang pasti, tidak ada penelitian yang meyakinkan yang menunjukkan bukti ilmiah bahwa brokoli itu baik bagi kesehatan kita.

    Tapi ada banyak penelitian yang menunjukkan bukti sebaliknya, yaitu sisi gelap brokoli, dan keluarga crucifers pada umumnya.

    Satu hal yang pasti, tubuh kita akan dengan segera, dan secepat mungkin, berusaha mengeluarkan zat sulforaphane ini dari dalam sel, dan dari tubuh kita. Orang dengan gejala hipo-tiroid juga wajib waspada akan brokoli dan keluarganya, karena tumbuhan jenis ini mengganggu aktivitas tiroid yang normal.

     

    Cari tahu juga tentang sisi gelap gandum, kacang, dan aneka biji-bijian.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar