Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views : Ad Clicks :Ad Views :
Alo Sehat

Hidup Sehat Bebas Obat Selamanya!

    Anti Nutrisi: Serangan Balik Tumbuh-tumbuhan Pada Kita

    /
    /
    /
    12 Views

    Anti Nutrisi: Serangan Balik Tumbuh-tumbuhan Pada Kita

    anti nutrisi
    Kebun Sayur

    Apa hal paling mengejutkan bagi kita yng hidup di jaman ini? Bahwa ada racun yang mengintai dalam setiap sayuran dan makanan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang kita makan.

    Makanlah, jangan terlalu banyak, mayoritas makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan kurangi makanan dari hewan.

    Begitulah kira-kira saran yang selalu diulang-ulang kepada kita, sejak kita dilahirkan, kecil, remaja, dan sampai sekarang. Saran tentang bagaimana cara hidup sehat.

    Hasilnya?

    Jutaan orang, terutama di Indonesia ini, yang tetap saja menderita berbagai penyakit, mulai dari yang ringan, sampai yang berat. Padahal mereka sudah menjalankan semua saran yang dianjurkan tersebut, sampai seperti mengharamkan konsumsi daging.

    Tapi ada satu yang tidak mereka sadar, yaitu bahwa di setiap tumbuhan yang mereka makan, ada racun yang selalu membuat tubuh mereka menjadi lebih lemah. Tampaknya saran di atas sangat-sangat manjur dan tak bisa diubah, sampai mereka tidak lagi mempertanyakan mengapa dan mengapa.

    Tumbuhan tidak sebaik itu membiarkan kita memakan sebagian mau pun seluruh tubuh mereka, sama seperti hewan mana pun juga tidak rela tubuhnya dimakan. Demikian juga dengan kamu, kan?

    Apa saja “senjata” andalan tumbuhan dalam menyerang makhluk pemakan dirinya? Yuk mari “berkenalan” dengan mereka, satu per satu!

    Protease Inhibitors

    Protease inhibitor akan menghalangi beberapa enzim penting yang diperlukan dalam proses pencernaan dan penyerapa protein. Mayoritas zat anti nutrisi ini terdapat pada kacang kedelai, tapi juga terdapat pada segala jenis biji-bijian, sayuran yang tergolong NightShade (seperti terong, tomat, dan kentang), serta buah dan sayur lainnya.

    Secara tradisional, hanya sedikit makanan seperti ini yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Tapi diet jaman sekarang ini yang selalu menjadikan tumbuhan sebagai mayoritas isi piring kita membuat banyak orang terpapar protease inhibitor, lebih tinggi kadarnya. Apalagi dengan tren makan sayur dan buah yang mentah pula.

    Pendukung diet yang berbasis tumbuhan beranggapan kalau mereka bisa mendapatkan banyak protein hanya dari tumbuhan. Tapi jika kita menghitung adanya protease inhibitor ini, maka jumlah protein yang masuk jadi tidak sama dengan protein yang diserap tubuh.

    Kadar protease inhibitor pada kacang kedelai tidak hanya jauh lebih tinggi dibanding bahan makanan lain, tapi juga paling susah dihilangkan. Ia lebih tahan panas dimasak. Hanya melalui proses fermentasi sajalah maka protease inhibitor bisa dinonaktifkan HAMPIR semuanya, tidak semuanya juga.

    Dengan fakta bahwa panas yang sangat panas dan sangat lama akan menonaktifkan protease inhibitor, maka sangat masuk akal jika memasak kedelai dalam jangka waktu yang lama sampai kedelai itu mati merupakan solusi yang baik. Tapi sebaiknya kamu urungkan saja ide seperti ini, karena panas yang terlalu lama justru malah akan menghancurkan juga keseluruhan kandungan proteinnya, sedemikiannya sampai jadi susah dicerna dan tak bisa dipakai tubuh kita.

    Di dalam industri makanan, pabrik sering menggunakan alkalin untuk mempercepat proses pemasakan. Tapi alkalin malah akan mengubah asam amino lysine menjadi lysinoalanin yang bersifat racun. Bahkan dalam proses memaska yang normal pun, akan ada protease inhibitor yang terlalu lama dimasak dan ada juga yang terlalu cepat dimasak sehingga tidak hilang.

    Hanya melalui proses fermentasi sajalah baru bisa dinonaktifkan sebagian besarnya.

    Banyak yang meremehkan protease inhibitor ini. Tapi jaman sekarang ini, mayoritas orang setiap harinya pasti mengonsumsi kedelai ini, sadar atau tidak, dalam berbagai bentuk, rupa, dan rasa. Terutama yang selalu menggunakan minyak jagung dan minyak kedelai, yang selalu dipromosikan sebagai minyak yang baik.

    Organ tubuh yang paling menderita akibat protease inhibitor ini adalah pankreas. Saat protease inhibitor mencegah pankreas untuk membuat trypsin dan protease yang cukup, tubuh manusia akan mengompensasinya dengan cara meningkatkan jumlah sel pankreas dan ukurannya. Setiap kali terjadi kejadian ini, maka pankreas akan bereaksi dan memulihkan dirinya.

    Tapi jika terjadi setiap hari, maka pankreatitis dan sel kanker akan timbul. Para ahli telah menemukan bahwa ada hubungan antara kasus kanker pankreas dengan kerusakan yang diakibatkan oleh protease inhibitor ini. Mungkin memang ada faktor lainnya, tapi seiring dengan meningkatnya gaya hidup diet yang berbasis tumbuhan, meningkat pula kasus kanker pankreas sebagai penyebab kematian orang, jadi peringkat ke-4.

    Asam Fitat

    Asam fitat akan menghalangi tubuh dalam menyerap berbagai mineral yang penting, seperti zat besi, kalsium, seng, sehingga tubuh akan mengalami apa yang disebut kekurangan mineral. Contohnya adalah anemia, pertumbuhan tubuh yang terganggu, sistem kekebalan tubuh melemah, dan macam-macam gangguan hormon.

    Kasus kekurangan mineral ini banyak terjadi pada negara di Dunia Ketiga di mana kebanyakan diet mereka mengandalkan tumbuh-tumbuhan, dan di negara Dunia Pertama di mana diet yang berbasis tumbuhan dan vegetarian dianggap menyehatkan.

    Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, asam fitat memegang dua fungsi penting, yaitu:

    1. Mencegah tanaman berkecambah terlalu dini, dan
    2. Menyimpan zat fosfor yang diperlukan biji untuk tumbuh

    Asam fitat sangat berguna juga bagi manusia karena asam fitat membuat biji-bijian bisa disimpan jauh lebih lama tanpa jadi rusak. Tapi asam fitat justru akan jadi masalah saat kita makan.

    Cara asam fitat menonaktifkan hidup adalah dengan memegang mineral erat-erat, dan tidak akan melepasnya lagi. Asam fitat akan berkurang kadarnya saat biji-bijian tersebut akan berkecambah, sehingga sangat disarankan agar kita juga menyediakan lingkungan yang cocok untuk berkecambah seperti itu, contohnya hangat, lembab, dan sedikit bersifat asam, sebelum kita mengonsumsinya.

    Bagi para pelaku diet vegetarian dan diet yang berbasis tumbuhan, jangan lihat berapa kandungan mineral di dalam makanan yang dimakan. Tapi perhitungkan juga adanya asam fitat ini, karena sebagian besar mineral dalam tumbuhan tidak dapat diserap akibat adanya asam fitat.

    Seng merupakan komponen penting dalam ratusan enzim penting. Kekurangan seng berakibat pada gangguan pertumbuhan, perkembangan, sistem kekebalan tubuh, penyembuhan luka, kesehatan mental, tingkat kecerdasan, pencernaan, pengaturan kadar gula darah, hormon seksual, berat badan, fungsi tiroid, dan kulit.

    Zat besi juga terikat pada asam fitat, sehingga kekurangan zat besi menyebabkan anemia, hasilnya adalah tubuh cepat lelah, kelesuan, kekebalan berkurang, dan kemampuan belajar jadi berkurang. Kurangnya zat besi juga mempengaruhi kelenjar tiroid, sehingga hormon tiroid akan berkurang, menuju kondisi hipotiroid.

    Penyerapan kalsium juga sangat dipengaruhi secara merugikan oleh asam fitat, apalagi jika makanan itu diproses dengan bahan alkalin. Klaim yang menyatakan bahwa diet berbasis tumbuhan itu sangat kaya akan kalsium yang dibutuhkan untuk membuat tulang tetap kuat benar-benar harus dipertanyakan, karena tidak memperhitungkan adanya asam fitat ini. Dan pada produk makanan yang diperkuat kalsium, pihak pabrik justru malah menambahkan zat logam yang berbahaya sebagai zat penguat kalsium.

    Bagaimana dengan fosfor? Ada banyak kandungan fosfor pada biji-bijian, kacang-kacangan dan polong. Tapi 75%-nya telah terikat pada asam fitat, dan tidak bisa kita gunakan. Kekurangan fosfor mengakibatkan pertumbuhan yang terganggu, alias tinggi badan jadi kurang. Oleh karena itu, peternak sapi yang menberikan makanan berbasis kacang kedelai pada hewan ternaknya selalu memberikan suplemen yang mengandung banyak fosfor agar sapi-sapinya bisa tumbuh besar dan gemuk.

    Hal ini memang menyelesaikan masalah pertumbuhan, tapi tidak dengan masalah lingkungan. Asam fitat yang tak tercerna akan meracuni air, danau, dan aliran sungai.

    Lectins

    Lektin adalah protein dengan “gigi yang manis”. Alam telah mengaruniakan lektin sebagai zat yang memberikan nitrogen ke dalam tumbuhan, melalui akarnya. Dan saat tumbuhan itu mati, maka tumbuhan yang kaya akan nitrogen itu berfungsi sebagai pupuk. Kacang kedelai, yang mengandung lektin yang tinggi,  telah lama dikenal sebagai “pupuk alami”.

    Banyak ditemukan pada biji-bijian dan kacang-kacangan, lektin akan menggigit karbohidrat, terutama gula, dan menyebabkan kasus leaky gut, memicu sistem kekebalan tubuh dan penggumpalan darah. Karena lektin membuat darah menggumpal, maka dia juga diberi nama hemagglutinin, hemagglutin, atau phytohemagglutinin.

    Lektin seharusnya tidak menjadi masalah bagi kita, karena proses fermentasi bisa menghilangkan hampir seluruhnya. Tapi makanan di jaman sekarang ini banyak sekali terdapat kandungan kedelainya, dan hampir tidak ada yang difermentasi, kecuali produk tempe, natto, dan miso.

    Lektin akan merusak sel-sel pada usus kita, memperpendek villi, yang berakibat berkurangnya kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan, dan menghalangi hormon dan pertumbuhan kita.

    Daftar kerusakan akibat lektin tidak berhenti hanya pada usus saja. Karena tubuh selalu berupaya mencegah kerusakan pada usus, dengan menghalalkan segala cara, maka protein yang seharusnya digunakan untuk proses perbaikan atau perkembangan di tempat lainnya akan dialihkan ke bagian usus yang rusak akibat lektin.

    Lebih jauh lagi, lektin akan membuat sebuah “lubang” pada usus, biasa dikenal dengan nama leaky gut. Melalui lubang ini, lektin akan bersirkulasi ke seluruh tubuh, menyebabkan reaksi alergi dan gangguan sistem kekebalan tubuh kita.

    Lektin dapat pula menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan populasi bakteri dalam usus kita, termasuk pertumbuhan yang terlalu besar dari bakteri E. Coli, streptoccocus, dan lactobacillus bacteria.

    Dan lektin bisa bersinergi lebih jauh dengan saponin dan protease inhibitor, menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah. Lektin sendiri bisa menyebabkan kerusakan yang dibilang moderat. Dikombinasikan dengan kedua anti nutrisi itu, tingkat kerusakannya bukan bertambah hebat, tapi berkali lipat karena sinergi.

    Bahaya terbesar ada pda orang yang terpapar oleh lektin dalam jumlah besar setiap harinya, seperti bayi dan balita yang diberi susu formula berbasis kedelai atau soya, dan vegetarian serta vegan yang setiap harinya memakan banyak daging dan produk pengganti susu yang dibuat dari kacang kedelai.

    Soyatoxin: Ancaman Baru dari Kacang Kedelai

    Dalam kedelai, terdapat sebuah protein racun yang mengakibatkan pembekuan darah, nama racun itu Soyatoxin. Akibatnya akan terjadi kesulitan dalam bernafas, kematian, dan kelumpuhan sebagian sebelum meninggal dunia.

    Saponin

    Saponin rasanya pahit, dan tampak seperti busa sabun yang mengambang saat kita merebus jenis kacang-kacangan. Jadi, lain kali saat kamu melihat ada busa sabun di panci saat sedang merebus kacang kedelai, segeralah buang busa itu.

    Risiko terbesar saponin pada manusia adalah pada lapisan permukaan usus kita. Karena adanya “lubang” pada dinding usus, saponin bisa menembus masuk dan mengikat kolesterol. Jika hanya saponin saja, efek negatifnya tidak terlalu parah. Tapi dengan akumulasi tambahan dari lektin, gluten, bahan-bahan alergi, dan gluten membuat tingkat kerusakan jadi semakin parah.

    Saponin juga akan memecah sel darah merah kita, proses ini dikenal dengan nama hemolysis. Sebenarnya efek negatifnya kecil, tapi seiring dengan bertambahnya usia kita, kemampuan tubuh dalam melawan efek ini jadi semakin menurun seiring dengan menurunnya kualitas membran sel darah merah.

    Masalah lain adalah saponin menghambat enzim penting yang disebut succinate dehydrogenase. Fungsi enzim ini untuk mengatur siklus citric acid, sehingga kita bisa menyerap nutrisi dengan optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan badan. Enzim pencernaan lainnya yang diserang oleh saponin adalah trypsin dan chymotrypsin, yang juga sudah diserang oleh protease inhibitor. Dan saponin juga memicu pembesaran kelenjat tiroid kita. Saponin tidak bekerja sendirian dalam soal tiroid ini, tapi faktanya di mana saponin ditemukan, biasanya di makanan tersebut juga sudah ada anti nutrisi lainnya yang disebut goitrogen, sehingga efek pembesaran tiroidnya semakin besar.

    Menumis, merebus, dan mengukus makanan tidak terlalu memiliki efek penghilangan saponin, karena butuh alkohol untuk menghilangkan saponin. Saat kedelai dipisahkan antara minyak dan proteinnya, saponin itu sendiri menempel pada proteinnya, sehingga produk protein soya terisolasi (soy protein isolate) memiliki kadar saponin tertinggi. Sementara minyak kedelai aman dari saponin.

    Untungnya, kabar baiknya, proses fermentasi adalah cara menurunkan kadar saponin yang terbaik. Bakteri yang bernama Aspergillus oryzae, digunakan untuk fermentasi miso dan kecap, akan menghasilkan enzim soybean saponin hydrolase, untuk menetralisir saponin.

    Oxalates (Oksalat)

    Oksalat adalah senyawa yang tak dapat dicerna manusia yang mencegah tubuh dalam menyerap kalsium. Berlawanan dengan apa yang selama ini diyakini, oksalat tidak bisa dinetralisir hanya dengan dimasak. Makanan yang memiliki kandungan oksalat tertinggi adalah kacang kedelai, sayur bayam, dan rhubarb.

    Bertahun-tahun yang lampau, hanya sedikit yang mengalami masalah akibat oksalat ini, karena pada saat itu protein kedelai terisolasi belum ditemukan, dan hanya sedikit orang yang makan bayam lebih banyak dari Popeye. Tapi seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan diri, makin banyak orang yang sering makan sayuran mentah setiap hari, berpikir itu merupakan tiket menuju tubuh yang sehat. Alih-alh sehat, tindakan seperti itu malah sebuah tiket menuju batu ginjal dan berbagai penyakit akibat oksalat ini.

    Makanan yang mengandung oksalat tinggi lainnya adalah jenis kacang-kacangan dan coklat. Mengingat itu semua merupakan makanan favorit kaum vegan dan vegetarian, tentu mereka harus waspada akan oksalat ini. Masih ditambah makanan yang mengandung oksalat ini selalu juga mengandung asam fitat, yang lebih mengikat mineral. Kombinasi keduanya merupakan sebuah jaminan menuju osteoporosis alias tulang keropos.

    Dan para ahli yang spesialis merawat anak-anak autisme menemukan bahwa seluruh makanan yang mengandung oksalat wajib dieliminasi 100% sebelum kita dapat menemukan kemajuan pada mereka.

    Salicylates (Salisilat)

     

    “Saat kamu sedang ragu, makanlah sayur dan buah”

    Mungkin orang yang membuat pepatah itu tidak tahu bahwa selain sayur dan buah mengandung karbohidrat, mereka juga memiliki kandungan kimia yang disebut salisilat. Salisilat dikembangkan tumbuhan untuk melawan predator alami mereka, dan sayuran serta buah organik memiliki kandungan salisilat yang lebih tinggi.

    Ada begitu banyak orang yang menderita intoleransi terhadap salisilat sehingga jika mereka kemasukan sedikit saja sayuran atau buah, mereka akan mengalami gangguan kesehatan seperti:

    • Asma
    • Gatal-gatal
    • Polip hidung
    • Pembengkakan kronis
    • Sakit perut
    • Sakit kepala
    • Jerawat
    • Sindrom sering mengompol
    • Telinga berdenging
    • Gelisah
    • Berhalusinasi
    • Lemah
    • Penglihatan kabur
    • Bau mulut
    • Bau badan

    Perlu diketahui bahwa jumlah salisilat dalam tubuh akan terakumulasi dari tahun ke tahun. Inilah sebabnya orang-orang yang melakukan diet vegetarian pada awalnya merasa sehat-sehat saja, hanya untuk menemukan dirinya ternyata salisilat intoleran di kemudian hari.

    Kadar salisilat tertinggi ditemukan pada sayur dan buah yang mentah, jadi pastikan kamu selalu makan buah yang matang di pohon secara alami. Selalu kupas kulit buah karena di sanalah kandungan salisilat yang tinggi ditemukan.

    Salisilat sebenarnya ditemukan pada semua sayuran dan buah-buahan, dengan kadar yang berbeda-beda tentunya. Jadi jika kamu menemukan bahwa kamu ternyata intoleran terhadap salisilat, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengeliminasi seluruh sayur dan buah. Untuk benar-benar membersihkan tubuh dari tumpukan salisilat seluruhnya, kamu harus TIDAK konsumsi salisilat sama sekali selama kurang lebih 2 bulan, untuk memberi waktu lebih pada tubuh kamu.

    KESIMPULAN: Perang Senjata Kimia Oleh Tumbuhan

    Tumbuh-tumbuhan telah membentuk pasukan senjata kimia dalam bentuk anti nutrisi dan racun, diformulasikan secara khusus untuk membunuh predator alami mereka, termasuk juga kita manusia ini. Bagi serangga dan hewan kecil, racun itu sangat mematikan. Tapi bagi kita manusia, anti nutrisi dan racun biokimia tersebut akan menyebabkan kita menderita kekurangan nutrisi, masalah pencernaan, gangguan tiroid, kehancuran sistem kekebalan tubuh, kemandulan, ADHD, ADD, alergi, autisme, diabetes, darah tinggi, bahkan kanker.

    Pendukung diet yang berbasis tumbuhan berargumen bahwa anti nutrisi dan racun tumbuhan hanya berpengaruh sedikit saja pada tubuh manusia. Walau hal itu mungkin tepat untuk satu jenis anti nutrisi saja, tapi perlu diingat bahwa tidak pernah ada tumbuhan yang hanya memiliki satu jenis racun saja. Melainkan mereka selalu bersinergi bersama-sama, menghasilkan kombinasi yang sangat mematikan atau menghancurkan kesehatan manusia.

    Perlu diingat, bersinergi itu artinya hasil yang didapat bukan bertambah, tapi bertumbuh eksponensial. Artinya 2 anti nutrisi bukan berarti kerusakannya ditotal dari kedua racun itu, tapi dikali 2.

    Selain dari yang sudah disebutkan di atas, masih ada lagi 5 jenis anti nutrisi dan non-nutrisi yang juga menyebabkan risiko kesehatan kita, yaitu:

    • Gluten: merusak otak dan sistem pencernaan kita, sampai-sampai kata-kata Gluten-Free begitu menggema di dalam dunia kesehatan dan industri makanan, banyak terdapat dalam gandum.
    • Goitrogen: menghalangi sintesis dan penggunaan hormon tiroid, menyebabkan gelombang penyait gangguan tiroid, waspada bahaya Brokoli dan keluarganya!
    • Oligosakarida: gula yang menghasilkan gas di usus kita,
    • Serat: sesuatu yang selama ini kita kenal sebagai “makanan sehat”, tapi ternyata malah menjadi penyebab utama gangguan pencernaan, sistem kekebalan, gangguan fungsi otak, dan gangguan kesehatan usus, dan
    • Phytoestrogen (fitoestrogen): menyerupai dan meniru hormon alami manusia, mengakibatkan gangguan kelenjar endokrin. Banyak Terdapat dalam kacang kedelai.

    Demikian bahasan kita tentang anti nutrisi. Kamu sudah mengerti masing-masing anti nutrisi, jadi kamu sudah bisa menghindarinya demi kesehatan jangka panjangmu sendiri.

    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Linkedin
    • Pinterest

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    This div height required for enabling the sticky sidebar